Thailand Menang di Singapura, Hudson: Ini Baru Babak Pertama
Baca dalam 60 detik
- Thailand unggul 3-1 atas Singapura di leg pertama semifinal Piala Hyundai ASEAN, tetapi pelatih Anthony Hudson menegaskan timnya belum tampil maksimal.
- Dua gol Teerasak Poeiphimai dan satu dari Seksan Ratree membawa Thailand unggul, sementara gol Ilhan Fandi memberi harapan Singapura di leg kedua.
- Leg kedua di Bangkok akan menjadi ujian sesungguhnya, dengan Thailand diuntungkan rekor kandang dan Singapura berusaha membalikkan keadaan.

Thailand membawa modal kemenangan 3-1 atas Singapura pada leg pertama semifinal Piala Hyundai ASEAN 2026 di Stadion Jalan Besar, Sabtu (16/8). Namun, pelatih Anthony Hudson menegaskan bahwa hasil tersebut belum menjamin apa-apa, mengingat laga masih menyisakan 90 menit di Bangkok.
Gol cepat Teerasak Poeiphimai pada menit ke-14 dan 26 sempat membuat Thailand di atas angin. Seksan Ratree kemudian memperbesar keunggulan lewat serangan balik enam menit setelah turun minum. Singapura baru bisa memperkecil kedudukan melalui Ilhan Fandi pada menit ke-84, sekaligus menjadi gol pertama yang bersarang di gawang Thailand sepanjang turnamen.
Hudson mengakui anak asuhnya tidak tampil sesuai rencana. "Kami sadar ini baru babak pertama. Kami harus kembali ke Bangkok dan tampil lebih baik dari malam ini," ujarnya. Ia menilai Singapura adalah tim yang sulit ditebak, sehingga Thailand kesulitan menguasai bola dan justru mengandalkan serangan balik.
Pelatih asal Amerika itu melakukan enam perubahan susunan pemain dibanding laga terakhir melawan Myanmar. Teerasak dan Yotsakon Burapha dimainkan sejak awal untuk membongkar pertahanan Singapura yang sebelumnya mampu menahan Vietnam tanpa gol dan hanya kebobolan sekali dari Indonesia. Strategi itu berbuah manis, meski Teerasak harus ditarik keluar karena cedera menjelang akhir babak pertama.
Bagi Singapura, hasil ini sebenarnya tidak terlalu buruk. Mereka masih punya peluang di leg kedua, apalagi dengan gol tandang yang dicetak Ilhan Fandi. Namun, sejarah menunjukkan Thailand sangat perkasa di kandang sendiri. Rajamangala Stadium kerap menjadi benteng yang sulit ditembus lawan, dan dukungan suporter dipastikan akan menjadi tekanan psikologis tersendiri bagi Singapura.
Dari sisi taktik, Hudson menekankan pentingnya penguasaan bola di leg kedua. "Salah satu hal terbesar yang kami inginkan adalah mengontrol bola lebih banyak. Itu yang akan kami perbaiki," katanya. Ia juga menyadari bahwa Singapura bukan lawan sembarangan, mengingat mereka mampu menahan Vietnam dan hanya kalah tipis dari Indonesia di fase grup.
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi sinyal bahwa persaingan di Asia Tenggara semakin ketat. Thailand tetap menjadi raksasa yang sulit dikalahkan, sementara Singapura menunjukkan perkembangan signifikan. Jika Indonesia ingin berbicara banyak di kancah regional, konsistensi dan kedalaman skuad menjadi kunci, seperti yang ditunjukkan Thailand dalam turnamen ini.
Leg kedua akan menjadi penentu. Apakah Thailand mampu mempertahankan keunggulan dan melaju ke final, atau Singapura sanggup membuat kejutan di Bangkok? Semua akan terjawab pada Selasa mendatang.



