Karhutla Hanguskan 9.269 Hektare di 25 Daerah Jatim, Lumajang Paling Parah
Baca dalam 60 detik
- BPBD Jawa Timur mencatat 136 kejadian kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau 2026 dengan total area terbakar 9.269,55 hektare.
- Enam kabupaten menjadi episentrum kerusakan, dipimpin Lumajang yang kehilangan lebih dari 2.190 hektare, disusul Probolinggo dan Blitar.
- Pemprov Jatim menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla, sementara 24 kabupaten/kota menyusul dengan status serupa.

Musim kemarau 2026 meninggalkan jejak kerusakan serius di Jawa Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi itu melaporkan sebanyak 136 peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di 25 kabupaten/kota, dengan total area yang dilalap api mencapai 9.269,55 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengungkapkan angka tersebut dalam keterangan pers, Kamis (1/10). Menurutnya, mayoritas titik api sudah berhasil dipadamkan berkat kerja cepat tim gabungan. Meski demikian, ia menegaskan kewaspadaan tidak boleh kendur karena musim kemarau belum sepenuhnya berakhir.
"Sebagian besar titik api sudah berhasil kita padamkan, namun personel dan armada penanggulangan bencana tetap disiagakan secara penuh di lapangan," ujar Gatot.
Data BPBD Jatim menunjukkan konsentrasi kerusakan terbesar berada di enam kabupaten. Lumajang menempati posisi teratas dengan lebih dari 2.190 hektare lahan terbakar. Probolinggo menyusul dengan 1.800 hektare, lalu Blitar sekitar 1.600 hektare, dan Banyuwangi yang menembus 1.400 hektare. Adapun Jember dan Malang masing-masing kehilangan ratusan hektare.
Gatot menambahkan bahwa sejumlah wilayah lain seperti Ponorogo, Magetan, Pasuruan, Bondowoso, Situbondo, Trenggalek, dan Mojokerto juga berulang kali dilanda insiden serupa. Pemicu utamanya adalah kondisi vegetasi yang mengering ekstrem selama puncak kemarau.
Menghadapi eskalasi bencana, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan. Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026. Langkah tersebut kemudian diikuti oleh 24 kabupaten/kota yang menyatakan status kedaruratan masing-masing.
Dari sisi operasional, BPBD Jatim memobilisasi armada besar, termasuk mobil tangki air, mobil water treatment, truk logistik, dan pompa air berkapasitas tinggi. Konsolidasi personel gabungan yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, dan Polri terus dimatangkan melalui rapat teknis dan apel siaga.
Gatot juga mengingatkan masyarakat, pengelola kawasan hutan, dan pendaki gunung untuk tidak memicu percikan api di area kering. Ia secara khusus melarang kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan atau menyalakan api unggun tanpa pengawasan ketat.
"Kerja sama masyarakat sangat krusial untuk mencegah meluasnya karhutla," tegasnya.
Warga yang menemukan potensi kebakaran lahan atau membutuhkan bantuan darurat kekeringan diminta segera melapor ke Posko Siaga BPBD Jatim melalui Call Center 117 atau WhatsApp Pusdalops PB di nomor 0812-317-80000.
Meski situasi mulai terkendali, ancaman karhutla belum sepenuhnya sirna. Musim kemarau yang diprediksi berlanjut hingga beberapa pekan ke depan menuntut kesiapsiagaan berkelanjutan. Pertanyaannya, seberapa siap daerah-daerah di Jawa Timur menghadapi potensi gelombang kedua kebakaran lahan jika kemarau kembali menguat?



