Google dan SpaceX Uji Pusat Data AI di Orbit Bumi, Langkah Awal Komputasi Angkasa
Baca dalam 60 detik
- Google meluncurkan satelit prototipe berisi chip AI TPU untuk menguji ketahanan komputasi di luar angkasa.
- SpaceX menyediakan roket Falcon 9 sebagai kendaraan uji, sementara Planet Labs membangun satelitnya.
- Jika berhasil, pusat data orbital berpotensi mengubah peta infrastruktur AI global dan menarik minat investor teknologi.

Google dan SpaceX memulai babak baru dalam perlombaan infrastruktur kecerdasan buatan dengan meluncurkan satelit prototipe yang membawa chip AI ke orbit Bumi. Misi bernama Project Suncatcher ini dijadwalkan lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg, California, pada pukul 11.15 waktu Pasifik, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.
Satelit tersebut tidak dibangun oleh Google maupun SpaceX, melainkan oleh Planet Labs PBC, mitra lama Google sejak April 2017. Di dalamnya tertanam Tensor Processing Unit (TPU), chip khusus yang biasa digunakan Google untuk melatih dan menjalankan model AI di pusat data darat. Kali ini, TPU harus bertahan menghadapi tekanan fisik peluncuran, fluktuasi suhu ekstrem, serta paparan radiasi di ruang angkasa.
Yang membuat proyek ini menarik bukan sekadar aspek teknisnya, melainkan potensi ekonomi yang ditawarkan. Menurut Travis Beals, senior director Paradigms of Intelligence di Google, satelit di orbit rendah Bumi dapat menikmati sinar matahari hampir sepanjang waktu, menghasilkan energi surya hingga delapan kali lebih besar dibandingkan panel di permukaan Bumi. Dalam jangka panjang, Google membayangkan jaringan konstelasi satelit yang saling terhubung untuk menangani beban kerja AI berskala besar langsung dari orbit.
SpaceX tidak hanya berperan sebagai penyedia roket. Perusahaan milik Elon Musk itu dilaporkan tengah menyiapkan rencana serupa untuk membangun pusat data orbital sendiri. Musk bahkan menyatakan keyakinannya di Forum Ekonomi Dunia Davos bahwa tempat termurah untuk menempatkan AI adalah di luar angkasa, dan prediksi itu akan terbukti dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
"In low Earth orbit, satellites can access near-constant sunlight, generating up to eight times more solar power than on Earth. Eventually, it could be possible to link together multiple constellations of satellites, allowing them to manage larger AI workloads while in orbit." โ Travis Beals, Senior Director Paradigms of Intelligence, Google
Bagi Planet Labs, misi Transporter-18 ini menjadi katalis yang dinanti. Saham perusahaan sempat menyentuh rekor tertinggi 51,70 dolar AS pada akhir Mei, namun melemah cukup dalam hingga awal Oktober. Kesuksesan peluncuran dan pengujian TPU di orbit bisa menjadi sinyal positif bagi pasar bahwa Planet Labs bukan sekadar penyedia citra satelit, tetapi juga pemain penting dalam infrastruktur komputasi angkasa.
Konsep pusat data di luar angkasa memang terdengar seperti fiksi ilmiah lima tahun lalu. Namun, kombinasi antara kebutuhan daya komputasi AI yang meledak, keterbatasan lahan dan energi di Bumi, serta biaya peluncuran roket yang terus menurun membuat gagasan ini mulai masuk akal secara komersial. Google dan SpaceX bukan satu-satunya yang melirik celah ini; sejumlah startup dan lembaga riset juga mulai mengeksplorasi komputasi orbital.
Dari sudut pandang Indonesia, perkembangan ini layak dicermati. Sebagai negara kepulauan dengan infrastruktur darat yang menantang di wilayah terpencil, teknologi satelit komputasi bisa membuka peluang konektivitas dan layanan AI yang lebih merata. Namun, Indonesia masih bergantung pada penyedia luar negeri untuk kapasitas satelit dan peluncuran. Tanpa investasi riset dan kemitraan strategis, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar, bukan pemain dalam ekonomi komputasi angkasa yang sedang tumbuh.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah pusat data di orbit bisa terwujud, melainkan siapa yang akan menguasai infrastrukturnya lebih dulu. Jika Project Suncatcher dan ambisi SpaceX berjalan sesuai rencana, peta kekuatan AI global bisa bergeser ke arah perusahaan yang mampu mengendalikan orbit, bukan sekadar daratan.



