Francesca Hennessy Bidik Sejarah: Tantang Juara Dunia Dina Thorslund di Inggris
Baca dalam 60 detik
- Petinju muda Inggris, Francesca Hennessy, tengah bernegosiasi untuk memperebutkan gelar juara dunia bantamweight melawan Dina Thorslund di Inggris akhir tahun ini.
- Boxxer, promotor Hennessy, telah menawarkan bayaran sekitar ยฃ250 ribu kepada Thorslund, yang disebut sebagai bayaran tertinggi dalam kariernya.
- Jika menang, Hennessy akan menjadi juara dunia undisputed termuda dalam sejarah tinju empat sabuk, memecahkan rekor Gabriela Fundora.

Francesca Hennessy, petinju kelas bantam asal Inggris yang belum pernah terkalahkan, tengah dalam pembicaraan untuk menantang juara dunia undisputed Dina Thorslund di Inggris pada akhir tahun ini. Jika terealisasi, laga ini tidak hanya akan menjadi pertarungan besar bagi karier Hennessy yang masih muda, tetapi juga berpotensi mengukir sejarah baru dalam dunia tinju profesional.
Promotor Hennessy, Boxxer, dikabarkan telah mengajukan tawaran mencapai ยฃ250 ribu (sekitar Rp5 miliar) kepada kubu Thorslund untuk bertarung di Inggris pada November atau Desember mendatang. Angka tersebut disebut-sebut sebagai bayaran tertinggi yang pernah diterima petinju asal Denmark itu sepanjang kariernya. Ben Shalom, promotor Hennessy, membenarkan tawaran tersebut dan menyebutnya sebagai peluang emas bagi kedua petarung.
"Kami telah memberikan tawaran kepada Dina Thorslund yang kami yakini sebagai bayaran tertinggi dalam kariernya untuk datang ke Inggris dan menghadapi Francesca Hennessy," ujar Shalom. "Fran adalah salah satu petarung muda paling menarik saat ini dan memiliki kesempatan untuk membuat sejarah dengan menjadi juara dunia undisputed termuda. Ini akan menjadi pertarungan besar, dan kami sangat ingin mewujudkannya."
Di sisi lain, manajer Thorslund, Lee Eaton, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang bernegosiasi dengan perwakilan Hennessy. "Boxxer tahu cara membuat pertarungan ini terjadi. Mari kita lihat apakah mereka bisa memenuhi syarat finansial dan kesepakatan dengan penyiar," kata Eaton, memberi sinyal bahwa negosiasi masih berjalan dan belum ada kesepakatan final.
Bagi Hennessy, laga ini adalah lompatan besar. Ia baru memulai karier profesionalnya pada September 2023, dan dalam waktu singkat telah menanjak hingga menjadi penantang nomor satu WBC. Kemenangan atas Aurora de Persio pada Mei lalu menjadi modal berharga, menunjukkan bahwa ia siap bersaing di level tertinggi. Namun, Thorslund bukan lawan sembarangan; pengalaman dan ketangguhannya di atas ring menjadi ujian sesungguhnya bagi petinju muda ini.
Konteks Indonesia: Meskipun berita ini berasal dari Inggris, perkembangan ini menarik bagi penggemar tinju Indonesia. Indonesia memiliki tradisi tinju yang kuat, dan kesuksesan petinju muda seperti Hennessy bisa menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk menembus panggung dunia. Selain itu, pertarungan ini juga menunjukkan bagaimana promosi dan negosiasi yang tepat dapat membuka peluang besar bagi petinju, sebuah pelajaran yang relevan bagi perkembangan tinju profesional di Indonesia.
Thorslund sendiri memiliki perjalanan karier yang menarik. Setelah sempat melepas gelar WBC dan WBO karena kehamilan, ia bangkit dan berhasil merebut kembali keempat sabuk juara. Kini, ia menghadapi tantangan dari petinju yang jauh lebih muda. Pertarungan ini tidak hanya menentukan siapa yang terbaik di kelas bantam, tetapi juga menjadi simbol regenerasi dalam tinju wanita.
Pertanyaan yang kini menggantung: akankah kesepakatan ini tercapai? Jika ya, apakah Hennessy mampu memanfaatkan momentum dan dukungan publik Inggris untuk menciptakan kejutan? Atau justru Thorslund yang akan membuktikan bahwa pengalaman masih menjadi faktor penentu? Jawabannya akan segera terungkap dalam beberapa bulan ke depan.



