Apple Siapkan Pelacak Kebugaran Tanpa Layar dan Pendant AI, Tim Cook Turun Tangan
Baca dalam 60 detik
- Apple dikabarkan mengembangkan dua perangkat baru: gelang kebugaran tanpa layar dan liontin AI berkamera, menurut analis Bloomberg Mark Gurman.
- Tim Cook dan Eddy Cue disebut memberikan dukungan penuh pada proyek pelacak kebugaran yang diprediksi baru meluncur paling cepat 2028.
- Langkah ini berpotensi memperluas ekosistem wearable Apple sekaligus menantang pemain seperti Whoop dan membuka jalan bagi Siri berbasis data visual.

Apple Inc. dilaporkan tengah menggarap perangkat wearable baru yang jauh berbeda dari Apple Watch: sebuah pelacak kebugaran tanpa layar dan liontin berbasis kecerdasan buatan. Informasi ini pertama kali diungkap jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, yang menyebut bahwa prototipe sudah ada, meski belum ada kepastian apakah produk akan diproduksi massal.
Menurut Gurman, pelacak kebugaran tersebut akan menyerupai gelang Whoop, dengan tali berbahan kain dan sensor yang memantau detak jantung serta sejumlah indikator kesehatan lain. Yang menarik, mantan CEO Apple yang kini menjabat chairman, Tim Cook, bersama kepala layanan, Eddy Cue, dikabarkan memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini. Dukungan dari dua nama senior itu menandakan bahwa inisiatif ini bukan sekadar eksperimen kecil di divisi wearable.
Namun, Gurman memperingatkan bahwa jika Apple benar-benar melanjutkan produksi, perangkat ini kemungkinan besar tidak akan hadir sebelum 2028. Artinya, masih ada ruang bagi kompetitor untuk mengukuhkan posisi di segmen pelacak kebugaran tanpa layar yang saat ini dikuasai Whoop dan sebagian Oura Ring.
Selain pelacak kebugaran, Apple juga disebut mengembangkan liontin AI berkamera. Perangkat ini dirancang untuk dikalungkan, ditempelkan pada pakaian, atau diletakkan di bagian tubuh lain, dengan kemampuan mengumpulkan data visual untuk diproses oleh Siri. Gurman menyatakan pengembangan liontin ini sempat ditunda, tetapi jika terwujud, ia bisa menjadi sumber masukan visual yang signifikan bagi asisten digital Apple.
"Tim Cook dan Eddy Cue memberikan dukungan penuh pada produk ini," tulis Gurman dalam unggahannya di X, merujuk pada pelacak kebugaran tanpa layar.
Langkah Apple ini tidak bisa dilepaskan dari tekanan kompetitif di pasar wearable. Apple Watch generasi terbaru sudah menambahkan fitur yang sebelumnya menjadi keunggulan pesaing, seperti skor kesiapan dan estimasi usia biologis. Ekspansi ke perangkat tanpa layar dan AI wearable menjadi upaya Apple menjaga relevansi di segmen yang semakin padat.
Bagi pasar Indonesia, rencana Apple ini patut dicermati. Indonesia adalah salah satu pasar wearable yang tumbuh cepat, dengan merek seperti Xiaomi, Huawei, dan Samsung mendominasi segmen harga menengah ke bawah. Kehadiran pelacak kebugaran Apple yang kemungkinan dibanderol premium bisa memperlebar jurang antara segmen atas dan bawah, sekaligus mendorong merek lokal dan Tiongkok untuk mempercepat inovasi. Selain itu, jika liontin AI benar-benar hadir, isu privasi data visual akan menjadi perdebatan hangat, terutama di negara dengan regulasi perlindungan data yang masih berkembang seperti Indonesia.
Apple belum memberikan komentar resmi atas laporan ini. Namun, arah pengembangan yang bocor menunjukkan bahwa perusahaan tidak ingin bergantung pada satu perangkat saja. Diversifikasi wearable menjadi strategi jangka panjang untuk mengunci pengguna dalam ekosistem layanan kesehatan dan AI mereka.
Pertanyaannya, apakah Apple mampu mengeksekusi dua proyek ambisius ini tepat waktu, atau justru kehilangan momentum di pasar yang semakin dinamis? Dalam beberapa tahun ke depan, kita akan melihat apakah taruhan pada perangkat tanpa layar dan AI wearable menjadi terobosan baru atau sekadar eksperimen yang gagal.



