HUT ke-81 RI di Dili: Diaspora Timor Leste Gelar Pesta Rakyat hingga Ziarah ke TMP Seroja
Baca dalam 60 detik
- KBRI Dili memperingati HUT ke-81 RI dengan tema 'Dari Warga Untuk Warga', menekankan gotong royong diaspora dan badan usaha Indonesia di Timor Leste.
- Rangkaian acara meliputi pengukuhan Paskibra, pesta rakyat dengan lomba tradisional, hingga ziarah ke TMP Seroja untuk menghormati pahlawan.
- Perayaan ini menjadi simbol penguatan identitas kebangsaan di perantauan sekaligus diplomasi budaya Indonesia di Timor Leste.

Dili, Timor Leste โ Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili menggelar serangkaian acara memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, mulai dari upacara bendera, pesta rakyat, hingga ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Seroja, dengan mengusung tema "Dari Warga Untuk Warga" yang menegaskan semangat kebersamaan diaspora di negeri seberang.
Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Dili, Raden Sakunto Paksi, menegaskan bahwa peringatan tahun ini tidak sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kontribusi warga Indonesia di Timor Leste. "Kontribusi sekecil apa pun memiliki arti ketika dilakukan bersama. Di mana pun kita berada, kita tetap satu keluarga besar Indonesia," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (17/8). Pernyataan ini menggarisbawahi peran aktif diaspora dalam menjaga identitas kebangsaan di tengah jarak geografis.
Rangkaian kegiatan dimulai Jumat (14/8) dengan pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) KBRI Dili 2026 yang akan bertugas pada upacara 17 Agustus. Keesokan harinya, Sabtu (15/8), digelar pesta rakyat yang meriah dengan senam jantung sehat, lomba tradisional untuk anak-anak, dan lomba menyanyi. Acara ini menjadi ruang interaksi antargenerasi diaspora, sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat lokal Timor Leste.
Puncak acara berlangsung Minggu (16/8) dengan ziarah ke TMP Seroja, tempat bersemayamnya para pahlawan yang gugur dalam pengabdiannya. Peserta mengikuti upacara tabur bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir. Bagi banyak diaspora, momen ini bukan hanya nostalgia, tetapi pengingat akan harga kemerdekaan yang harus dijaga. "Ziarah ini mengajarkan kami untuk tidak melupakan sejarah," kata salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.
Pada hari puncak, Senin (17/8), upacara bendera digelar khidmat di halaman KBRI Dili. Diaspora Indonesia dari berbagai latar belakang hadir mengenakan pakaian adat nusantara, dari kebaya Jawa hingga ulos Batak, menciptakan mozaik budaya yang memukau. KBRI Dili memberikan apresiasi berupa hadiah bagi peserta dengan pakaian terbaik, sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas dan kecintaan mereka pada tanah air.
Raden Sakunto Paksi menilai kolaborasi yang terjalin sepanjang perayaan ini mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Ia berharap semangat kebersamaan ini tidak berhenti setelah acara usai, melainkan terus hidup dalam keseharian masyarakat Indonesia di Timor Leste. "Semoga kontribusi nyata kita semua dapat terus dirasakan, baik oleh sesama WNI maupun masyarakat Timor Leste," tambahnya.
Perayaan HUT RI di luar negeri seperti ini memiliki makna strategis dalam diplomasi publik. Selain mempererat hubungan bilateral Indonesia-Timor Leste, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi budaya yang memperkuat citra positif Indonesia di mata internasional. Kehadiran pakaian adat dan lomba tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi warga lokal yang hadir.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana diaspora Indonesia di Timor Leste dapat terus menjaga momentum kebersamaan ini di tengah kesibukan masing-masing. Apakah semangat "Dari Warga Untuk Warga" akan melahirkan program berkelanjutan, misalnya dalam bidang pendidikan atau ekonomi kreatif? Waktu yang akan menjawab, namun yang jelas, peringatan tahun ini telah menorehkan catatan penting tentang kekuatan komunitas Indonesia di perantauan.



