Islam Makhachev: Waktu Saya di UFC Tak Banyak, Target Pecahkan Rekor Anderson Silva
Baca dalam 60 detik
- Islam Makhachev mengaku usianya tak lagi muda dan ingin lebih sering bertarung di sisa kariernya.
- Jika menang atas Ian Machado Garry di UFC 330, ia akan memecahkan rekor 16 kemenangan beruntun Anderson Silva.
- Kemenangan tersebut juga akan memperkuat statusnya sebagai calon terkuat petarung terbaik sepanjang masa.

Islam Makhachev, petarung kelas welter UFC asal Rusia, mengakui bahwa sisa kariernya di oktagon tidak lagi panjang. Menjelang laga mempertahankan gelar perdananya melawan Ian Machado Garry di UFC 330, Philadelphia, Sabtu (15/2), Makhachev menegaskan targetnya kini adalah bertarung lebih sering sebelum gantung sarung tangan.
Pernyataan itu disampaikan Makhachev dalam wawancara dengan legenda UFC Demetrious Johnson. Petarung berusia 34 tahun itu merasa tubuhnya tidak lagi segesit saat berusia 20-an, sehingga ia ingin tampil setiap tiga hingga empat bulan sekali. "Saya bukan anak muda lagi. Sekarang lebih baik bertarung tiap tiga atau empat bulan," ujarnya, seperti dikutip BBC Sport.
Ambisi tersebut bukan tanpa alasan. Makhachev, yang debut di UFC pada 2015, telah mengoleksi 17 kemenangan dari 18 laga. Jika berhasil mengalahkan Machado Garry di Xfinity Mobile Arena, ia akan memecahkan rekor 16 kemenangan beruntun milik Anderson Silva yang bertahan selama 13 tahun. Ini menjadi salah satu pencapaian yang paling dinantikan dalam sejarah UFC.
Perjalanan Makhachev menuju rekor tersebut tidak mudah. Setelah naik kelas dari kelas ringan tahun lalu, ia harus beradaptasi dengan lawan-lawan yang lebih berat. Namun, kemenangan atas Jack Della Maddalena untuk merebut gelar kelas welter menunjukkan bahwa ia mampu bersaing di divisi baru. Kini, Machado Garry menjadi ujian berikutnya.
Di sisi lain, Machado Garry, petarung Irlandia berusia 28 tahun, datang dengan kepercayaan diri tinggi. Ia telah memenangkan 10 dari 11 laga di UFC dan berpeluang menjadi juara Irlandia pertama sejak Conor McGregor. Garry bahkan bisa melampaui rekor McGregor sebagai petarung Irlandia dengan kemenangan terbanyak di UFC jika menang atas Makhachev.
Pertarungan ini juga memunculkan perdebatan tentang siapa petarung terbaik sepanjang masa. Banyak kritikus membandingkan pencapaian Makhachev dengan mentor sekaligus rekan setimnya, Khabib Nurmagomedov, yang pensiun dengan rekor sempurna 29-0. Meski Makhachev tidak seagresif Khabib, ia dianggap lebih lengkap dalam striking. Kemenangan atas Della Maddalena untuk menjadi juara dua divisi adalah sesuatu yang tidak pernah diraih Khabib.
Presiden UFC, Dana White, pekan ini menyatakan bahwa Makhachev "berada di jalur yang tepat" untuk dianggap sebagai petarung terhebat dalam sejarah UFC. Namun, Makhachev sendiri terkesan meremehkan kemampuan Garry selama fight week. Sebaliknya, Garry justru menunjukkan respek besar kepada lawannya. "Saya sangat mencintai dan menghormati Islam Makhachev atas seluruh pencapaiannya di UFC. Tidak ada pertarungan lain yang saya inginkan selain membuktikan bahwa saya yang terbaik di dunia," kata Garry.
Bagi penggemar MMA di Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena mempertemukan dua gaya bertarung yang kontras: Makhachev dengan dominasi gulatnya melawan Garry yang mengandalkan striking dan anti-grappling. Ini adalah duel yang bisa menentukan arah sejarah UFC dalam beberapa tahun ke depan.
Pertanyaannya, akankah Makhachev mampu mempertahankan rekor dan menutup kariernya dengan gemilang, atau justru Garry yang akan menciptakan kejutan dan mengukir namanya dalam sejarah? Jawabannya akan terjawab di Philadelphia akhir pekan ini.



