Drakor Spooky In Love Syuting di Singapura: Park Eun-bin Cicipi Kuliner Lau Pa Sat
Baca dalam 60 detik
- Serial Korea 'Spooky In Love' menampilkan Singapura sebagai latar episode 9-10, dengan lokasi ikonik seperti Resorts World Sentosa dan Lau Pa Sat.
- Aktor Singapura Charlie Goh ikut meramaikan sebagai pengusaha, menandai kolaborasi produksi Korea dengan talenta lokal.
- Langkah ini memperkuat posisi Singapura sebagai destinasi syuting global, membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik produksi internasional.

Penggemar drama Korea kini bisa menyaksikan pemandangan akrab Singapura dalam serial terbaru Netflix, Spooky In Love. Dua episode terakhir yang tayang pekan ini mengambil latar di negara kota tersebut, menampilkan sederet lokasi ikonik seperti Resorts World Sentosa, Kampong Glam, Clarke Quay, hingga pusat jajanan legendaris Lau Pa Sat.
Serial bergenre rom-com supranatural ini dibintangi Park Eun-bin, yang dikenal lewat perannya dalam Extraordinary Attorney Woo. Ia berperan sebagai Cheon Yeo-ri, seorang pewaris sekaligus CEO hotel yang memiliki kemampuan melihat hantu dan membuat orang lain ikut melihatnya. Lawan mainnya adalah Yang Se-jong, aktor yang membintangi Doona, sebagai pengacara Ma Kang-wook yang akhirnya mengetahui rahasia Yeo-ri.
Dalam episode kesembilan dan kesepuluh, Yeo-ri menghadiri konferensi bisnis di Singapura, dan Kang-wook mengikutinya. Sepanjang episode, penonton diajak menyusuri berbagai sudut kota. Di Sentosa, karakter utama menginap di hotel mewah The Laurus, dan Yeo-ri mengunjungi Singapore Oceanarium untuk bertemu Kang-wook dalam suasana romantis. Sementara itu, aktor Singapura Charlie Goh, yang dikenal lewat film Ah Boys To Men, muncul sebagai pengusaha dalam beberapa adegan.
Episode kesepuluh menampilkan lebih banyak lokasi Singapura. Dimulai dari Clarke Quay, dengan adegan di Read Bridge dan bar populer Chapters by Drinks&Co. Kang-wook kemudian meminta rekomendasi Yeo-ri untuk membeli suvenir, dan mereka berkeliling Kampong Glam, kawasan kaya budaya Melayu-Arab. Pasangan ini juga singgah di Chinatown untuk mencicipi es krim berbentuk Merlion, sebelum mengakhiri perjalanan kuliner di Lau Pa Sat. Di sana, mereka menikmati sate, nasi ayam, mie Hokkien, dan lobak gorengโhidangan khas yang menggugah selera.
Kehadiran Spooky In Love di Singapura menambah daftar panjang produksi internasional yang memilih negara tersebut sebagai lokasi syuting. Sebelumnya, Singapura juga menjadi latar dalam video musik Coldplay Man In The Moon, video musik Jin dari BTS berjudul Don't Say You Love Me, serta serial HBO Max Hacks. Menurut Singapore Tourism Board (STB), kolaborasi semacam ini menjadi bagian penting dari strategi pemasaran mereka untuk memposisikan Singapura sebagai destinasi wisata yang dinamis.
Fenomena ini menarik untuk dicermati dari perspektif Indonesia. Dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk menarik produksi film dan serial internasional. Namun, hingga kini, belum banyak judul besar yang menjadikan Indonesia sebagai latar utama. Padahal, dampaknya bisa signifikan, tidak hanya bagi industri kreatif lokal, tetapi juga bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara luas.
Keberhasilan Singapura dalam menarik produksi seperti Spooky In Love menunjukkan pentingnya dukungan pemerintah, infrastruktur yang memadai, serta kemudahan perizinan. Indonesia dapat belajar dari pengalaman ini untuk meningkatkan daya saingnya di kancah global. Pertanyaannya, apakah industri film nasional dan pemerintah siap berbenah untuk merebut peluang serupa? Jawabannya akan menentukan apakah Indonesia bisa menyusul jejak Singapura dalam peta produksi konten global.



