Undian Liga Champions Asia Elite: Al-Ahli Jumpa Al-Ain, 32 Klub Siap Bersaing
Baca dalam 60 detik
- Al-Ahli, juara bertahan dua musim beruntun, akan berhadapan dengan Al-Ain, pemenang edisi 2024, di fase liga yang diperluas menjadi 32 tim.
- Fase liga dimulai 14 September hingga 17 Februari, dengan sistem regional yang mempertemukan klub-klub Asia Barat dan Timur.
- Final terpusat kembali digelar di Arab Saudi, menandai tahun ketiga berturut-turut, dengan laga puncak pada 23 April hingga 1 Mei.

Pengundian Liga Champions Asia Elite yang digelar di Kuala Lumpur, Selasa (18/8), mempertemukan dua raksasa Asia: Al-Ahli dari Arab Saudi, juara bertahan dua musim beruntun, dengan Al-Ain dari Uni Emirat Arab, pemenang edisi 2024. Pertemuan ini langsung menjadi sorotan utama fase liga yang musim ini diperluas dari 24 menjadi 32 tim, menjanjikan persaingan yang lebih ketat dan menarik bagi penggemar sepak bola Asia.
Al-Ahli, yang kini ditangani pelatih anyar Marino Pusic setelah Matthias Jaissle hengkang ke Newcastle United, tidak hanya akan berhadapan dengan Al-Ain. Klub asal Jeddah itu juga harus meladeni tiga wakil Qatar: Al-Sadd, Al-Shamal, dan Al-Gharafa, serta dua tim Emirat lainnya, Shabab Al-Ahli dan Al-Wasl, ditambah dua klub Uzbekistan, Neftchi dan Pakhtakor. Jadwal padat ini akan menguji kedalaman skuad Al-Ahli yang musim lalu tampil dominan di kancah Asia.
Di sisi timur, Kashima Antlers asal Jepang, satu-satunya klub dari Asia Timur yang masih aktif di kompetisi ini dan pernah meraih gelar juara, akan menghadapi lawan-lawan berat. Mereka akan bertemu Jeonbuk Motors dari Korea Selatan, yang telah dua kali menjadi juara, serta tiga klub Thailand: Buriram United, Port FC, dan Ratchaburi FC. Selain itu, Antlers juga akan berhadapan dengan pendatang baru Cong An Ha Noi dari Vietnam, dua klub Korea Selatan lainnya (Daejeon Citizen dan Pohang Steelers), serta juara Australia, Newcastle Jets.
Format baru kompetisi ini membagi klub-klub Asia Barat dan Timur ke dalam dua grup terpisah yang masing-masing berisi 16 tim. Delapan tim teratas dari setiap grup akan melaju ke babak gugur, yang juga akan dimainkan secara regional. Empat tim yang lolos dari masing-masing wilayah akan bertemu di babak final terpusat, yang untuk ketiga kalinya beruntun digelar di Arab Saudi. Fase final yang mencakup perempat final, semifinal, dan laga puncak akan berlangsung pada 23 April hingga 1 Mei.
Bagi Indonesia, perluasan kompetisi ini membuka peluang bagi klub-klub Asia Tenggara untuk lebih sering tampil di pentas elite. Meski tidak ada wakil Indonesia pada edisi ini, kehadiran klub-klub seperti Cong An Ha Noi dan Newcastle Jets menunjukkan bahwa persaingan semakin merata. Pengamat sepak bola Asia menilai bahwa peningkatan jumlah peserta ini akan meningkatkan kualitas kompetisi secara keseluruhan, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi klub-klub dari liga yang sedang berkembang.
Dengan format baru ini, pertanyaan besarnya adalah apakah Al-Ahli mampu mempertahankan dominasinya di tengah persaingan yang semakin ketat, atau akankah ada kejutan dari tim-tim seperti Kashima Antlers yang haus gelar? Bagaimana pun, kompetisi musim ini menjanjikan laga-laga sengit yang sayang untuk dilewatkan.



