Prabowo Pimpin Penurunan Bendera HUT ke-81, Paskibraka Perlihatkan Formasi Angka 81
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara penurunan Sang Merah Putih di Istana Merdeka, menandai puncak peringatan HUT ke-81 RI.
- Paskibraka membentuk formasi angka 81, simbol usia kemerdekaan, dengan personel dari berbagai daerah termasuk Papua dan NTT.
- Setelah prosesi, Presiden menyaksikan persembahan lagu 'Bagimu Negeri' oleh Vina Panduwinata, Rizky Febian, dan Niki Becker.

Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara pada prosesi penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu sore. Momen ini menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus penanda berakhirnya agenda seremonial puncak yang berlangsung khidmat.
Dalam prosesi yang berlangsung sekitar pukul 17.30 WIB itu, formasi Paskibraka menjadi pusat perhatian. Pasukan pengibar bendera pusaka itu membentuk angka 81 di lapangan upacara, sebuah simbol yang menegaskan usia kemerdekaan Indonesia. Formasi ini bukan sekadar ornamen; ia merepresentasikan koordinasi dan disiplin puluhan pelajar dari berbagai penjuru tanah air yang telah menjalani latihan intensif berbulan-bulan.
Bendera yang telah diturunkan kemudian diserahkan kepada Presiden melalui pembawa baki, Neeltje Deliana Insjowi Werimon, pelajar asal Papua. Penyerahan ini menjadi titik akhir dari rangkaian inti upacara. Setelah itu, Presiden menyaksikan persembahan lagu "Bagimu Negeri" yang dibawakan oleh tiga musisi, Vina Panduwinata, Rizky Febian, dan Niki Becker, sebelum meninggalkan mimbar kehormatan.
Di balik kemegahan seremoni, terdapat simbolisme yang lebih dalam. Pemilihan personel Paskibraka dari berbagai daerah, seperti Papua, NTT, dan Kalimantan Barat, menunjukkan upaya pemerintah memperkuat rasa kebangsaan dari Sabang sampai Merauke. Komandan pasukan kelompok 17, Baruno Wicaksono, berasal dari SMA Taruna Nusantara Cimahi, sementara kelompok 8 dipimpin Atanasius Meyllano Frans Yogar dari Kupang. Keberagaman ini, menurut pengamat kepemudaan, adalah cermin nyata dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang dirawat melalui kaderisasi generasi muda.
Bagi publik Indonesia, momen ini bukan sekadar ritual tahunan. Di tengah dinamika politik dan ekonomi yang menantang, upacara penurunan bendera menjadi pengingat akan kontinuitas negara. Kehadiran Prabowo sebagai pemimpin upacara untuk pertama kalinya sejak dilantik pada Oktober 2024 lalu, memberi warna tersendiri. Ini adalah HUT pertama yang dipimpin oleh presiden dari periode pemerintahan baru, sebuah momen yang kerap dijadikan barometer gaya kepemimpinan dan prioritas nasional.
Para pengamat menilai bahwa pemilihan lagu "Bagimu Negeri" dan penampilan musisi lintas generasiโdari Vina Panduwinata yang melegenda hingga Rizky Febian dan Niki Becker yang lebih mudaโadalah upaya merangkul seluruh lapisan usia. "Ini pesan inklusivitas, bahwa kemerdekaan adalah milik semua generasi," ujar seorang pengamat budaya yang dihubungi LyndHub.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah bagaimana semangat HUT ke-81 ini diterjemahkan dalam kebijakan nyata, terutama dalam hal pemerataan pembangunan dan penguatan identitas nasional di tengah arus globalisasi. Apakah momen seremonial ini akan diikuti dengan langkah konkret yang dirasakan masyarakat luas? Publik tentu berharap demikian.



