Everton Masuk Perburuan Zian Flemming, Alternatif Lebih Murah dari Liam Delap
Baca dalam 60 detik
- Everton dikabarkan tertarik merekrut penyerang Burnley, Zian Flemming, sebagai alternatif dari Liam Delap yang banderolnya dinilai terlalu mahal.
- Flemming mencetak 11 gol di Premier League musim lalu, sementara Delap hanya satu gol, namun Burnley membanderolnya lebih murah.
- Persaingan ketat: klub-klub dari Italia, Prancis, dan Belanda juga memantau situasi sang pemain jelang penutupan bursa transfer.

Everton dikabarkan telah memasuki persaingan untuk mendapatkan penyerang Burnley, Zian Flemming, sebagai opsi alternatif dari target utama mereka, Liam Delap milik Chelsea. Langkah ini diambil setelah lini depan The Toffees tampil tumpul sepanjang musim lalu, dengan tak ada satu pun pemain yang mampu menembus dua digit gol.
Kebutuhan Everton akan sosok penyerang tajam memang mendesak. Thierno Barry, yang didatangkan dengan ekspektasi tinggi, hanya mampu mengemas delapan gol di Premier League pada musim debutnya. Sementara itu, Delap yang sempat menjadi incaran utama, justru tampil mengecewakan bersama Chelsea dengan hanya satu gol di liga. Situasi ini membuat manajemen Everton berpikir ulang sebelum menggelontorkan dana besar.
Menurut laporan yang beredar, Chelsea mematok harga £40 juta untuk Delap—angka yang dinilai terlalu tinggi mengingat performanya yang kurang konsisten. Padahal, The Blues sendiri baru membelinya dari Ipswich Town dengan nilai £30 juta pada musim panas lalu. Dengan banderol selangit tersebut, Everton tampaknya mulai melirik Flemming yang lebih terjangkau dan terbukti tajam.
Flemming, yang lahir di Amsterdam, sukses mencetak 11 gol untuk Burnley di Premier League musim 2024-25. Meski tak mampu menyelamatkan timnya dari degradasi, kontribusinya tetap menonjol. Ia bahkan mengawali musim ini di Championship dengan gemilang, mencetak dua gol saat Burnley menaklukkan West Ham United di laga pembuka.
Mantan manajer Burnley, Michael Jackson, sempat memuji ketekunan Flemming. "Dia luar biasa tahun ini. Dia memaksimalkan setiap kesempatan yang ada dan kini sudah mencapai dua digit gol di Premier League. Tapi saya yakin dia rela menukarnya dengan tetap bertahannya kami di kasta tertinggi," ujarnya. Pujian ini menegaskan kualitas dan mentalitas sang pemain.
Jurnalis Ben Jacobs mengungkapkan bahwa Burnley sebenarnya ingin mempertahankan Flemming hingga bursa transfer ditutup. Namun, godaan dari klub-klub lain, termasuk Everton, serta tim-tim dari Italia, Prancis, dan Belanda, bisa membuat The Clarets kesulitan menahan pemainnya. Situasi ini tentu menjadi peluang bagi Everton untuk mendatangkan striker yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktis David Moyes.
Dibandingkan Delap yang masih berusia 23 tahun, Flemming yang lebih matang (sekitar 27 tahun) dinilai lebih siap bersaing di Premier League. Meski Delap sempat menunjukkan tajinya bersama Ipswich dengan 12 gol dan dua assist pada musim 2024-25, konsistensinya di klub besar masih dipertanyakan. Dengan harga yang lebih masuk akal, Flemming bisa menjadi solusi cerdas bagi Everton.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Everton di bursa transfer ini menarik untuk disimak. Klub sekelas Premier League saja harus jeli dalam memilih pemain, apalagi klub-klub Asia Tenggara yang kerap boros membeli pemain asing. Keputusan Everton bisa menjadi pelajaran bahwa produktivitas dan nilai ekonomis harus seimbang.
Ke depannya, pertanyaannya adalah apakah Everton berani mengambil risiko dengan Flemming yang belum teruji di panggung Eropa, atau tetap memaksakan diri mengejar Delap dengan harga selangit? Keputusan ini akan menentukan arah serangan The Toffees musim depan.



