Selby vs Sentance: Duel Tinju Telanjang Inggris di BKB 61, Tantangan Baru bagi Mantan Juara Dunia
Baca dalam 60 detik
- Lee Selby, eks juara dunia IBF, akan menghadapi Ollie Sentance dalam laga utama BKB 61 di indigo at The O2 London pada 14 November.
- Selby mencetak kemenangan TKO ronde kedua atas Antonio Rizzo di BKB 55, sementara Sentance tak terkalahkan dengan dua KO.
- Tiket sudah dijual, dan laga ini menjadi ujian reputasi bagi Selby di dunia tinju telanjang yang semakin kompetitif.

Mantan juara dunia IBF kelas bulu, Lee Selby, akan kembali naik ring tanpa sarung tangan dalam duel sesama petarung Inggris melawan Ollie Sentance. Pertarungan utama BKB 61 itu dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 14 November, di indigo at The O2, London. Penyelenggara BKB Bare Knuckle Boxing telah membuka penjualan tiket sejak pekan ini, menandai langkah besar bagi Selby yang baru sekali mencicipi arena tinju telanjang.
Selby, yang dijuluki "Lightning", bukan nama sembarangan di tinju profesional. Ia pernah menguasai sabuk IBF dan kini mencoba peruntungan di disiplin yang lebih keras. Debutnya di BKB 55 pada Juni lalu berjalan mulus: ia menghentikan Antonio Rizzo lewat TKO ronde kedua. Kemenangan itu memberinya modal kepercayaan diri untuk kembali, kali ini sebagai bintang utama. "Saya sangat menantikan kembali ke Trigon dan bertarung di London lagi. Ollie lawan yang tangguh dan saya tahu dia akan datang membawa pertarungan, jadi saya memperkirakan duel yang sesungguhnya," ujar Selby dalam rilis resmi.
Di sisi lain, Sentance datang dengan rekor sempurna: dua kemenangan, dua KO. Petarung asal Kidderminster, Worcestershire, itu sebelumnya berkecimpung di MMA dan kickboxing sebelum beralih ke tinju telanjang. Debutnya di BKB 51 pada Februari lalu berakhir dengan TKO ronde keempat atas Nico Earwaker, lalu ia mengulangi kesuksesan serupa melawan Corey Healey di BKB 55 dengan TKO ronde kedua. Kini, ia berpeluang menambah nama besar ke daftar korban.
Bagi Selby, laga ini bukan sekadar unjuk gigi. Kekalahan akan menjadi pukulan telak bagi reputasinya sebagai mantan juara dunia yang mencoba peruntungan di cabang baru. Sebaliknya, Sentance melihat ini sebagai batu loncatan. "Lee Selby adalah mantan juara dunia dan telah mencapai banyak hal dalam tinju, jadi saya sangat menghormati pencapaiannya. Tapi ini tinju telanjang, dan saat kami melangkah ke Trigon, semua itu tidak berarti. Saya siap untuk tantangan ini," kata Sentance.
Tinju telanjang memang sedang naik daun, terutama di Inggris. BKB, sebagai organisasi terbesar di dunia, terus mendatangkan nama-nama besar dari tinju profesional untuk memperluas basis penggemar. Duel Selby vs Sentance menjadi contoh bagaimana batas antara tinju konvensional dan tinju telanjang semakin kabur. Promotor berharap laga ini menarik perhatian pasar internasional, termasuk dari Asia Tenggara, di mana penggemar bela diri terus tumbuh.
Meski demikian, tinju telanjang masih menuai kontroversi terkait keselamatan petarung. Tanpa sarung tangan, risiko cedera wajah dan tangan jauh lebih tinggi. Beberapa asosiasi medis menyerukan regulasi lebih ketat, namun penyelenggara berdalih bahwa aturan dan pengawasan medis telah ditingkatkan. Bagi Selby dan Sentance, risiko itu sudah diperhitungkan. Keduanya ingin membuktikan bahwa mereka mampu beradaptasi di arena yang mengandalkan kekuatan dan ketahanan fisik mentah.
Bagi penggemar di Indonesia, pertarungan ini bisa menjadi tontonan alternatif di tengah dominasi tinju profesional dan MMA. Beberapa platform streaming mulai melirik siaran langsung BKB, membuka peluang pasar baru. Jika Selby menang, ia akan memperkuat posisinya sebagai pesaing serius di divisi bulu tinju telanjang. Sebaliknya, kemenangan Sentance akan menegaskan bahwa generasi baru petarung lintas disiplin siap menggantikan nama-nama mapan.
Pertanyaan besarnya: apakah Selby masih memiliki kilatan yang cukup untuk mengatasi petarung muda yang lapar? Ataukah Sentance yang akan mencuri panggung dan mengukir kejutan? Jawabannya akan terungkap di atas Trigon, 14 November nanti.



