Tom Hiddleston Daki Everest demi Peran Edmund Hillary di Film Tenzing
Baca dalam 60 detik
- Tom Hiddleston melakukan trekking ke base camp Everest untuk mendalami peran Edmund Hillary dalam film Tenzing.
- Film ini menyoroti perspektif Tenzing Norgay dan hubungan spiritual dengan gunung, bukan sekadar penaklukan.
- Premier Eropa film berlangsung di Festival Film Zurich, mengusung tema 'dream big' dan pesan menghormati budaya Sherpa.

Aktor Tom Hiddleston melakukan perjalanan ke base camp Gunung Everest untuk mempersiapkan perannya sebagai Edmund Hillary dalam film terbaru berjudul Tenzing. Langkah ini diambilnya guna merasakan langsung kondisi medan yang ekstrem sebelum syuting.
Hiddleston, yang dikenal lewat peran Loki dalam waralaba Marvel, bergabung dalam proyek garapan sutradara Jennifer Peedom. Ia beradu akting dengan Genden Phuntsok yang memerankan Sherpa Tenzing Norgay. Keduanya adalah tokoh yang tercatat sebagai pendaki pertama yang mencapai puncak Everest pada 1953. Dalam ekspedisi riset tersebut, Hiddleston didampingi Peedom dan Phuntsok, serta seorang spesialis medis ketinggian untuk menjaga keselamatan mereka.
Berbicara di Festival Film Zurich, Hiddleston mengungkapkan kekagumannya terhadap hubungan spiritual Tenzing dengan gunung. Menurutnya, film ini tidak menggambarkan Everest sebagai objek yang harus ditaklukkan, melainkan sebagai dewi yang dihormati—sebuah ibu yang pangkuannya didaki. Ia menilai Hillary sangat terbuka terhadap kedalaman perasaan tersebut. "Mereka melakukan hal luar biasa. Mereka mencapai yang mustahil, seperti melangkah ke bulan," ujarnya. Setelah peristiwa itu, hidup mereka berubah selamanya; pendakian Everest menjadi mungkin dan ribuan orang telah melakukannya.
Hiddleston juga mengaku telah lama terpesona oleh Everest. Ia tergerak oleh visi Peedom yang menempatkan Tenzing Norgay sebagai pusat cerita. "Saya telah terpikat oleh Everest sepanjang yang saya ingat. Yang sangat menyentuh saya dari skenario Jen adalah upaya menempatkan Tenzing di pusat kisahnya sendiri, membingkai ulang narasi dari perspektif berbeda, dan membawanya ke depan," tuturnya. Naskah film dikirimkan kepada Hiddleston tiga tahun lalu disertai surat indah dari sutradara.
Film drama Apple Original ini akan tayang perdana di Eropa pada Kamis malam (24/09/26) di Festival Film Zurich. Ceritanya berfokus pada Tenzing, pendaki Himalaya berbakat, dan Edmund saat mereka berusaha mencapai puncak gunung tertinggi dunia. Direktur Festival Film Zurich, Christian Jungen, menyatakan bahwa moto festival tahun ini adalah 'dream big'. Film pembuka ini dianggap cocok karena menunjukkan bagaimana seseorang dapat tumbuh melampaui batas ketika memiliki mimpi besar. "Film ini menawarkan emosi kuat dan pemandangan gunung yang indah. Namun juga membawa pesan penting bagi zaman kita—pendakian pertama Everest hanya berhasil karena para pendaki menghormati masyarakat Sherpa setempat dan hukum alam," kata Jungen.
Sutradara Jennifer Peedom, yang sebelumnya menggarap dokumenter pendakian gunung Sherpa dan Mountain, menambahkan bahwa inti film Tenzing adalah tentang seorang pria yang berani membayangkan kehidupan di luar batas yang dunia tempatkan padanya. "Semangat 'dream big' terasa sangat pas," ujarnya. Film ini tidak hanya menyajikan kisah pendakian, tetapi juga menyoroti keberanian, pengorbanan, dan keyakinan yang dibutuhkan untuk mencapai titik tertinggi di bumi.
Bagi penonton Indonesia, film Tenzing menawarkan perspektif baru tentang eksplorasi dan penghormatan terhadap alam serta budaya lokal. Kisah ini dapat menginspirasi pendaki Indonesia yang kerap mendaki gunung-gunung tinggi di Nusantara, sekaligus mengingatkan pentingnya menghormati masyarakat adat dan lingkungan. Selain itu, kehadiran aktor kelas dunia seperti Hiddleston yang mendalami peran secara total menunjukkan dedikasi seni peran yang bisa menjadi pelajaran bagi industri film tanah air.
Dengan rilis yang semakin dekat, pertanyaannya adalah apakah film ini akan berhasil merefleksikan semangat 'dream big' dan pesan konservasi alam kepada khalayak global, termasuk Indonesia? Kita tunggu respons pasar dan kritikus setelah premier di Zurich.



