Rahmat Shah Bawa Afghanistan Sapu Bersih Irlandia 4-0 di ODI
Baca dalam 60 detik
- Kapten Afghanistan, Rahmat Shah, mencetak 143 run tidak terkalahkan, memastikan kemenangan enam wicket atas Irlandia di Belfast.
- Kemenangan ini melengkapi sapu bersih 4-0 dalam seri lima pertandingan, dengan satu laga batal karena hujan.
- Afghanistan menunjukkan dominasi di kandang lawan, menegaskan status mereka sebagai kekuatan baru di kriket internasional.

Kapten Afghanistan, Rahmat Shah, tampil gemilang dengan mencetak 143 run tidak terkalahkan saat timnya menaklukkan Irlandia dengan selisih enam wicket pada pertandingan kelima seri ODI di Stormont, Belfast, Selasa (12/3). Kemenangan ini memastikan Afghanistan menyapu bersih seri lima pertandingan dengan skor 4-0, setelah satu laga sebelumnya dibatalkan karena hujan.
Afghanistan yang sebelumnya telah memastikan kemenangan seri, tetap tampil agresif. Mereka berhasil mengejar target 299 run dengan sisa tujuh bola. Kemenangan ini menegaskan superioritas Afghanistan atas Irlandia, yang belum pernah menang dalam satu pun pertandingan di seri ini.
Pasangan Rahmat Shah dan Sediq Atal menjadi kunci keberhasilan Afghanistan. Mereka membangun kemitraan 201 run untuk wicket ketiga, sebuah rekor baru bagi Afghanistan dalam ODI. Sediq Atal nyaris mencetak abad, namun harus puas dengan 98 run sebelum akhirnya tertangkap. Rahmat sendiri melengkapi abad keenamnya dalam karier ODI, dengan pukulan 13 four dan dua six.
Irlandia sebenarnya memberikan perlawanan sengit. Curtis Campher mencetak 96 run dari 84 bola, dengan tujuh four dan empat six, sementara Harry Tector menyumbang 53 run. Namun, tekanan dari para bowler Afghanistan, terutama Azmatullah Omarzai yang mengambil tiga wicket, membuat Irlandia hanya mampu mengumpulkan 298-7 dalam 50 over.
Bagi Indonesia, perkembangan kriket Afghanistan ini menarik untuk dicermati. Meski kriket belum sepopuler sepak bola di tanah air, prestasi Afghanistan menunjukkan bahwa negara dengan sumber daya terbatas pun bisa bersaing di level internasional. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan kriket di Indonesia yang tengah berusaha naik kelas.
Kemenangan ini juga menegaskan tren positif Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir. Mereka telah menunjukkan performa konsisten di turnamen-turnamen besar, termasuk Piala Dunia ODI. Dengan skuad muda yang dipimpin Rahmat Shah, Afghanistan diprediksi akan menjadi lawan tangguh bagi tim-tim papan atas dunia.
Di sisi lain, Irlandia harus melakukan evaluasi mendalam. Kegagalan memenangkan satu pun pertandingan di kandang sendiri menjadi sinyal bahwa mereka tertinggal dari tim-tim emerging lainnya. Padahal, Irlandia pernah menjadi kekuatan yang disegani di kriket dunia, terutama setelah mengalahkan Inggris di Piala Dunia 2011.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Afghanistan mampu mempertahankan konsistensi ini, terutama saat menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat seperti India, Australia, atau Inggris. Sementara itu, bagi Irlandia, apakah mereka mampu bangkit dan kembali bersaing di level tertinggi? Jawabannya akan terlihat pada turnamen-turnamen mendatang.



