Aston Villa Kian Dekat Rekrut Zion Suzuki, Siapkan Pengganti Martinez
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa memasuki tahap lanjut negosiasi dengan Parma untuk kiper Jepang, Zion Suzuki, setelah gagal ke PSG.
- Kesepakatan senilai โฌ35 juta disiapkan, sejalan dengan rencana melepas Emiliano Martinez yang diminati Juventus.
- Suzuki, 23 tahun, dinilai sebagai investasi jangka panjang yang bisa menjadi kiper utama Villa selama satu dekade.

Aston Villa dilaporkan tengah berada di ambang kesepakatan untuk merekrut kiper Parma, Zion Suzuki, setelah negosiasi memasuki tahap lanjut. Langkah ini diambil sebagai antisipasi atas ketidakpastian masa depan Emiliano Martinez, yang terus dikaitkan dengan kepindahan ke sejumlah klub besar Eropa.
Kiper asal Jepang berusia 23 tahun itu sebelumnya menjadi incaran Paris Saint-Germain, namun kesepakatan dengan juara Eropa tersebut gagal terwujud pekan ini. Kini, Villa bergerak cepat dengan mengajukan tawaran resmi dan siap menyamai proposal PSG senilai โฌ35 juta atau sekitar ยฃ30 juta, seperti diungkapkan jurnalis Fabrizio Romano dan Ben Jacobs.
Suzuki bukan nama asing di pentas Serie A. Musim lalu, ia mencatatkan rata-rata 3,3 penyelamatan per pertandingan, menempatkannya di posisi ketiga terbaik liga. Dari 20 penampilan bersama Parma, ia mengoleksi 66 penyelamatan dan lima clean sheet. Performa impresif itu membuatnya dipercaya menjadi kiper utama tim nasional Jepang, termasuk tampil penuh dalam empat laga Piala Dunia 2026.
Kepindahan Suzuki ke Parma pada musim panas 2024 sempat dipuji oleh pengamat Serie A, Ben Mattinson, yang menyebutnya sebagai prospek kiper dengan kemampuan menguasai area dan distribusi bola yang sangat baik. Prediksi tersebut kini terbukti, dengan namanya mulai diperhitungkan di level tertinggi Eropa.
Jika transfer ini tuntas, Villa kemungkinan harus melepas Martinez untuk memberi ruang di skuad. Juventus dikabarkan telah membuka diskusi untuk memboyong kiper asal Argentina tersebut, meski pembicaraan masih jauh dari kata final. Kabar bahwa Martinez mengalami masalah fisik selama Piala Dunia menjadi pertimbangan tersendiri bagi calon pembelinya.
Bagi Villa, merekrut Suzuki bukan sekadar pengganti jangka pendek. Dengan usia yang baru menginjak 23 tahun, ia bisa menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang untuk satu dekade ke depan. Langkah ini juga sejalan dengan strategi klub yang kerap merekrut pemain muda berbakat dengan potensi nilai jual tinggi.
Di sisi lain, kepindahan Suzuki ke Premier League akan menjadi ujian besar bagi kariernya. Adaptasi dengan intensitas liga Inggris dan tekanan publik Villa Park akan menentukan apakah ia mampu mengikuti jejak kiper Jepang lain seperti Eiji Kawashima yang pernah merumput di Liga Skotlandia. Namun, dengan modal pengalaman internasional dan performa konsisten di Italia, ia diyakini siap menghadapi tantangan tersebut.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena memperkuat representasi Asia di liga top Eropa. Kehadiran Suzuki di Premier League bisa menjadi inspirasi bagi kiper-kiper muda Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk menembus level tertinggi. Pertanyaannya, akankah Villa benar-benar melepas Martinez dan memberikan kepercayaan penuh kepada Suzuki? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu.



