Fofana Didepak AC Milan: Crystal Palace dan Marseille Siap Menampung
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Prancis Youssouf Fofana resmi di luar rencana Ruben Amorim di AC Milan, dengan klub memintanya mencari pelabuhan baru.
- Milan mematok harga minimal €20 juta, sementara Crystal Palace dan Marseille menjadi destinasi potensial bagi pemain berusia 27 tahun itu.
- Keputusan ini bagian dari perombakan lini tengah Milan yang beralih ke formasi double pivot, menyisakan banyak nama besar bersaing.

AC Milan secara tegas telah menginstruksikan Youssouf Fofana untuk mencari klub baru pada bursa transfer musim panas ini. Gelandang asal Prancis itu kini berada di luar rencana pelatih Ruben Amorim, dengan Crystal Palace dan Marseille dikabarkan menjadi peminat utama.
Menurut laporan Calciomercato yang mengutip Matteo Moretto, manajemen Milan telah menyampaikan pesan jelas kepada Fofana bahwa ia tidak lagi menjadi bagian dari proyek tim. Keputusan ini bukan tanpa alasan; Amorim menilai skuadnya terlalu gemuk dan membutuhkan perampingan. Isyarat tersebut sudah terlihat saat laga uji coba melawan Chelsea, di mana Fofana secara mencolok tidak dimasukkan dalam daftar pergantian pemain.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran taktik besar di bawah Amorim, yang mulai meninggalkan formasi tiga gelandang dan beralih ke double pivot. Alhasil, persaingan di lini tengah Milan semakin ketat dengan hadirnya nama-nama seperti Luka Modric, Adrien Rabiot, Ardon Jashari, Samuele Ricci, dan Yunus Musah yang berebut dua posisi utama. Fofana, yang direkrut dari Monaco dengan biaya sekitar €25 juta pada 2024, menjadi korban pertama dari kebijakan ini.
Milan sendiri siap mendengarkan tawaran untuk Fofana, dengan banderol minimal €20 juta. Angka tersebut masih di atas ambang batas untuk menghindari kerugian buku, yang ditetapkan sebesar €13 juta. Ketertarikan awal datang dari Inggris, dengan Crystal Palace memimpin rombongan klub Premier League yang menginginkan jasa pemain berusia 27 tahun itu.
Sementara itu, Marseille juga menjadi klub yang patut diwaspadai. Jika Pierre-Emile Hojbjerg hengkang ke Newcastle United—yang menurut pelatih anyar Matthias Jaissle menjadi prioritas—maka Marseille siap bergerak untuk merekrut Fofana sebagai pengganti. Situasi ini memberi Fofana beberapa opsi menarik untuk melanjutkan kariernya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa melakukan perombakan skuad secara agresif. Keputusan Milan untuk melepas Fofana meski baru semusim membuktikan bahwa performa dan kecocokan taktik menjadi segalanya di level tertinggi. Ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, bahwa investasi pemain mahal tidak menjamin tempat di skuad utama jika tidak sesuai dengan filosofi pelatih.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah: akankah Fofana memilih tantangan di Premier League bersama Crystal Palace, atau kembali ke Ligue 1 bersama Marseille? Kedua klub menawarkan panggung berbeda—Inggris dengan intensitas tinggi, sementara Prancis menawarkan kenyamanan kembali ke liga yang ia kenal. Apapun pilihannya, keputusan ini akan menentukan arah kariernya di usia emas. Sementara itu, Milan akan terus memantau pasar untuk mendatangkan pemain yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktik Amorim.



