Newcastle Siapkan Dana £40 Juta untuk Liam Delap: Solusi Fisik di Lini Depan?
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dikabarkan tertarik merekrut Liam Delap dari Chelsea dengan nilai transfer sekitar £40 juta untuk memperkuat lini serang.
- Manajer Matthias Jaissle menilai Delap lebih cocok sebagai ujung tombak dibanding Yoane Wissa yang kurang dominan dalam duel fisik.
- Keputusan Newcastle akan menentukan arah strategi transfer mereka di bursa musim panas ini, dengan persaingan ketat dari klub-klub Premier League lainnya.

Newcastle United kembali bergerak di bursa transfer untuk mencari penyerang tengah baru setelah kegagalan Yoane Wissa memenuhi ekspektasi sebagai pengganti Alexander Isak. Kini, nama Liam Delap dari Chelsea muncul sebagai kandidat utama dengan banderol sekitar £40 juta, sebuah angka yang realistis bagi The Magpies untuk mengamankan servis pemain berusia 23 tahun tersebut.
Musim lalu, Newcastle kehilangan Isak yang hijrah ke Liverpool dengan nilai transfer £125 juta. Kepergian pemain Swedia itu jelas meninggalkan lubang besar di lini depan, mengingat ia mencetak 44 gol dalam dua musim terakhirnya di Premier League. Manajemen klub pun merespons dengan mendatangkan Nick Woltemade dari Stuttgart seharga £69 juta dan Wissa dari Brentford senilai £55 juta. Namun, setelah 12 bulan, hasilnya belum memuaskan. Wissa, yang sempat mencetak 19 gol bersama Brentford pada musim 2024/25, justru kesulitan beradaptasi di St James' Park. Cedera lutut membatasi penampilannya menjadi 19 laga, dan saat fit pun ia kerap kalah dalam duel fisik, baik di darat maupun udara.
Kekurangan Wissa inilah yang membuat Matthias Jaissle, pelatih anyar Newcastle, mulai melirik profil penyerang yang lebih tangguh secara fisik. Dalam formasi 4-2-3-1 yang ia terapkan, dibutuhkan seorang ujung tombak yang bisa menjadi tumpuan serangan, bukan sekadar pencetak gol. Delap, yang pernah dipinjamkan ke Ipswich Town dan mencetak 12 gol di musim yang berakhir dengan degradasi, justru menunjukkan kualitasnya sebagai pemain yang mampu berduel dengan bek tengah lawan, memenangkan bola atas, dan terlibat dalam permainan tim. Rekan setimnya di Ipswich, Jens Cajuste, bahkan menyebutnya sebagai "binatang buas" karena keganasannya di lapangan.
Menurut laporan TEAMtalk, Newcastle bukan satu-satunya klub yang berminat. Manchester United, Nottingham Forest, dan Everton juga dikabarkan mengincar Delap, dengan Everton disebut paling serius. Chelsea sendiri siap melepas pemain Inggris U-21 itu dengan harga sekitar £40 juta. Delap dikabarkan ingin bertahan di Inggris, meski ada tawaran dari klub Italia, Como. Jika Newcastle serius, mereka harus bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangannya sebelum jendela transfer ditutup.
Dari perspektif Indonesia, pergerakan Newcastle di bursa transfer ini menarik untuk disimak, terutama bagi para penggemar sepak bola yang mengikuti perkembangan Premier League. Meski tidak ada pemain Indonesia yang terlibat langsung, kebijakan transfer klub-klub besar Inggris kerap menjadi barometer tren sepak bola global. Jika Newcastle sukses mendatangkan Delap, hal ini bisa menjadi sinyal bahwa klub-klub Inggris mulai mengedepankan aspek fisik dalam membangun skuad, sejalan dengan tuntutan permainan modern yang semakin intens.
Keputusan Newcastle untuk merekrut Delap tentu tidak lepas dari risiko. Musim lalu, ia hanya mencetak satu gol dalam 28 penampilan bersama Chelsea. Namun, performanya saat menjadi starter reguler di Ipswich menunjukkan bahwa ia memiliki potensi besar. Jaissle tampaknya lebih memilih pemain yang bisa memberikan kontribusi di luar gol, seperti memenangkan duel, menjaga penguasaan bola, dan menciptakan ruang bagi rekan setim. Dengan begitu, lini serang Newcastle diharapkan lebih hidup meski tanpa ketajaman murni seorang striker.
Pertanyaannya, apakah Newcastle berani mengambil risiko dengan mengeluarkan £40 juta untuk pemain yang belum konsisten di level tertinggi? Atau justru ini adalah langkah cerdas untuk membangun fondasi jangka panjang? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: bursa transfer musim panas ini akan menjadi ujian bagi strategi Jaissle dalam meramu tim impiannya.



