Kompany Sebut Kemenangan Supercup sebagai Pernyataan Sikap: Bayern Tak Akan Berpuas Diri
Baca dalam 60 detik
- Bayern Munich mengawali musim dengan merebut trofi Franz Beckenbauer Supercup usai mengalahkan Borussia Dortmund, sekaligus menegaskan ambisi mereka untuk terus mendominasi.
- Pelatih Vincent Kompany menilai kemenangan ini sebagai bukti mentalitas tim yang tak kenal lelah, meski beberapa pilar utama masih dalam masa pemulihan.
- Kemenangan ini menjadi sinyal bagi kompetitor Bundesliga bahwa Bayern tidak akan menurunkan intensitas setelah kesuksesan musim lalu, dengan target mempertahankan semua gelar.

Bayern Munich memulai musim 2026/27 dengan langkah percaya diri setelah menundukkan Borussia Dortmund pada laga Franz Beckenbauer Supercup. Pelatih anyar Vincent Kompany menyebut kemenangan ini bukan sekadar trofi, melainkan pernyataan sikap bahwa timnya tidak akan berpuas diri setelah musim lalu yang sempurna. Pertandingan yang berlangsung di kandang Dortmund itu menjadi ujian awal yang cukup berat, namun Bayern keluar sebagai pemenang dan menunjukkan bahwa mereka masih menjadi kekuatan dominan di Jerman.
Kompany, yang baru mengambil alih kursi pelatih dari Thomas Tuchel, mengungkapkan kebahagiaannya atas hasil ini. Ia menyoroti kesiapan fisik Michael Olise dan Harry Kane yang mampu bermain penuh 90 menit setelah hanya menjalani tiga sesi latihan bersama tim. "Mereka berdua menunjukkan profesionalisme luar biasa," ujarnya. Selain itu, ia juga menyambut positif adaptasi cepat Nene Brown dan Saibari yang dinilai akan menjadi tambahan kekuatan signifikan musim ini. Namun, Kompany juga mengingatkan bahwa skuadnya belum lengkap, dengan Lenny Karl, Jamal Musiala, dan Serge Gnabry yang masih dalam proses pemulihan.
Lebih dari sekadar kemenangan, Kompany menekankan aspek mentalitas. "Terlepas dari hasil hari ini, ini adalah pernyataan energi, perjuangan untuk setiap bola, setiap situasi," tegasnya. Ia menolak anggapan bahwa Bayern akan mengalami penurunan performa setelah memenangkan segalanya musim lalu. "Kami tidak akan beristirahat dan akan mencoba memenangkan semuanya lagi," tambahnya. Pernyataan ini menjadi peringatan keras bagi para pesaing di Bundesliga dan Eropa bahwa Bayern tidak akan mengendurkan dominasi mereka.
Di sisi lain, bek Bayern Jonathan Tah mengakui bahwa pertandingan tidak berjalan mudah. "Dalam final seperti ini, yang terpenting adalah menang, dan kami melakukannya," katanya. Ia juga memuji performa Nene Brown yang tampil impresif dan cepat beradaptasi dengan gaya permainan tim. Sementara itu, kiper Manuel Neuer menilai kemenangan ini sebagai indikator awal yang baik. "Kami menghadapi tim terbaik kedua di Jerman di kandangnya, selalu menjadi pertarungan, dan saya pikir tim yang lebih baik yang menang hari ini," ujarnya. Neuer juga menambahkan bahwa Supercup selalu menjadi pembuka musim yang ideal untuk mengukur kekuatan tim.
Dari kubu Dortmund, gelandang anyar Joey Veerman mengakui kekalahan ini mengecewakan. Ia baru bergabung empat hari sebelum pertandingan, sehingga belum sepenuhnya menyatu dengan tim. "Babak pertama sulit, tapi kami bangkit di babak kedua dan bermain lebih baik," katanya. Veerman menilai skuad Dortmund memiliki perpaduan yang baik antara pemain senior dan talenta muda, dan ia optimistis timnya akan bangkit di kompetisi liga. "Kami ingin memenangkan pertandingan ini, tapi sekarang kami akan fokus ke Bundesliga dan mencoba memenangkan semuanya," ujarnya.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Bayern menjelang musim yang penuh tantangan. Dengan skuad yang masih akan diperkuat pemain-pemain kunci yang cedera, kedalaman tim menjadi nilai tambah yang signifikan. Bagi Kompany, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi dan motivasi tim setelah kesuksesan besar. Pertanyaannya, apakah Bayern mampu mempertahankan level permainan ini sepanjang musim, atau justru tekanan untuk mengulang kesuksesan akan menjadi bumerang? Musim 2026/27 akan menjadi ujian sebenarnya bagi filosofi dan manajemen skuad ala Kompany.



