Debut Tonali Berujung Mimpi Buruk: Tottenham Dipermalukan Brentford 0-3, Rekrutan Mahal Gagal Beri Dampak
Baca dalam 60 detik
- Kekalahan telak 0-3 dari Brentford membuat awal musim Tottenham di Premier League menjadi mimpi buruk, dengan rekrutan termahal Sandro Tonali tampil mengecewakan.
- Mamadou Sangare, rekrutan klub dengan rekor £39 juta, tampil impresif dengan satu assist dan menjadi motor permainan Brentford, menunjukkan bahwa investasi besar tidak selalu menjamin hasil.
- Kekalahan ini memunculkan pertanyaan besar tentang strategi belanja Tottenham di bawah Roberto de Zerbi, terutama terkait adaptasi pemain baru dan keseimbangan skuad.

Kekalahan telak 0-3 dari Brentford di Gtech Community Stadium pada laga pembuka Premier League menjadi mimpi buruk bagi Tottenham Hotspur. Rekrutan termahal sepanjang sejarah klub, Sandro Tonali, gagal memberikan dampak signifikan, sementara lini pertahanan yang dirombak besar-besaran justru tampil rapuh. Hasil ini langsung memicu pertanyaan tentang kesiapan Spurs menghadapi persaingan ketat musim ini.
Sejak peluit awal, Brentford tampil percaya diri dan langsung menekan. Gol pembuka Keane Lewis-Potter memanfaatkan assist cerdas Mamadou Sangare pada menit ke-23. Vitaly Janelt menggandakan keunggulan sebelum turun minum, memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Mathias Jensen. Di babak kedua, Michael Kayode memastikan kemenangan dengan gol ketiga, sekaligus menutup peluang Spurs untuk bangkit. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Roberto de Zerbi, yang baru saja membangun ulang skuad dengan belanja besar.
Sandro Tonali, yang diboyong dari AC Milan dengan nilai transfer fantastis, nyaris tak terlihat dalam permainan. Ia gagal menguasai lini tengah, sering kehilangan bola, dan tidak mampu memberikan kreativitas. Sorotan tajam tertuju pada performa buruknya, yang berbanding terbalik dengan ekspektasi besar yang melekat padanya. Sementara itu, Mamadou Sangare justru menjadi bintang lapangan. Rekrutan senilai £39 juta itu tampil luar biasa dengan memenangkan duel, mengatur ritme, dan menciptakan peluang. Penampilannya menjadi bukti bahwa Brentford mampu memanfaatkan dana transfer dengan cerdas.
Kekalahan ini juga menyoroti masalah di lini belakang Tottenham. Bek kiri anyar Andrew Robertson kesulitan menghadapi kecepatan pemain sayap Brentford, sementara bek tengah Marcos Senesi dan Jan Paul van Hecke tampak kewalahan menghadapi fisik Igor Thiago. Kiper Antonin Kinsky juga melakukan kesalahan yang berujung pada gol kedua. De Zerbi jelas masih perlu banyak pekerjaan untuk meramu pertahanan yang solid.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa investasi besar di bursa transfer tidak otomatis menjamin kesuksesan. Adaptasi pemain, taktik, dan kekompakan tim adalah faktor krusial yang seringkali menentukan. Tottenham kini berada di bawah tekanan besar untuk segera bangkit, terutama dengan jadwal padat yang menanti. Pertanyaannya, akankah De Zerbi mampu memperbaiki performa tim sebelum terlambat?
Kekalahan ini menjadi sinyal bahaya bagi Tottenham. Dengan banyaknya pemain baru, De Zerbi harus segera menemukan formula yang tepat. Apakah ia akan mengubah taktik atau memberikan kepercayaan pada pemain lain? Musim masih panjang, namun awal yang buruk ini bisa menjadi bumerang jika tidak segera diatasi.



