Iga Swiatek Akhiri Puasa Gelar Musim Ini: Kemenangan di Toronto Jadi Modal Berharga Jelang AS Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Swiatek menaklukkan Rybakina 6-2, 6-3 di final Kanada Terbuka, merebut gelar pertamanya tahun ini.
- Kemenangan ini mengakhiri kritik media Polandia dan mengangkatnya kembali ke lima besar dunia.
- Rybakina tampil di bawah performa akibat kelelahan setelah bermain tiga jam lebih banyak sepanjang turnamen.

Iga Swiatek akhirnya memecah kebuntuan gelar pada musim 2025. Petenis nomor delapan dunia asal Polandia itu menundukkan Elena Rybakina dengan skor telak 6-2, 6-3 di partai puncak Kanada Terbuka, Kamis (13/8) waktu setempat. Kemenangan ini menjadi suntikan kepercayaan diri yang krusial menjelang AS Terbuka, turnamen Grand Slam penutup tahun yang akan digelar akhir Agustus nanti.
Bagi Swiatek, gelar di Toronto bukan sekadar trofi. Ia mengaku menghadapi tekanan besar dari media Polandia setelah menjalani musim yang inkonsisten, termasuk gagal melaju melewati perempat final di ajang Grand Slam dan pergantian pelatih di tengah jalan. โSaya pikir ini pertama kalinya dalam hidup saya merasakan hal seperti ini setelah kemenangan, tapi ini tidak mudah,โ ujarnya kepada Sportsnet, seperti dikutip Channel News Asia. โSaya senang bisa menjaga ketenangan dan fokus, dan terus berkembang setiap bulan apa pun tantangannya.โ
Dari sisi permainan, Swiatek tampil dominan di lapangan keras Toronto. Ia mematahkan servis Rybakina dua kali di set pertama dan menyelamatkan dua break point untuk menguasai jalannya pertandingan. Sebaliknya, Rybakina yang berstatus unggulan kedua justru menjadi musuh bagi dirinya sendiri. Petenis Kazakhstan berusia 27 tahun itu melakukan 12 kesalahan sendiri yang tidak perlu di set pembuka, dan hanya mampu melesakkan satu ace sepanjang laga.
Kelelahan menjadi faktor utama di balik performa buruk Rybakina. Ia tercatat bermain tiga jam lebih banyak daripada Swiatek sebelum final, karena tiga pertandingan sebelumnya harus diselesaikan dalam tiga set. โSaya sangat lelah. Anda bisa lihat saya tidak mendorong kaki dengan cukup,โ kata Rybakina. โBanyak kesalahan sendiri, terutama di dekat net. Itu murni kurang konsentrasi.โ
Bagi pecinta tenis Indonesia, kemenangan Swiatek ini menegaskan bahwa persaingan di puncak tenis wanita masih didominasi oleh konsistensi dan mentalitas. Meski Rybakina dianggap memiliki pukulan paling mematikan saat dalam performa terbaiknya, Swiatek membuktikan bahwa membaca peluang dan menghindari kesalahan sendiri adalah kunci di level tertinggi. โJika dia bermain dengan permainan terbaiknya, mungkin dia lebih baik dari semua orang,โ puji Swiatek. โAnda harus memanfaatkan semua peluang, tidak boleh membuat kesalahan atau keputusan buruk.โ
Kemenangan ini juga menjadi sinyal bahwa Swiatek siap kembali menjadi ancaman serius di Flushing Meadows. Dengan gelar perdana musim ini, ia akan melaju ke AS Terbuka dengan kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi. Pertanyaannya, akankah ia mampu mempertahankan performa ini untuk merebut gelar Grand Slam ketujuhnya? Atau justru Rybakina yang akan bangkit dan membalas kekalahan ini di panggung yang lebih besar?



