Timnas Flag Football Putri Inggris Gagal di Kesempatan Pertama, Peluang Emas Masih Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Inggris Raya kalah dramatis dari AS di semifinal Kejuaraan Dunia, gagal mengunci tiket Olimpiade Los Angeles 2028 pada kesempatan pertama.
- Kekalahan ini membuka peluang bagi pemenang perebutan medali perunggu untuk merebut satu-satunya tiket yang tersisa di turnamen Jerman akhir pekan ini.
- Dengan AS otomatis lolos sebagai tuan rumah, laga Inggris vs Meksiko menjadi penentu nasib bagi kedua tim untuk tampil di panggung Olimpiade.

Tim nasional flag football putri Inggris Raya harus menunda ambisi tampil di Olimpiade Los Angeles 2028 setelah takluk 21-27 dari Amerika Serikat pada semifinal Kejuaraan Dunia di Dusseldorf, Jerman, Sabtu (WIB). Padahal, kemenangan di laga tersebut sudah cukup untuk mengamankan satu dari dua tiket yang diperebutkan dalam turnamen yang menjadi ajang kualifikasi perdana untuk cabang olahraga anyar ini.
Inggris sejatinya tampil meyakinkan di babak pertama. Tiga touchdown sukses diciptakan oleh Grace Conway, Angelica Tait, dan Emily Kemp, membawa mereka unggul 21-7. Namun, juara bertahan AS mampu bangkit dan membalikkan keadaan di babak kedua, sekaligus memupus harapan Inggris untuk langsung memastikan tiket. Sementara itu, Kanada juga melaju ke final setelah mengalahkan Meksiko 20-6, menandai penampilan final pertama mereka sejak 2014.
Kegagalan ini belum menutup pintu bagi Inggris. Karena AS otomatis lolos sebagai tuan rumah, satu tiket tersisa akan diperebutkan pada perebutan medali perunggu yang berlangsung Minggu pukul 11.30 waktu setempat. Inggris yang saat ini menempati peringkat ketiga dunia dan telah dua kali berturut-turut menjuarai Kejuaraan Eropa akan berhadapan dengan Meksiko, tim peringkat pertama dunia yang dua kali menjadi runner-up Piala Dunia dan selalu mengalahkan AS di final World Games 2022 dan 2025.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa flag football mulai diperhitungkan sebagai cabang olahraga bergengsi di tingkat global. Meski belum memiliki tim yang kompetitif di level dunia, kehadiran flag football di Olimpiade membuka peluang bagi atlet-atlet Indonesia untuk berkiprah di kancah internasional. Federasi olahraga di Tanah Air dapat menjadikan momen ini sebagai momentum untuk mengembangkan bakat-bakat muda, terutama mengingat olahraga ini bersifat non-kontak dan dapat dimainkan oleh berbagai kalangan, sehingga potensi partisipasinya cukup besar.
Di sisi lain, tim putra Inggris juga menjalani hari yang kurang mulus. Mereka kalah 35-50 dari Swiss pada laga pertama, namun berhasil bangkit dengan mengalahkan Austria 28-20. Pada Minggu, mereka akan menghadapi Brasil untuk menentukan peringkat 13 dan 14. Sementara itu, partai final putra akan mempertemukan AS dengan Italia, dan Kanada akan melawan Meksiko di perebutan medali perunggu.
Turnamen di Jerman ini menjadi babak kualifikasi pertama untuk flag football, yang akan dipertandingkan di Olimpiade Los Angeles 2028. Dengan hanya dua tiket yang tersedia untuk masing-masing kategori putra dan putri, persaingan sangat ketat. Kegagalan Inggris pada kesempatan pertama ini menjadi pelajaran berharga, namun mereka masih memiliki peluang emas untuk memperbaiki keadaan. Pertanyaan besarnya, akankah Inggris mampu memanfaatkan kesempatan kedua ini, atau justru Meksiko yang akan mengukir sejarah? Jawabannya akan ditentukan dalam laga yang menegangkan di Dusseldorf.



