Litton Das Dipastikan Tampil di Laga Pembuka Bangladesh vs Australia
Baca dalam 60 detik
- Kapten Bangladesh memastikan Litton Das pulih total dari cedera betis dan siap memperkuat tim pada laga perdana melawan Australia di Darwin.
- Keputusan akhir komposisi bowler akan diumumkan saat pertandingan, dengan opsi memainkan dua spinner untuk pertama kalinya di Australia sejak 2003.
- Kekalahan telak di laga pemanasan menjadi sorotan, namun Bangladesh menilai hal itu hanya insiden dan tetap percaya diri menghadapi Australia.

Litton Das, penjaga gawang sekaligus pemukul andalan Bangladesh, dipastikan tampil pada laga pembuka seri melawan Australia di Darwin, Kamis (15/8). Kepastian itu disampaikan kapten Najmul Hossain Shanto setelah Litton menyelesaikan seluruh latihan intensif di Stadion Marrara, Rabu (14/8), tanpa kendala berarti.
Kondisi fisik Litton menjadi sorotan utama jelang pertandingan karena cedera betis sempat mengancam partisipasinya. Namun, menurut Shanto, pemain berusia 29 tahun itu sudah pulih seratus persen. "Dia fit dan siap bertanding," ujar Shanto kepada wartawan di Darwin. Litton, yang menjadi pencetak skor tertinggi Bangladesh dalam lima tahun terakhir, diperkirakan akan ditempatkan di posisi lima atau enam dalam urutan pemukul.
Kepastian Litton menjadi angin segar bagi Bangladesh yang tengah bersiap menghadapi Australia di kandangnya sendiri. Ini merupakan uji sesungguhnya bagi tim asuhan Shanto setelah penampilan buruk di laga pemanasan. Bangladesh hanya mampu mengumpulkan 54 run saat menghadapi Cricket Australia XI, sebuah hasil yang memicu kekhawatiran tentang ketajaman lini batting mereka.
Meski demikian, Shanto menilai kekalahan tersebut hanyalah "hari yang buruk" dan tidak mencerminkan kesiapan tim secara keseluruhan. "Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik. Mereka punya serangan bowling kelas dunia, tapi ini kesempatan bagus untuk menantang mereka," tambahnya. Sikap optimistis ini menjadi modal penting bagi Bangladesh yang ingin memberikan kejutan di seri perdana mereka di Australia sejak 2003.
Salah satu keputusan krusial yang masih menggantung adalah komposisi bowler. Shanto mengindikasikan timnya akan menurunkan dua spinner dan tiga seamer, menyesuaikan dengan kondisi permukaan lapangan yang dinilainya cukup baik. "Kami mungkin akan memakai kombinasi normal, seperti dua spinner dan tiga seamer," ungkapnya. Keputusan final baru akan diumumkan pada pagi hari pertandingan, memberi ruang bagi tim untuk mengevaluasi kondisi terkini.
Bagi pengamat kriket di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Meski kriket bukan olahraga utama di Tanah Air, prestasi Bangladesh di kancah internasional kerap menjadi inspirasi bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia yang tengah berupaya mempopulerkan olahraga ini. Keberanian Bangladesh menantang tim sekelas Australia menunjukkan bahwa kesenjangan kualitas bisa dipersempit dengan persiapan matang dan mentalitas pantang menyerah.
Pertandingan ini juga menjadi ujian konsistensi bagi Australia yang tengah dalam masa transisi setelah pensiunnya sejumlah pemain senior. Bagi Bangladesh, seri ini adalah peluang emas untuk membuktikan diri di pentas dunia. Pertanyaannya, mampukah mereka memanfaatkan momen ini untuk meraih hasil positif, atau justru kembali tunduk pada superioritas Australia? Jawabannya akan mulai terlihat dalam beberapa hari ke depan.



