Tijjani Reijnders Hengkang ke Al Qadsiah, Man City Dapat Rp1,4 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Gelandang keturunan Indonesia, Tijjani Reijnders, resmi pindah dari Manchester City ke Al Qadsiah dengan nilai transfer mencapai 60 juta pound sterling.
- Kepergian Reijnders terjadi setelah hanya satu musim membela The Citizens, didorong oleh minimnya tempat di skuad asuhan Enzo Maresca.
- Kepindahan ini menandai tren pemain Eropa merapat ke Arab Saudi, sekaligus membuka peluang bagi penggemar Indonesia untuk melihat aksinya di kompetisi yang semakin bergengsi.

Gelandang keturunan Indonesia, Tijjani Reijnders, resmi meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan klub Arab Saudi, Al Qadsiah, dalam kesepakatan permanen yang bernilai hingga 60 juta pound sterling atau sekitar Rp1,4 triliun. Kepindahan ini diumumkan langsung oleh kedua klub melalui media sosial resmi mereka pada Selasa (19/8) waktu setempat, menandai babak baru bagi pemain berusia 27 tahun yang hanya semusim membela The Citizens.
Manchester City mengonfirmasi kepergian Reijnders melalui unggahan Instagram, menyebut transfer ini menunggu izin internasional. "Tijjani Reijnders telah bergabung dengan Al Qadsiah melalui kesepakatan permanen, dengan ketentuan menunggu izin internasional. Semoga sukses," tulis klub asal Inggris tersebut. Sementara itu, Al Qadsiah menyambut kedatangan pemain berdarah Maluku itu dengan sambutan hangat, "Ada perekrutan yang benar-benar menyempurnakan segalanya. Bintang top satu ini milik kita."
Kepergian Reijnders dari Manchester City tidak lepas dari dinamika internal klub. Menurut laporan Sport Bible, pelatih Enzo Maresca tidak memasukkan Reijnders dalam proyek jangka panjangnya, terutama setelah ditinggalkan Rodri yang pindah ke Barcelona. Maresca disebut ingin menambah amunisi di lini tengah, sehingga Reijnders yang baru bergabung pada musim panas 2025 dan masih terikat kontrak hingga 2030 harus rela dilepas lebih cepat.
Dalam pernyataan perpisahannya, Reijnders mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Manchester City. "Menjadi bagian dari skuad yang memenangkan dua trofi spesial pada musim lalu merupakan pengalaman dan pencapaian luar biasa yang akan selalu saya kenang," ujarnya. "Saya mungkin akan melanjutkan perjalanan, tetapi Manchester City akan selalu memiliki tempat khusus di hati saya."
Kepindahan Reijnders ke Al Qadsiah menambah daftar panjang pemain Eropa yang merapat ke kompetisi Arab Saudi. Langkah ini tidak hanya menguntungkan secara finansial bagi Manchester City, tetapi juga memperkuat daya tarik liga yang terus menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan bintang-bintang dunia. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini menjadi perhatian khusus karena Reijnders memiliki darah Indonesia dari sang ibu, sehingga perjalanan kariernya selalu dinantikan.
"Menjadi bagian dari skuad yang memenangkan dua trofi spesial pada musim lalu merupakan pengalaman dan pencapaian luar biasa yang akan selalu saya kenang." โ Tijjani Reijnders
Bagi pasar sepak bola Indonesia, kepindahan ini membuka peluang baru dalam hal komersialisasi dan minat penonton. Kehadiran Reijnders di Al Qadsiah, yang kini diperkuat sejumlah pemain bintang, berpotensi meningkatkan jumlah penonton Indonesia yang mengikuti kompetisi Arab Saudi. Selain itu, langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pemain keturunan Indonesia semakin dilirik klub-klub besar, yang bisa berdampak positif pada pengembangan sepak bola nasional.
Ke depan, pertanyaannya adalah bagaimana Reijnders akan beradaptasi dengan gaya permainan di Arab Saudi dan apakah ia mampu mempertahankan performa terbaiknya untuk membawa Al Qadsiah bersaing di papan atas. Dengan dukungan finansial yang besar, Al Qadsiah tampaknya serius membangun tim yang kompetitif, dan Reijnders diharapkan menjadi salah satu motor permainan mereka. Akankah kepindahan ini menjadi batu loncatan bagi kariernya, atau justru menjadi akhir dari sorotan di panggung Eropa? Waktu yang akan menjawab.



