Inter Kunci Kesepakatan untuk Spence, Tottenham Terima €31,5 Juta plus Bonus
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan antara Inter dan Tottenham untuk Djed Spence mencapai €31,5 juta plus bonus, dengan kontrak hingga 2031.
- Spence, yang tampil impresif di Piala Dunia 2026, diplot sebagai penerus Denzel Dumfries di sisi kanan pertahanan Inter.
- Kedua klub masih merampungkan struktur bonus sebelum pemain menjalani tes medis, menandai kepulangan Spence ke Serie A.

Inter Milan dilaporkan telah mencapai kata sepakat dengan Tottenham Hotspur untuk mentransfer bek sayap Inggris, Djed Spence, dengan nilai €31,5 juta plus bonus. Kesepakatan ini mencakup kontrak berdurasi hingga Juni 2031, menurut sejumlah sumber terpercaya di Italia.
Negosiasi sempat alot setelah tawaran awal €30 juta ditolak Tottenham yang mematok harga lebih tinggi, sekitar €35 juta dengan tambahan bonus berdasarkan performa. Namun, setelah melalui pembahasan intensif, kedua klub akhirnya menemukan titik temu di angka €31,5 juta dengan skema add-ons yang masih dirundingkan. Beberapa media Italia, seperti Sport Mediaset dan La Gazzetta dello Sport, melaporkan variasi nilai yang sedikit berbeda, namun inti kesepakatan tetap mengarah pada angka tersebut.
Bagi Inter, kedatangan Spence menjadi langkah strategis untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Denzel Dumfries yang hengkang ke Real Madrid pada bursa musim panas ini. Pemain berusia 26 tahun itu dinilai sebagai pewaris natural Dumfries di sisi kanan, sekaligus memberikan opsi fleksibel di sisi kiri saat Federico Dimarco membutuhkan rotasi. Kemampuan Spence bermain di kedua sisi lapangan menjadi nilai tambah yang diyakini akan memperkaya opsi taktik pelatih Simone Inzaghi.
Spence bukan wajah asing bagi pecinta sepak bola Italia. Sebelumnya, ia sempat dipinjamkan ke Genoa selama enam bulan pada 2024 dan mencatatkan 16 penampilan. Pengalaman tersebut diharapkan memudahkan adaptasinya kembali ke atmosfer Serie A yang kompetitif. Selain itu, ia akan kembali bertemu dengan rekan setimnya di timnas Inggris, John Stones, yang baru saja bergabung dengan Inter secara gratis dari Manchester City. Duet keduanya di lini belakang Inter diprediksi menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus lawan.
Performa Spence di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan utama. Ia tampil sebagai salah satu pemain terbaik Inggris, menunjukkan fleksibilitas dan ketenangan dalam bertahan maupun menyerang. Hal ini semakin meyakinkan Inter bahwa investasi sebesar ini sepadan untuk mengamankan jasa pemain yang masih berada di usia emasnya. Meski begitu, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan kedua klub, yakni merampungkan detail struktur bonus sebelum Spence terbang ke Milan untuk menjalani tes medis.
Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer Eropa, keputusan Inter untuk mendatangkan Spence juga menarik untuk dicermati dari perspektif Indonesia. Meski tidak terlibat langsung, dinamika transfer pemain top Eropa kerap memengaruhi persepsi penggemar sepak bola di Tanah Air, terutama dalam hal strategi klub-klub besar dalam membangun skuad. Bagi para pengamat dan penggemar, langkah Inter ini menunjukkan ambisi mereka untuk tetap kompetitif di level tertinggi, baik di domestik maupun Eropa.
Ke depannya, publik akan menantikan bagaimana Spence beradaptasi dengan skema permainan Inter dan apakah ia mampu memenuhi ekspektasi sebagai penerus Dumfries. Pertanyaan yang menggantung: mampukah ia membawa Inter meraih gelar scudetto dan tampil gemilang di Liga Champions? Hanya waktu yang akan membuktikan, namun langkah awal ini jelas menunjukkan keseriusan Inter dalam membangun tim yang solid untuk masa depan.



