Hubner Dedikasikan Gol Perdana Resmi untuk Kamari, Indonesia ke Final ASEAN Cup
Baca dalam 60 detik
- Justin Hubner mencetak gol sundulan saat Indonesia menghancurkan Bangladesh 9-2 di laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
- Gol tersebut dipersembahkan untuk putrinya, Kamari, yang menyaksikan langsung dari tribun GBK bersama Jennifer Coppen.
- Indonesia lolos ke final dengan status juara grup, selisih satu gol dari Malaysia, dan akan menantang Thailand pada 5 Oktober.

Justin Hubner akhirnya membuka rekening gol resminya bersama timnas Indonesia pada momen yang tepat. Bek tengah itu menyumbang satu gol dalam kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (1/10/2026), sekaligus memastikan Garuda melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Gol Hubner lahir dari skema sepak pojok menjelang turun minum. Sundulannya mengubah kedudukan menjadi 6-1 dan memberi Indonesia keunggulan psikologis sebelum memasuki ruang ganti. Bagi pemain berusia 23 tahun itu, momen tersebut bukan sekadar angka di papan skor.
"Oh, gol saya? Ya, itu untuk anak perempuan saya!" ujar Hubner kepada awak media usai pertandingan, merujuk pada putrinya, Kamari, yang hadir di stadion bersama ibunya, Jennifer Coppen.
Dedikasi itu menandai babak baru dalam karier Hubner di level internasional. Sebelumnya, ia hanya mencetak satu gol dalam laga uji coba melawan Oman pada 5 Juni 2026. Kini, dari 21 penampilan bersama skuad Garuda, gol ke gawang Bangladesh tercatat sebagai yang pertama di pertandingan resmi โ sebuah kontribusi yang jarang datang dari posisi bek tengah.
Kemenangan besar ini tidak diraih dengan jalan mulus. Hingga menit 90+1, Indonesia masih tertahan 7-2 dan berada di ambang kegagalan lolos ke final. Di saat bersamaan, Malaysia menuntaskan laga melawan Singapura dengan kemenangan 6-0 di Bandung. Situasi itu memaksa pasukan John Herdman menambah dua gol dalam sisa waktu tambahan demi menyalip selisih gol Malaysia.
Misi berat tersebut akhirnya tuntas. Kevin Diks dan Mitchell Baker mencetak gol tambahan yang menggenapkan skor menjadi 9-2. Baker menjadi bintang lapangan dengan lima gol, sementara Diks menyumbang satu. Kemenangan itu memastikan Indonesia finis sebagai juara Grup A, unggul tipis satu gol atas Malaysia yang harus puas menjadi runner-up.
Bagi Indonesia, laga ini memperlihatkan dua sisi yang saling bertolak belakang: ketajaman lini serang dan kerapuhan pertahanan yang nyaris berbuah petaka. Meski mencetak sembilan gol, Indonesia sempat membiarkan Bangladesh dua kali menembus gawang. Efisiensi penyelesaian akhir menjadi penyelamat, tetapi menghadapi Thailand di final, margin kesalahan seperti itu bisa jauh lebih mahal.
Thailand melaju ke partai puncak sebagai juara Grup B dan dikenal memiliki organisasi pertahanan yang lebih rapi. Laga final dijadwalkan berlangsung pada 5 Oktober 2026, kembali di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dukungan suporter di kandang sendiri akan menjadi faktor krusial, terutama jika pertandingan berjalan ketat seperti saat melawan Bangladesh.
Pertanyaan besarnya kini: apakah Indonesia mampu mempertahankan intensitas serangan tanpa mengorbankan disiplin bertahan? Jika Hubner dan rekan-rekan bisa menjaga keseimbangan itu, gelar juara ASEAN Cup bukan sekadar angan-angan. Sebaliknya, kelemahan di lini belakang bisa menjadi bumerang di partai puncak.



