Bangladesh Bungkam Australia di Darwin: Kemenangan Bersejarah Setelah 23 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Hasan Mahmud memborong enam wicket untuk melumpuhkan Australia di bawah 200 run pada hari pertama Test Darwin.
- Bangladesh menutup hari dengan keunggulan 96/1, menunjukkan dominasi pace bowling mereka di tengah badai cedera.
- Kekalahan ini memicu evaluasi besar bagi Australia menjelang seri berikutnya, sementara Bangladesh mengincar kemenangan bersejarah.

Darwin, 13 Agustus โ Bangladesh akhirnya mengecap kembali atmosfer Test cricket di Australia setelah penantian 23 tahun, dan mereka melakukannya dengan cara yang tak terlupakan. Pada hari pertama pertandingan pembuka seri di Marrara Oval, tim tamu berhasil melumat Australia, tim peringkat satu dunia, dengan hanya mengumpulkan 198 run sebelum akhirnya unggul 96/1 saat stumps. Kemenangan ini bukan sekadar angka, melainkan pernyataan bahwa Bangladesh datang untuk bersaing, bukan sekadar pelengkap.
Hasan Mahmud menjadi arsitek utama kehancuran Australia. Dengan akurasi dan kecepatan yang mematikan, ia memungut enam wicket dengan hanya kebobolan 55 run, sebuah pencapaian yang menempatkannya sebagai bowler cepat Bangladesh terbaik ketiga sepanjang sejarah Test. Di antara korbannya adalah Steve Smith, yang tampil solid dengan 71 run sebelum akhirnya menyerah pada jebakan Mahmud sebelum teh. Kinerja Mahmud ini menjadi sorotan utama, mengingat ia tampil di tengah badai cedera yang melanda skuad Bangladesh, dengan Nahid Rana dan Shoriful Islam absen.
Bagi Australia, ini adalah hari yang memalukan. Setelah memenangkan toss dan memilih untuk batting di lapangan yang lambat dan berumput, mereka justru runtuh di bawah tekanan. Jake Weatherald, pemain Test pertama dari Darwin, gagal memanfaatkan awal yang baik dan hanya membuat 23 run sebelum terjebak dalam pukulan longgar. Cameron Green, yang posisinya di tim sudah dipertanyakan, hanya mampu bertahan 13 bola untuk 13 run, semakin memperdalam keraguan terhadap masa depannya. Hanya Smith yang tampil konsisten, tetapi tanpa dukungan dari rekan-rekannya, ia tidak mampu menyelamatkan timnya.
Kapten Pat Cummins, yang menjadi andalan dengan bola, tidak mampu berbuat banyak. Meskipun Mitchell Starc mencatatkan rekor pribadi dengan melewati 434 wicket sebagai bowler kidal terbaik, melewati rekor Rangana Herath, itu hanya menjadi satu-satunya titik terang. Starc berhasil menyingkirkan Shadman Islam, tetapi Bangladesh justru tampil sabar dan disiplin. Tanzid Hasan (32*) dan Mominul Haque (35*) membangun kemitraan 60 run yang membuat Australia frustrasi, terutama setelah lapangan mulai rata di sore hari.
Bagi Indonesia, yang tengah mengembangkan kriketnya, penampilan Bangladesh ini adalah pelajaran berharga. Bangladesh, yang dulu dianggap sebagai tim underdog, kini menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan perencanaan yang matang, mereka bisa mengalahkan tim terbaik dunia. Ini menjadi inspirasi bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk tidak takut bermimpi besar. Selain itu, keberhasilan Bangladesh dalam menghadapi tekanan dan cedera menunjukkan pentingnya kedalaman skuad dan mentalitas juara.
Steve Smith, yang menjadi tulang punggung Australia, mengakui kekalahan ini sebagai hari yang buruk. "Ya, ini bukan penampilan terbaik kami. Masih banyak cricket yang harus dimainkan," ujarnya. Ia berharap timnya bisa bangkit di hari kedua dengan mengambil wicket awal dan menekan Bangladesh. Namun, dengan kondisi lapangan yang semakin membaik untuk batting, Australia harus bekerja ekstra keras untuk membalikkan keadaan.
Bangladesh, di sisi lain, berada di posisi yang sangat menguntungkan. Mereka tidak hanya unggul secara skor, tetapi juga secara psikologis. Kemenangan di hari pertama ini bisa menjadi fondasi untuk meraih kemenangan bersejarah pertama mereka di Australia. Namun, mereka harus tetap fokus dan tidak lengah, karena Australia adalah tim yang berbahaya dan memiliki kemampuan untuk bangkit.
Pertanyaan besarnya sekarang: mampukah Bangladesh mempertahankan momentum ini dan mengukir sejarah, atau akankah Australia bangkit dengan keganasan yang biasa mereka tunjukkan? Hari kedua akan menjadi penentu arah seri ini, dan dunia kriket akan menyaksikan dengan penuh antisipasi.



