Nottingham Forest Incar Liam Delap: Kunci Baru Gibbs-White di Lini Depan?
Baca dalam 60 detik
- Forest siapkan dana ยฃ50 juta untuk memboyong Liam Delap dari Chelsea, yang hanya mencetak satu gol musim lalu.
- Kedatangan Delap dinilai bisa menjadi solusi ketergantungan lini depan pada Chris Wood yang mulai rentan cedera.
- Duet Delap-Gibbs-White berpotensi mengembalikan kreativitas Forest setelah kepergian Elliot Anderson ke Manchester City.

Nottingham Forest tengah mempertimbangkan langkah berani di bursa transfer musim panas ini dengan membidik penyerang Chelsea, Liam Delap, yang dibanderol ยฃ50 juta. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk memperkuat lini serang sekaligus memberikan dukungan optimal bagi Morgan Gibbs-White yang menjadi motor permainan tim. Di tengah optimisme yang menyelimuti City Ground setelah kedatangan pelatih anyar Oliver Glasner, keputusan ini bisa menjadi penentu ambisi Forest di Premier League musim depan.
Kepergian Elliot Anderson ke Manchester City dengan nilai fantastis ยฃ116 juta memang meninggalkan lubang besar di lini tengah Forest. Namun, manajemen klub tampaknya tidak tinggal diam. Dengan dana segar yang masuk, Forest berpeluang besar untuk mendatangkan pemain berkualitas. Delap, yang musim lalu gagal bersinar di Stamford Bridge, justru dilihat sebagai profil yang cocok dengan skema permainan Glasner yang mengandalkan transisi cepat dan pressing tinggi.
Delap memang hanya mencetak satu gol di Premier League musim lalu, tetapi catatannya bersama Ipswich Town musim sebelumnya cukup menjanjikan: 12 gol dari 32 penampilan. Ia bahkan dijuluki "wrecking ball" oleh komentator Sky Sports, Lewis Jones, karena gaya bermainnya yang agresif dan sulit dihentikan. Dengan tingkat keberhasilan dribel mencapai 77 persen, Delap berada di peringkat empat persen teratas penyerang di liga, sebuah bukti kualitas yang belum tergali maksimal di Chelsea.
Bagi Gibbs-White, kehadiran Delap bisa menjadi berkah tersendiri. Musim lalu, Gibbs-White harus beradaptasi menjadi pencetak gol utama karena minimnya kontribusi dari lini depan. Akibatnya, kreativitasnya sebagai playmaker sedikit tereduksi. Dengan adanya Delap yang mampu menjadi target man yang haus gol, Gibbs-White bisa kembali fokus pada tugas utamanya: menciptakan peluang. Duet ini berpotensi menjadi salah satu kombinasi paling mematikan di Premier League, mengingat keduanya sama-sama memiliki kecepatan dan intensitas tinggi.
Dari sisi taktik, Delap dinilai sebagai versi lebih muda dan lebih cepat dari Chris Wood yang kini mulai rentan cedera. Pelatih Oliver Glasner, yang sukses membawa Eintracht Frankfurt juara Europa League, dikenal gemar menggunakan formasi 3-4-2-1 dengan penyerang tengah yang kuat dan mobile. Delap, dengan kemampuan fisiknya yang impresif, tampaknya dirancang untuk mengisi peran tersebut. Ia bisa menjadi titik tumpu serangan sekaligus membuka ruang bagi Gibbs-White untuk menusuk dari lini kedua.
Namun, perlu diingat bahwa Delap masih berstatus pemain yang sedang dalam proses perkembangan. Kepindahannya ke Chelsea musim lalu bisa dibilang keputusan yang kurang tepat, mengingat ia jarang mendapat menit bermain. Di Nottingham, ia akan mendapatkan kesempatan emas untuk membangun kembali kariernya. Lingkungan yang lebih tenang dan dukungan penuh dari pelatih serta rekan setim bisa menjadi faktor kunci untuk mengeluarkan potensi terbaiknya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League berani mengambil risiko pada pemain muda yang belum terbukti konsisten. Strategi ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub di Liga Indonesia yang kerap kali lebih memilih pemain asing senior daripada memberikan kepercayaan pada talenta muda. Jika Delap berhasil bersinar di Forest, ia akan menjadi contoh bahwa pemain yang gagal di klub besar masih bisa bangkit dan menjadi bintang di tempat lain.
Pertanyaan besarnya kini adalah apakah Forest mampu menyelesaikan kesepakatan ini di tengah persaingan dengan Everton dan Leeds United. Dengan dana yang cukup dan proyek yang menarik, Forest sebenarnya punya daya tarik tersendiri. Namun, keputusan akhir tetap ada di tangan Delap. Akankah ia memilih untuk meninggalkan Chelsea dan memulai babak baru di Nottingham? Atau justru bertahan dan berjuang merebut tempat di skuad utama? Jawabannya akan menentukan arah karier pemain muda ini dan juga ambisi Forest untuk kembali bersaing di papan atas.



