Juventus Siap Lepas Delapan Pemain Senior: Siapa yang Paling Berisiko Hengkang?
Baca dalam 60 detik
- Juventus berpotensi melepas hingga delapan pemain inti sebelum bursa transfer ditutup, menyusul belanja enam rekrutan anyar musim panas ini.
- Kiper Michele Di Gregorio, bek Federico Gatti, dan gelandang Teun Koopmeiners menjadi nama-nama yang paling santer dikaitkan dengan pintu keluar.
- Keputusan akhir akan menentukan kedalaman skuat Bianconeri untuk bersaing di Serie A dan Eropa, sekaligus memengaruhi strategi belanja berikutnya.

Turin โ Juventus masih berpeluang merombak skuatnya secara signifikan sebelum jendela transfer musim panas ditutup. Klub raksasa Serie A itu dikabarkan siap melepas hingga delapan pemain senior, menyusul belanja besar-besaran yang sudah mereka lakukan. Jika langkah ini terealisasi, Bianconeri akan menghadapi musim 2025/26 dengan wajah tim yang jauh berbeda dari musim lalu.
Sejauh ini, Juventus telah mengamankan enam rekrutan anyar: kiper Guglielmo Vicario dari Tottenham, bek Jhon Lucumi dari Bologna, penyerang Randal Kolo Muani, Kerim Alajbegovic, Jeff Ekhator, serta wing-back Zeki Celik yang datang gratis dari Roma. Namun, untuk membiayai belanja tambahan, manajemen klub asal Turin itu tampaknya harus menjual lebih dulu. Situasi ini memaksa mereka untuk mempertimbangkan masa depan sejumlah pemain yang sebelumnya dianggap sebagai pilar tim.
Beberapa nama sudah dipastikan hengkang lebih awal, seperti Dusan Vlahovic dan Filip Kostic yang pergi dengan status bebas transfer. Sejumlah pemain lain juga telah dipinjamkan, termasuk Lois Openda, Vasilije Adzic, dan Joao Mario. Kini, laporan terbaru menyebutkan bahwa hingga delapan pemain lain bisa menyusul, baik melalui penjualan permanen maupun peminjaman.
Salah satu yang paling menonjol adalah Arthur Melo. Gelandang asal Brasil itu belum pernah tampil dalam pertandingan kompetitif sejak musim 2021/22 dan kontraknya kemungkinan besar akan diakhiri lebih cepat. Langkah ini akan menghemat beban gaji klub sekaligus membuka ruang di daftar pemain.
Di sektor kiper, Michele Di Gregorio menjadi sorotan utama. Ia dikaitkan dengan Marseille di Ligue 1 dan mantan klubnya, Monza, di Serie A. Kedatangan Vicario jelas menggeser posisinya sebagai kiper utama. Selain itu, Mattia Perin juga disebut-sebut bisa dijual, dengan Emil Audero yang merupakan produk akademi Juventus sebagai pengganti potensial.
Di lini belakang, Daniele Rugani dan Juan Cabal dilaporkan akan dipinjamkan ke klub Serie A lainnya. Sementara itu, masa depan Federico Gatti masih menggantung. Bek tengah yang sempat diminati Napoli itu kini kehilangan peluang pindah setelah Napoli mengamankan Benoit Badiashile dari Chelsea. Apakah Gatti akan bertahan hingga September atau tetap hengkang masih menjadi tanda tanya.
Lini tengah juga berpotensi ditinggalkan Teun Koopmeiners. Gelandang asal Belanda itu disebut-sebut menjadi kandidat utama untuk dijual, terutama jika pelatih Luciano Spalletti ingin mendatangkan pengganti seperti Franck Kessie. Kepergian Koopmeiners akan menjadi kehilangan besar, mengingat perannya sebagai pengatur tempo permainan.
Terakhir, Nico Gonzalez secara terbuka menyatakan keinginannya kembali ke Atletico Madrid setelah menjalani masa pinjaman yang menyenangkan di sana pada musim 2025/26. Meski masih terikat kontrak hingga 2029, pemain sayap asal Argentina itu tampaknya tidak betah kembali ke Turin. Jika ia pergi, Juventus kehilangan salah satu opsi serangan sayap yang tajam.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika transfer di klub-klub Eropa seperti Juventus selalu menarik untuk diikuti. Banyak pemain Indonesia yang bermimpi menembus liga top Eropa, dan keputusan klub seperti ini menunjukkan betapa kompetitifnya persaingan di level tertinggi. Selain itu, perubahan skuat yang masif bisa memengaruhi performa tim di kompetisi Eropa, yang tentu menjadi tontonan favorit para penggemar di tanah air.
Dengan bursa transfer yang masih terbuka hingga akhir Agustus, keputusan Juventus dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu. Apakah mereka akan benar-benar melepas delapan pemain tersebut, atau justru mempertahankan beberapa di antaranya untuk menjaga kedalaman skuat? Yang jelas, langkah ini akan menjadi ujian bagi manajemen klub dalam menyeimbangkan kebutuhan finansial dan ambisi olahraga.



