Jay Idzes Absen di FIFA ASEAN Cup 2026, Pilih Pemulihan di Amsterdam
Baca dalam 60 detik
- Bek naturalisasi Timnas Indonesia, Jay Idzes, dipastikan melewatkan FIFA ASEAN Cup 2026 akibat cedera otot paha kiri yang didapat saat membela Sassuolo melawan Juventus.
- Ia memilih menjalani rehabilitasi di Fysiomed Amsterdam, fasilitas medis olahraga yang menangani atlet profesional, dengan estimasi absen 1,5โ2 bulan.
- Absennya Idzes menjadi pukulan bagi lini belakang Garuda, sekaligus membuka peluang bagi pemain lain untuk mengisi posisi bek tengah di turnamen tersebut.

JAY Idzes dipastikan tidak akan memperkuat Timnas Indonesia pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Bek berusia 26 tahun itu harus menepi akibat cedera otot paha kiri yang dideritanya saat membela klub Italia, Sassuolo, dalam laga melawan Juventus pada 13 September 2026. Cedera tersebut memaksanya meninggalkan lapangan lebih awal dan berdasarkan hasil pemeriksaan, ia mengalami cedera tingkat sedang pada otot quadriceps, yang membutuhkan waktu pemulihan sekitar satu setengah hingga dua bulan.
Keputusan untuk absen di turnamen bergengsi Asia Tenggara itu tentu menjadi pukulan telak bagi skuad Garuda. Idzes selama ini dikenal sebagai tembok kokoh di jantung pertahanan Indonesia sejak dinaturalisasi pada 2024. Total 18 penampilan dan satu gol telah ia persembahkan untuk Merah-Putih. Kehilangannya di lini belakang memaksa pelatih menata ulang komposisi pemain, terlebih posisi kapten kini dialihkan kepada Kevin Diks.
Untuk mempercepat proses penyembuhan, Idzes memilih menjalani rehabilitasi di Belanda. Melalui unggahan di Instagram Story, ia membagikan lokasi pemulihannya di Fysiomed Amsterdam, sebuah pusat rehabilitasi dan persiapan atlet yang berbasis di kawasan Amsterdam Zuid. Fasilitas ini memiliki lebih dari enam puluh spesialis serta Pusat Medis Olahraga yang berfokus pada rehabilitasi cedera, fisioterapi, dan pelatihan performa. Langkah ini sejalan dengan tekadnya untuk kembali bugar sepenuhnya sebelum merumput lagi.
Dalam pernyataannya, Idzes menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah pemulihan total. "Saat ini, perhatian saya harus tertuju pada pemulihan total dan melakukan segala upaya agar bisa kembali dengan kondisi yang lebih kuat dan siap," ujarnya. Meski tak bisa bergabung, ia tetap memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekannya. "Walaupun saya tidak bisa ada di sana, saya akan mendukung tim di setiap langkah. Mari kita bersatu sebagai satu, mendukung tim dan memberikan dukungan kami semua. Semoga beruntung, para pemuda. Sampai jumpa segera," tambahnya.
Absennya Idzes di FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya kerugian bagi timnas, tetapi juga menyoroti pentingnya manajemen cedera di sepak bola modern. Pemain yang pernah memperkuat timnas pada Juni 2026 ini harus rela melewatkan momen berharga bersama skuad Garuda. Namun, keputusannya untuk menjalani rehabilitasi di fasilitas kelas dunia menunjukkan profesionalisme dan kesadaran akan pentingnya pemulihan yang optimal.
Bagi publik sepak bola Indonesia, kehilangan Idzes menjadi ujian kedalaman skuad. Pelatih dituntut untuk menemukan formula baru di lini belakang, mungkin dengan mengandalkan pemain seperti Rizky Ridho atau Elkan Baggott. Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri menjadi ajang pembuktian bagi timnas untuk bersaing di level regional. Tanpa Idzes, beban Kevin Diks dan kawan-kawan tentu bertambah, tetapi ini bisa menjadi peluang bagi pemain muda untuk unjuk gigi.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah seberapa cepat Idzes bisa kembali merumput? Jika estimasi 1,5โ2 bulan akurat, ia mungkin masih bisa memperkuat Sassuolo di paruh musim Serie A. Namun, yang lebih krusial adalah bagaimana Timnas Indonesia mengatasi absennya sang bek tangguh di turnamen yang bisa menjadi batu loncatan menuju Piala Dunia 2030. Mampukah skuad Garuda membuktikan bahwa mereka tidak bergantung pada satu pemain?



