Tanpa Thom Haye, John Herdman Diuji Cari Kreator Baru di Laga Penentuan
Baca dalam 60 detik
- Thom Haye absen karena kartu merah saat melawan Malaysia, membuat Timnas Indonesia kehilangan gelandang paling kreatif di laga krusial kontra Bangladesh.
- Pengamat menilai kebuntuan serangan bukan hanya akibat kehilangan Haye, tetapi juga sistem pertahanan rapat Malaysia yang sulit ditembus.
- Egy Maulana Vikri dan Rizky Eka Pratama disebut sebagai opsi yang layak dicoba untuk mengisi celah kreativitas di lini tengah.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menghadapi ujian taktik jelang partai pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (1/10/2026) malam WIB. Absennya Thom Haye akibat kartu merah membuat Herdman harus mencari formula baru untuk membangkitkan daya gedor Skuad Garuda.
Kartu merah yang diterima gelandang Persib Bandung itu pada menit ke-37 saat melawan Malaysia menjadi pukulan telak. Menurut pengamat sepak bola nasional, Octavery Krisnandana, Haye adalah pemain paling kreatif dalam skema Herdman. "Kalau dia hilang, itu langsung mengubah banyak hal," ujarnya saat dihubungi Bola.com, Rabu (30/9/2026).
Octavery menilai kebuntuan Timnas Indonesia di laga tersebut bukan semata karena kehilangan Haye. Sistem pertahanan Malaysia yang rapat dan disiplin juga menjadi tembok tebal. "Dengan 11 pemain saja belum tentu mudah membongkar sistemnya. Jadi, Thom Haye paling berpengaruh," tambahnya.
Selepas kehilangan Haye, Herdman merespons cepat dengan menarik Rangar Oratmangoen dan memainkan Ivar Jenner. Formasi pun diubah menjadi 4-4-1. Namun, menurut Octavery, perubahan di tengah pertandingan tidak bisa instan. "Situasi seperti itu tidak terprediksi. Pemain harus memutuskan sendiri apa yang harus dilakukan, dan itu tidak mudah," jelasnya.
"Kreativitas bisa muncul dari individu yang bisa membuat perbedaan. Misalnya pemain yang punya kemampuan dribel, atau dari pola passing tertentu. Tapi pola passing butuh waktu adaptasi," ujar Octavery.
Menghadapi Bangladesh, Herdman dituntut menemukan alternatif. Octavery menyebut dua nama yang tersedia: Egy Maulana Vikri dan Rizky Eka Pratama. Keduanya dinilai layak mendapat kesempatan lebih besar. "Kondisinya sudah berbeda. Egy atau Rizky bisa jadi opsi, tapi tergantung tim pelatih," katanya.
Konteks Indonesia: Laga ini bukan sekadar penentuan juara grup. Kegagalan lolos ke fase berikutnya berpotensi menurunkan peringkat FIFA Indonesia dan memengaruhi undian kualifikasi Piala Asia mendatang. Dukungan suporter di SUGBK juga menjadi tekanan tersendiri bagi para pemain muda.
Ke depan, Herdman harus memutuskan apakah akan mengandalkan pemain dribel seperti Egy atau membangun pola passing kolektif. Keputusan ini tidak hanya menentukan hasil melawan Bangladesh, tetapi juga arah permainan Timnas Indonesia di turnamen-turnamen berikutnya. Mampukah Skuad Garuda keluar dari kebuntuan tanpa sang kreator utama?



