Paul Bangkit dari Keterpurukan, Singkirkan Unggulan Teratas Zverev di Cincinnati
Baca dalam 60 detik
- Tommy Paul mengalahkan Alexander Zverev dalam tiga set setelah tertinggal satu set dan menyelamatkan match point.
- Kemenangan ini mengantarkan Paul ke perempat final Cincinnati Open untuk pertama kalinya dalam kariernya.
- Paul akan menghadapi Flavio Cobolli di babak berikutnya, yang sebelumnya menyingkirkan Rafael Jodar.

Petenis Amerika Serikat, Tommy Paul, memastikan tempat di perempat final Cincinnati Open setelah menaklukkan unggulan teratas asal Jerman, Alexander Zverev, dengan skor 4-6, 7-6(6), 6-4, Rabu (19/8) waktu setempat. Kemenangan ini terasa dramatis karena Paul harus melewati jeda hujan hampir 90 menit dan menyelamatkan match point sebelum akhirnya membalikkan keadaan.
Pertandingan yang berlangsung sengit ini sempat tertunda saat Zverev unggul 3-4 di set kedua. Setelah jeda, Paul tampil lebih segar dan mampu menyamakan kedudukan lewat tiebreak yang menegangkan. Zverev, yang merupakan petenis peringkat tiga dunia, kesulitan menemukan ritme permainannya setelah kembali ke lapangan.
Pada set penentu, Zverev sempat unggul 4-2, tetapi Paul menunjukkan mental baja dengan memenangkan empat game beruntun. Ia menutup pertandingan dengan gaya yang impresif, sekaligus mengukir sejarah pribadi dengan menembus perempat final Cincinnati untuk pertama kalinya. "Saya hanya mencoba tetap tenang dan percaya pada pukulan saya," ujar Paul setelah pertandingan, dikutip dari wawancara singkat di lapangan.
Kemenangan ini menjadi sorotan karena Zverev, yang dikenal dengan servisnya yang kuat, justru tampil inkonsisten. Ia mencatatkan 14 ace, tetapi juga melakukan sembilan double fault. Bahkan, wasit sempat memberikan sanksi foot fault pada set ketiga yang membuat konsentrasinya terganggu. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi Zverev yang tengah bersiap menghadapi turnamen Grand Slam.
Bagi pecinta tenis Indonesia, kemenangan Paul ini menarik karena menunjukkan bahwa ketahanan mental dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi lapangan yang berubah akibat cuaca sangat menentukan. Di tengah teriknya persaingan tenis dunia, para petenis Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bisa belajar dari strategi Paul yang tidak menyerah meski tertinggal.
Selanjutnya, Paul akan menghadapi petenis Italia, Flavio Cobolli, yang sebelumnya mengalahkan Rafael Jodar dari Spanyol dengan skor 4-6, 7-6(3), 6-3. Cobolli, yang relatif muda, tentu akan menjadi lawan yang tidak mudah. Namun, dengan kepercayaan diri yang sedang tinggi, Paul berpeluang melaju lebih jauh. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan performa apiknya melawan pemain yang lebih segar secara fisik? Kita tunggu aksinya di lapangan.



