Zoe Tay dan Aileen Tan: 40 Tahun Persahabatan yang Diuji Lewat Perjalanan MRT
Baca dalam 60 detik
- Aktris senior Singapura, Zoe Tay, menghabiskan delapan jam menjelajah Singapura dengan transportasi umum untuk menemukan sahabat lamanya, Aileen Tan, dalam episode terbaru program CNA Insider.
- Perjalanan tersebut mengungkap sejarah persahabatan mereka sejak kompetisi Star Search 1988, termasuk peran mahjong dan lokasi syuting drama yang mempererat hubungan keduanya.
- Pencarian ini menjadi refleksi bagi Zoe Tay tentang makna persahabatan, sementara keduanya berjanji untuk terus bersama hingga tua, dengan mahjong sebagai pengikat.

Zoe Tay, ikon hiburan Singapura yang akrab disapa Ah Jie, baru saja membuktikan bahwa persahabatan sejati tak lekang oleh waktu dan moda transportasi. Dalam episode terbaru program CNA Insider bertajuk "Meet Me There", aktris berusia 56 tahun itu menjalani misi delapan jam untuk menemukan sahabat lamanya, Aileen Tan, hanya bermodal kartu EZ-Link dan petunjuk bahwa Tan menunggu di tempat yang bermakna bagi keduanya. Perjalanan yang dimulai dari kantor Mediacorp ini bukan sekadar tantangan, melainkan napak tilas hampir empat dekade persahabatan yang lahir dari kompetisi dan diikat oleh meja mahjong.
Langkah pertama Tay mengarah ke kediaman Tan, tempat yang diyakininya sebagai lokasi paling tepat. "Di sanalah saya menghabiskan waktu terbanyak dengannya di luar pekerjaan," ujar Tay, seraya mengaku begitu yakin hingga mengendus aroma sup yang sedang dimasak. Namun, kenyataan berkata lain; Tan tidak ada di rumah. Kegagalan ini sempat membuat Tay kecewa, tetapi ia segera teringat bahwa mahjonglah yang justru menjadi perekat persahabatan mereka. "Anda bisa melihat karakter seseorang lewat permainan mahjong," katanya, menggambarkan Tan sebagai sosok yang anggun dan santai, terlepas dari menang atau kalah.
Persahabatan keduanya berakar dari ajang Star Search 1988, saat Tay keluar sebagai juara dan Tan menjadi runner-up pertama. Meski sempat bersaing, mereka kemudian berlatih bersama dan membintangi drama "My Fair Ladies" yang ditulis khusus untuk para peserta. Namun, kedekatan itu tidak langsung terbentuk. "Saat muda, kami sama-sama sibuk dan jarang bertemu," kenang Tan. Baru dalam sepuluh tahun terakhir, hubungan mereka semakin erat, salah satunya berkat rutinitas bermain mahjong di rumah Tan yang menjadi ruang privat di tengah hiruk-pikuk karier publik mereka.
Setelah gagal di rumah Tan, Tay melanjutkan pencarian ke Caldecott Hill, bekas pusat penyiaran yang menyimpan kenangan masa awal kariernya. Di sanalah Tay mengirimkan formulir pendaftaran Star Search dan pertama kali bertemu Tan. "Kami menghabiskan hampir separuh hidup kami di sini," tutur Tay, mengenang era 1980-an dan 1990-an sebagai masa keemasan drama televisi Singapura, ketika penonton begitu akrab dengan para aktor hingga menyapa mereka di jalan. Tan pun mengamini bahwa aktor veteran lokal telah menjadi "keluarga" bagi warga Singapura. Namun, Tan tidak ada di sana.
Pencarian berlanjut ke HarbourFront Centre, bekas World Trade Centre yang menjadi lokasi final Star Search 1988. Tan sendiri mengaku lupa akan fakta tersebut. "Maaf, saya benar-benar lupa," ujarnya sambil menonton rekaman perjalanan Tay. Tay kemudian mencoba studio hot yoga di Millenia Walk, tempat keduanya kerap berolahraga dan mengobrol setelah kelas. "Saat yoga, biasanya hanya kami berdua," kata Tay, menambahkan bahwa momen-momen itulah yang memperdalam persahabatan mereka. Sayang, Tan tetap tak ditemukan. Hingga akhirnya, Tay teringat pada kawasan Ann Siang Hill dekat Maxwell Road, lokasi syuting drama "Kid U Not" yang mereka bintangi bersama lebih dari 30 tahun setelah pertama bertemu.
Di Maxwell, Tay akhirnya menemukan Tan. "Saya menemukannya! Tong Tong!" serunya. Tan sempat tak percaya dan curiga ada bocoran dari produser, tapi Tay menegaskan itu murni tebakan terakhirnya. Pertemuan itu membawa mereka kembali ke kenangan syuting "Kid U Not", yang bagi Tan merupakan babak berharga dalam persahabatan dan karier mereka. "Kami sudah tidak muda lagi, saya tidak tahu kapan bisa bekerja sama lagi," ujar Tan. Tay pun mengaku bahagia bisa beradu peran dengan sahabatnya itu.
Bagi Tay, perjalanan delapan jam ini lebih dari sekadar menemukan lokasi. "Lewat pencarian ini, saya jadi merenungkan persahabatan kami dengan cara baru," katanya. "Saya bisa memahaminya lebih dalam dari perspektifnya, dan dia juga memahami persahabatan saya dari sudut pandang saya." Keduanya sepakat untuk terus menghargai persahabatan ini hingga tua, dengan mahjong yang tetap menjadi bagian dari rencana itu. "Kita akan terus bermain mahjong agar tidak pikun," canda Tan, yang langsung ditanggapi Tay, "Kamu tidak akan lupa. Kami akan menjagamu."
Kisah Zoe Tay dan Aileen Tan menawarkan cermin bagi industri hiburan Asia, termasuk Indonesia, di mana persahabatan antarselebritas kerap menjadi konsumsi publik. Namun, di balik sorotan kamera, ada ikatan yang dibangun dari kesetiaan, ruang pribadi, dan aktivitas sederhana seperti bermain mahjong. Di tengah gempuran industri yang serba cepat dan kompetitif, pertanyaan yang mengemuka: mampukah generasi aktor muda membangun persahabatan serupa yang bertahan hingga puluhan tahun?



