Marseille Hancurkan Strasbourg 4-0, Gouiri Cetak Brace di Laga Pembuka Ligue 1
Baca dalam 60 detik
- Marseille memulai musim Ligue 1 dengan kemenangan telak 4-0 atas Strasbourg, berkat dua gol Amine Gouiri serta sumbangan Keyliane Abdallah dan Pierre-Emile Hojbjerg.
- Strasbourg harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-59 setelah Samir El Mourabet menerima kartu merah, yang semakin memudahkan Marseille mendominasi jalannya pertandingan.
- Hasil ini menempatkan Marseille di puncak klasemen sementara dengan tiga poin, sementara Strasbourg terpuruk di dasar klasemen tanpa poin.

Olympique Marseille mengawali petualangan mereka di Ligue 1 musim 2026/2027 dengan pesta gol. Berlaga di hadapan pendukung sendiri di Stade Velodrome, Jumat (15/8/2026) malam WIB, pasukan Roberto De Zerbi menghancurkan Strasbourg dengan skor telak 4-0. Kemenangan ini sekaligus menempatkan Les Olympiens di puncak klasemen sementara, sementara Strasbourg harus rela terpuruk di dasar klasemen.
Amine Gouiri menjadi bintang utama dengan mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-47 dan 68. Dua gol lainnya disumbangkan oleh Keyliane Abdallah pada menit ke-89 dan Pierre-Emile Hojbjerg di masa injury time (90+6). Keunggulan jumlah pemain menjadi faktor krusial setelah gelandang Strasbourg, Samir El Mourabet, diganjar kartu merah langsung pada menit ke-59 akibat pelanggaran keras.
Sepanjang babak pertama, Marseille sebenarnya sudah tampil dominan. Angel Gomes sempat mengancam gawang Strasbourg yang dijaga Filip Jorgensen, namun hingga turun minum skor tetap 0-0. Baru setelah jeda, serangan demi serangan Marseille akhirnya membuahkan hasil. Gol pembuka Gouiri menjadi penanda dimulainya pesta gol di Velodrome.
Kartu merah El Mourabet jelas mengubah peta permainan. Strasbourg yang sebelumnya mencoba bertahan rapat, harus kehilangan satu pemain dan semakin kesulitan mengimbangi agresivitas tuan rumah. Pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, tak kuasa menahan laju Marseille yang terus menggempur pertahanan timnya.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bagi ambisi Marseille musim ini. Setelah musim lalu finis di posisi kedua di bawah PSG, De Zerbi ingin membawa timnya bersaing lebih ketat memperebutkan gelar juara. Dengan tambahan amunisi baru di lini serang, performa impresif di laga pembuka ini bisa menjadi fondasi untuk konsistensi ke depan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan tren taktik modern di Eropa. Dominasi penguasaan bola, pressing ketat, dan pemanfaatan keunggulan jumlah pemain menjadi pelajaran berharga yang bisa diadopsi klub-klub Liga 1. Selain itu, performa gemilang Gouiri yang merupakan produk akademi Nice ini kembali menegaskan bahwa striker tajam tetap menjadi komoditas paling berharga di sepak bola modern.
Strasbourg sendiri patut khawatir dengan awal musim ini. Tanpa poin dan dengan performa yang kurang meyakinkan, mereka terancam terlibat perburuan di papan bawah. Pertanyaan besarnya, akankah mereka mampu bangkit di pekan-pekan berikutnya atau justru terpuruk lebih dalam? Sementara itu, Marseille tentu berharap tren positif ini berlanjut saat mereka bertandang ke markas tim kuat lainnya di pekan kedua.



