Noah Kahan Ungkap Beban Moral di Balik Lagu Hunger Games: 'Bukan Sekadar Menulis'
Baca dalam 60 detik
- Noah Kahan merilis lagu 'Draw You Out' untuk film The Hunger Games: Sunrise on the Reaping, mengaku merasa tanggung jawab besar untuk menghormati karakter Haymitch Abernathy dan Lenore Dove.
- Ia menekankan pentingnya koneksi personal dalam proses kreatif, ingin ada bagian dirinya dalam lagu tersebut tanpa mengorbankan esensi cerita.
- Lagu ini melanjutkan tradisi musisi besar seperti Taylor Swift dan Lorde yang sebelumnya mengisi soundtrack franchise Hunger Games, menambah ekspektasi tinggi.

Noah Kahan, penyanyi-penulis lagu asal Amerika Serikat, mengaku tidak main-main saat dipercaya menciptakan lagu untuk film terbaru The Hunger Games: Sunrise on the Reaping. Lagu berjudul "Draw You Out" itu ia tulis dengan penuh kesadaran akan tanggung jawab moral terhadap karakter Haymitch Abernathy dan Lenore Dove, dua sosok sentral dalam cerita.
Kahan, yang dikenal lewat album Stick Season, bukan pendatang baru di dunia Hunger Games. Ia telah lama mengikuti franchise distopia tersebut, sehingga ketika ditawari mengisi soundtrack, ia menyadari bahwa ekspektasi tidak hanya datang dari penggemar, tetapi juga dari penulis novel Suzanne Collins dan sutradara Francis Lawrence. "Musik adalah bagian besar dari Hunger Games," ujarnya kepada Billboard, seperti dikutip dari wawancara eksklusif.
Tekanan terbesar baginya bukanlah soal nama-nama besar yang pernah mengisi soundtrack sebelumnya—seperti Taylor Swift, Lorde, Coldplay, dan Olivia Rodrigo—melainkan keinginan untuk tidak mengecewakan mereka yang memiliki ikatan emosional mendalam dengan kisah tersebut. "Ini tentang menghormati orang-orang yang punya koneksi intim dengan karakter dan cerita ini. Kepercayaan sutradara bahwa saya bisa melakukannya adalah hal yang istimewa," tegasnya.
Bagi Kahan, menulis lagu untuk film bukan sekadar pesanan komersial. Ia ingin ada bagian dari dirinya yang tertanam dalam karya tersebut. "Saya ingin ada bagian dari saya di dalamnya, sebagai cara menemukan bagian dari diri saya dalam karakter ini, dan memastikan saya tidak mengorbankan salah satunya," jelasnya. Jika hanya menulis tentang Haymitch tanpa keterlibatan personal, ia ragu bisa menyentuh pendengar. "Saya tidak tahu apakah saya bisa terhubung jika tidak ada bagian dari saya di sana," tambahnya.
"Ini lagu yang sedih, tapi Anda tidak akan datang kepada saya jika mencari sesuatu yang menghangatkan hati. Ini bukan adegan di mana mereka semua melawan. Ada harapan di dalamnya, tetapi jika Anda dengarkan baik-baik, saya masih mengatakan hal-hal sedih. Kebetulan saja ada beat keren di belakangnya."
— Noah Kahan
Pernyataan itu menegaskan ciri khas Kahan: lirik melankolis yang dibungkus aransemen pop yang mudah dicerna. Ia tidak berencana mengubah pendekatan tersebut. "Draw You Out" disebutnya sebagai lagu yang gelap namun tetap memiliki melodi yang catchy, mencerminkan gaya khasnya yang sering menyembunyikan kesedihan di balik irama radio-friendly.
Keterlibatan Kahan dalam franchise Hunger Games juga menyoroti tren musisi indie dan alternatif yang semakin dilirik untuk mengisi soundtrack film blockbuster. Setelah Taylor Swift dan Lorde, kehadiran Kahan menandai pergeseran selera industri musik film ke arah artistik yang lebih personal. Bagi penggemar di Indonesia, lagu ini dapat dinikmati melalui platform streaming digital, dan filmnya dijadwalkan tayang di bioskop tanah air pada akhir tahun ini.
Ke depan, apakah "Draw You Out" akan menjadi hits seperti "Safe & Sound" milik Taylor Swift atau "Yellow Flicker Beat" dari Lorde? Atau justru menjadi catatan kaki dalam diskografi Kahan? Yang jelas, ia telah menunaikan tugas dengan serius, dan publik akan menilai apakah lagu ini mampu berdiri sendiri di luar konteks film.



