Jalen Duren Teken Kontrak Rp3,1 Triliun dengan Pistons, Akhiri Drama Musim Panas
Baca dalam 60 detik
- Jalen Duren resmi menandatangani perpanjangan kontrak lima tahun senilai $200 juta dengan Detroit Pistons setelah negosiasi alot selama beberapa bulan.
- Kesepakatan ini tercapai tepat sebelum tenggat waktu qualifying offer, menghindarkan Duren dari risiko menjadi free agent tanpa jaminan pada 2027.
- Duren menjadi pemain terbaru dari angkatan draft 2022 yang mendapatkan kontrak besar, menyusul Holmgren, Banchero, dan Williams.

Detroit Pistons akhirnya mengamankan salah satu aset terpentingnya. Jalen Duren, center berusia 22 tahun, menyetujui perpanjangan kontrak selama lima tahun dengan nilai total $200 juta, menurut laporan ESPN. Kesepakatan ini menutup kebuntuan negosiasi yang berlangsung sejak berakhirnya musim lalu dan sempat memanas beberapa pekan terakhir.
Duren, yang terpilih sebagai tim ketiga All-NBA pada musim 2024-25, sebenarnya memiliki opsi untuk menerima qualifying offer senilai $9,6 juta. Namun, langkah itu berisiko besar: ia akan menjadi unrestricted free agent pada 2027 tanpa jaminan pendapatan jangka panjang. Negosiasi antara kubu Duren dan manajemen Pistons sempat alot, terutama setelah muncul laporan bahwa tim menyertakan klausul berat badan dalam tawaran terbaru. Klausul yang mewajibkan Duren menimbang berat badannya setiap bulan itu akhirnya dihapus pekan ini, menurut The Athletic.
Meski sempat merasa tidak dihormati, Duren memilih bertahan di franchise yang memilihnya pada urutan ke-13 draft NBA 2022. Keputusan ini dinilai rasional secara finansial. Analis CBS Sports, Sam Quinn, memperkirakan bahwa jika Duren nekat mengambil qualifying offer, ia hanya akan mengantongi sekitar $198,8 juta dalam lima musim ke depanโlebih kecil dari tawaran Pistons saat ini. Belum lagi risiko cedera atau penurunan performa yang bisa menggerus nilainya di pasar bebas.
Duren sempat melakukan pertemuan dengan Los Angeles Lakers dan Sacramento Kings pada awal periode free agency. Namun, ruang gaji tim lain sangat terbatas untuk menawarkan offer sheet maksimum yang kemungkinan besar akan ditandingi Pistons. Lakers kemudian beralih ke sign-and-trade untuk Walker Kessler, sementara Kings dikabarkan tertarik pada skenario serupa dengan Detroit, tetapi Pistons enggan bernegosiasi. Jalan menuju perpanjangan kontrak pun semakin terbuka.
"Menerima qualifying offer tidak memberikan keuntungan finansial. Ada banyak risiko dan tidak ada yang bisa didapat secara materi," tulis Quinn dalam analisisnya.
Penundaan hingga detik terakhir bukan hal aneh di NBA. Musim panas lalu, Cam Thomas, Jonathan Kuminga, dan Quentin Grimes juga menandatangani kontrak mendekati tenggat. Tahun ini, Peyton Watson dan Kessler menjadi contoh restricted free agent yang baru bergerak setelah negosiasi panjang. Duren kini menyusul Chet Holmgren, Paolo Banchero, dan Jalen Williamsโtiga pemain dari kelas draft 2022 yang lebih dulu mendapatkan kontrak maksimum 25% (lima tahun, $239 juta).
Bagi Pistons, kesepakatan ini mempertegas arah pembangunan tim. Manajemen telah mengunci trio inti Cunningham, Duren, dan Thompson setidaknya hingga 2030. Dengan Cunningham memasuki tahun kedua kontrak supermaksnya, Detroit memilih tidak menjadikan Duren pemain dengan bayaran tertinggi di kelas draftnya, tetapi tetap memberinya komitmen jangka panjang yang signifikan. Langkah ini menunjukkan bahwa Pistons ingin tetap kompetitif di wilayah Timur tanpa mengorbankan fleksibilitas gaji di masa depan.
Ke depan, tantangan bagi Duren adalah membuktikan bahwa dirinya layak menjadi fondasi utama Pistons. Performa postseason yang kurang memuaskan menjadi catatan tersendiri. Jika ia mampu meningkatkan konsistensi dan memperbaiki aspek pertahanan, kontrak ini bisa menjadi salah satu kesepakatan paling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Sebaliknya, jika perkembangan terhenti, Pistons mungkin akan menghadapi tekanan gaji yang tidak sebanding dengan hasil di lapangan.



