Ko Itakura Kembali ke Borussia Mönchengladbach, Kontrak Empat Tahun hingga 2030
Baca dalam 60 detik
- Bek Jepang Ko Itakura resmi kembali ke Borussia Mönchengladbach dengan durasi kontrak hingga 2030.
- Kepulangan Itakura menjadi jawaban atas kepergian Nico Elvedi, dengan pengalaman Bundesliga yang sudah terbukti.
- Debut keduanya ditunggu pada laga DFB-Pokal melawan Schott Mainz, 23 Agustus 2025.

Borussia Mönchengladbach resmi mengumumkan kepulangan bek asal Jepang, Ko Itakura, dari Ajax Amsterdam. Pemain berusia 29 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi empat tahun yang mengikatnya hingga musim panas 2030, sebuah langkah yang langsung mengisi kekosongan di lini pertahanan setelah ditinggal Nico Elvedi.
Itakura bukan wajah asing di Borussia Park. Sebelum hijrah ke Ajax pada Agustus 2025, ia tercatat tampil 80 kali untuk Die Fohlen di semua kompetisi dalam periode 2022–2025. Kepulangannya kali ini mendapat sambutan hangat dari direktur olahraga klub, Rouven Schröder, yang mengaku sudah mempertimbangkan opsi ini sejak bursa musim dingin. “Kami sangat senang bisa mendapatkan pemain dengan pengalaman dan kualitas yang kami cari setelah kepergian Nico Elvedi,” ujarnya.
Schröder juga menyoroti nilai plus dari pemain yang sudah mengenal klub secara mendalam. “Dia tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi, dan antusiasmenya untuk kembali menjadi nilai tambah tersendiri,” tambahnya. Itakura sendiri akan mengenakan nomor punggung 6, nomor yang sebelumnya identik dengan peran gelandang bertahan, namun kini dipercayakan kepada bek tengah asal Asia tersebut.
Perjalanan karier Itakura di Jerman dimulai saat dipinjamkan Manchester City ke Schalke 04 pada musim 2021/2022. Dalam 31 penampilan, ia berperan besar membawa Die Königsblauen promosi ke Bundesliga. Setelah itu, ia pindah permanen ke Gladbach pada musim panas 2022, sebelum akhirnya dilepas ke Ajax dua tahun berselang. Kini, ia kembali dengan status pemain yang lebih matang dan jam terbang Eropa yang lebih kaya.
Bagi pengamat sepak bola Asia, kepindahan ini menjadi sinyal positif bahwa pemain Jepang tetap diminati klub-klub papan atas Eropa. Itakura bukan satu-satunya pemain Asia di Bundesliga; ia akan bergabung dengan deretan pemain Jepang lain yang sukses di liga ini, seperti Ritsu Doan dan Hiroki Ito. Fenomena ini memperkuat posisi Jepang sebagai salah satu eksportir talenta terbesar di Asia, dengan dampak yang turut dirasakan di Indonesia melalui meningkatnya minat terhadap sepak bola Eropa.
Dengan kembalinya Itakura, Gladbach berharap dapat memperbaiki performa yang sempat menurun di musim lalu. Kehadirannya diharapkan menjadi fondasi kokoh di lini belakang, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi pemain muda seperti Luca Netz. Pertanyaan besarnya, akankah Itakura mampu langsung tampil konsisten dan membawa Gladbach bersaing di papan atas Bundesliga musim ini? Jawabannya akan mulai terlihat saat mereka menghadapi RB Leipzig pada pekan pertama liga, akhir Agustus nanti.



