Marmoush ke Tottenham: Masterstroke atau Judi Mahal di Tengah Belanja Rp6 Triliun?
Baca dalam 60 detik
- Tottenham dikabarkan tengah mengejar Omar Marmoush dari Manchester City, dengan total belanja musim panas yang bisa menembus 300 juta poundsterling.
- Analisis data menunjukkan profil Marmoush yang lebih agresif dalam membawa bola dan menembak dibanding Solanke atau Richarlison, meski menit bermainnya di City terbatas.
- Keputusan ini akan menjadi ujian bagi Roberto De Zerbi dalam memaksimalkan fleksibilitas pemain Mesir itu, sekaligus menentukan arah serangan Spurs musim depan.

Tottenham Hotspur dikabarkan sedang dalam pembicaraan intensif untuk memboyong penyerang Manchester City, Omar Marmoush. Langkah ini menjadi bagian dari rencana belanja besar-besaran klub London utara yang diperkirakan menembus 300 juta poundsterling pada bursa transfer musim panas ini.
Jika terealisasi, Marmoush akan menjadi rekrutan keempat Spurs setelah bek tengah Jan Paul van Hecke, gelandang Sandro Tonali, dan Mateus Fernandes yang total menghabiskan 229,5 juta poundsterling. Sebelumnya, Tottenham juga telah menyepakati transfer winger City, Savinho, senilai 75 juta poundsterling untuk memperkuat lini serang.
Kabar ini muncul di tengah masalah cedera yang membelit Dominic Solanke dalam 18 bulan terakhir, serta kontrak Richarlison yang memasuki tahun terakhir. Situasi ini memaksa De Zerbi mencari opsi baru di lini depan, dan Marmoush dinilai memiliki profil yang berbeda dari dua penyerang yang ada.
Marmoush bergabung dengan City pada Januari 2025 dengan nilai transfer 59 juta poundsterling dari Eintracht Frankfurt. Bersama klub Jerman itu, ia mencetak 20 gol dan 13 assist dalam 26 pertandingan di semua kompetisi pada paruh pertama musim 2024-25. Ia juga sempat menjadi pemain pertama di lima liga top Eropa sejak Lionel Messi (2019) yang mencetak gol langsung dari tendangan bebas dalam tiga pertandingan beruntun.
Namun, kiprahnya di City tidak sepenuhnya mulus. Dari 62 penampilan di semua kompetisi, ia hanya mencetak 16 gol. Pada musim 2025-26, ia hanya tampil delapan kali sebagai starter di Premier League dengan total sekitar 700 menit. Catatan liganya: tiga gol dan tiga assist, dengan expected goals (xG) 3,53 yang hampir sama dengan gol aktualnya. Ini menunjukkan masalahnya bukan pada penyelesaian akhir, melainkan terbatasnya menit bermain di tim yang dibangun di sekitar Erling Haaland.
Mantan bek City, Nedum Onuoha, menilai kegagalan penalti Marmoush di final Piala FA 2025 tidak seharusnya mendefinisikan kariernya di klub. "Ketika saya melihat Marmoush, saya tidak melihat penalti yang gagal. Saya melihat kekuatan yang ia miliki dalam lari ke belakang pertahanan," ujarnya kepada BBC Sport. Onuoha juga menambahkan bahwa semua posisi yang bisa dimainkan Marmoush di City diisi oleh pemain spesialis, sehingga ia kesulitan bersaing.
Fleksibilitas Marmoush menjadi nilai jual utama. Di Frankfurt, ia kerap dimainkan sebagai penyerang tengah, second striker, atau dari sisi kiri. Pola serupa juga diterapkan City. Kemampuan ini diyakini cocok dengan filosofi De Zerbi yang kerap meminta para penyerangnya bertukar posisi dan menusuk ruang kosong. "Marmoush lebih baik saat bermain di bahu bek lawan. Ia butuh tim yang mau mengirim bola ke belakang pertahanan," kata Onuoha.
Data Opta musim lalu menunjukkan Marmoush rata-rata melakukan 11,46 lari ke belakang per 90 menit, hampir sama dengan Solanke (11,61) dan lebih tinggi dari Richarlison (10,03). Namun, ia lebih unggul dalam membawa bola progresif (5,67 per 90 menit) dibanding Solanke (3,24) dan Richarlison (2,48). Ia juga memimpin dalam tembakan, peluang diciptakan, dan sentuhan di kotak penalti lawan.
Menariknya, Marmoush tidak harus menggantikan Solanke. Pengalamannya bermain di belakang penyerang lain membuka peluang duet keduanya. "Solanke punya postur fisik yang kuat. Saya bisa membayangkan kiper mengirim bola datar ke Solanke, lalu Marmoush datang dari belakang untuk menerima bola dan memulai serangan," ujar Onuoha. "Mereka bisa saling melengkapi."
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Tottenham ini menarik untuk disimak. Jika transfer ini sukses, Spurs akan memiliki lini depan yang lebih bervariasi, yang bisa berdampak pada persaingan di papan atas Premier League. Namun, dengan belanja yang sudah sangat besar, tekanan terhadap De Zerbi untuk meraih hasil akan semakin tinggi. Apakah Marmoush akan menjadi jawaban atau justru menjadi beban baru? Musim depan akan menjawabnya.



