Everton Incar Delap untuk Ulangi Sukses Dewsbury-Hall: Strategi Moyes di Bursa Transfer
Baca dalam 60 detik
- Everton dikabarkan tertarik merekrut Liam Delap dari Chelsea dengan banderol £50 juta, menyusul kesuksesan Kiernan Dewsbury-Hall yang bangkit di Merseyside.
- Delap yang gagal bersinar di Stamford Bridge dinilai memiliki profil yang cocok dengan skema David Moyes, mirip dengan kasus Dewsbury-Hall yang sempat terpinggirkan.
- Jika transfer ini terwujud, Everton berpeluang memperkuat lini serang dan bersaing menembus papan atas, sekaligus menjadi sinyal ambisi klub di tengah persaingan ketat Premier League.

Setelah musim lalu yang berakhir dengan kekecewaan, Everton kembali berbenah. Klub asal Liverpool itu dikabarkan serius membidik penyerang Chelsea, Liam Delap, di sisa bursa transfer musim panas ini. Langkah ini dinilai sebagai upaya mengulangi resep sukses yang pernah mereka terapkan pada Kiernan Dewsbury-Hall, yang justru tampil memukau setelah gagal di Stamford Bridge.
Menurut laporan The i Paper, Everton bergabung dengan Leeds United dan Nottingham Forest dalam perburuan tanda tangan Delap. Chelsea sendiri dikabarkan membuka pintu bagi pemain berusia 23 tahun itu untuk hengkang dengan nilai transfer sekitar £50 juta. Angka tersebut memang tergolong tinggi, tetapi Everton memiliki sejarah ketertarikan yang panjang terhadap pemain jebolan akademi Manchester City ini.
Delap mengalami musim yang sulit di Chelsea. Diboyong dari Ipswich Town pada musim panas lalu dengan ekspektasi tinggi, ia hanya mampu mencetak satu gol di Premier League. Namun, performa impresifnya bersama Ipswich pada musim 2024/2025—dengan 12 gol di kasta tertinggi—menunjukkan bahwa ia memiliki naluri mencetak gol yang tajam. Sky Sports bahkan pernah menjulukinya sebagai "wrecking ball" berkat gaya bermainnya yang agresif dan kuat.
Kegagalan Delap di Chelsea mengingatkan pada kisah Dewsbury-Hall. Gelandang berusia 27 tahun itu hanya tampil dua kali sebagai starter di Premier League bersama Chelsea sebelum akhirnya pindah ke Everton. Di bawah asuhan David Moyes, ia justru menjelma menjadi pemain kunci dengan kemampuan bermain di berbagai posisi lini tengah. Dewsbury-Hall bahkan mengaku kembali percaya diri setelah menjalani musim pertamanya yang impresif di Goodison Park.
Moyes dikenal sebagai pelatih yang mampu memulihkan performa pemain yang sedang terpuruk. Ia berhasil membangun kembali karier Dewsbury-Hall, dan kini ia dipercaya dapat melakukan hal serupa terhadap Delap. Everton sempat digadang-gadang bisa lolos ke Liga Champions sebelum akhirnya terpuruk dalam tujuh laga tanpa kemenangan di akhir musim lalu. Kehadiran striker tajam seperti Delap bisa menjadi jawaban untuk meningkatkan daya gedor tim.
Namun, harga £50 juta menjadi batu sandungan. Everton perlu bernegosiasi dengan Chelsea untuk mendapatkan angka yang lebih masuk akal. Jika berhasil, ini bisa menjadi pernyataan ambisi klub yang selama ini sering dikritik karena kurang agresif di bursa transfer. Di sisi lain, Delap sendiri tampaknya membutuhkan lingkungan baru yang lebih mendukung untuk mengembangkan potensinya, dan Everton bisa menjadi tempat yang tepat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah ini menarik karena menunjukkan betapa pentingnya kesabaran dan kejelian dalam memilih klub. Banyak pemain muda yang gagal di klub besar justru bersinar di klub yang lebih sesuai dengan gaya bermainnya. Delap bisa menjadi contoh berikutnya dari fenomena tersebut.
Dengan sisa waktu kurang dari dua minggu sebelum bursa transfer ditutup, keputusan Everton akan menjadi sorotan. Apakah mereka berani mengambil risiko demi mengulangi sukses Dewsbury-Hall? Atau akankah mereka membiarkan peluang ini berlalu dan kembali terjebak di papan tengah? Jawabannya akan menentukan arah perjalanan The Toffees musim ini.



