Man United Bidik Mitchell, Solusi yang Bisa Bikin Rashford Kembali Tajam
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dikabarkan tengah mempertimbangkan merekrut bek kiri Crystal Palace, Tyrick Mitchell, pada bursa transfer Januari mendatang.
- Kehadiran Mitchell dinilai dapat mengembalikan performa terbaik Marcus Rashford, yang selama ini bergantung pada sosok bek kiri mumpuni seperti Luke Shaw.
- Rashford sebenarnya masih produktif dalam menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir dan konsistensinya menjadi sorotan utama.

Manchester United dilaporkan menaruh minat serius pada bek kiri Crystal Palace, Tyrick Mitchell, untuk memperkuat sektor pertahanan sayap kiri yang selama ini rapuh. Langkah ini diyakini tidak hanya memperbaiki lini belakang, tetapi juga menjadi kunci untuk mengembalikan ketajaman Marcus Rashford, yang kerap kesulitan tampil konsisten tanpa dukungan bek kiri yang solid.
Selama beberapa musim terakhir, performa Rashford sangat bergantung pada kehadiran Luke Shaw. Ketika Shaw bugar dan bermain reguler, Rashford menjelma menjadi ancaman utama di sayap kiri. Data menunjukkan bahwa pada musim 2020/21, saat Shaw mencatat menit bermain terbanyak di Premier League, Rashford mencetak 11 gol. Musim 2018/19, dengan Shaw yang juga fit, Rashford mengemas 10 gol. Puncaknya pada 2022/23, ketika Shaw kembali menjadi pilihan utama, Rashford melesat dengan 17 gol liga. Korelasi ini menegaskan bahwa kehadiran bek kiri yang konsisten sangat memengaruhi produktivitas penyerang sayap.
Sayangnya, kondisi fisik Shaw belakangan ini menjadi masalah besar. Bek berusia 31 tahun itu absen di beberapa laga penting, termasuk derby Manchester dan pertandingan melawan Sabah serta Brighton. Alhasil, manajemen United di bawah INEOS mulai mencari solusi jangka panjang. Nama Mitchell muncul sebagai opsi realistis karena kontraknya di Crystal Palace akan berakhir musim panas mendatang. Menurut laporan Football Insider, pemain berusia 27 tahun itu disebut 'sangat tertarik' bergabung ke Old Trafford dan akan 'kesulitan menolak' jika tawaran datang. Liverpool juga dikabarkan memantau situasinya.
Mitchell bukan tipe bek kiri yang hanya bertahan. Selama beberapa tahun terakhir, ia sering dioperasikan sebagai wing-back di Selhurst Park, sehingga terbiasa membantu serangan. Kemampuannya dalam memberikan umpan silang dan menciptakan peluang menjadi nilai tambah. Pada musim 2024/25, ia mencatatkan lima assist dan menciptakan 11 peluang besar, angka yang lebih baik dibandingkan bek kiri United saat ini. Bahkan, ia baru saja mencetak dua gol ke gawang Fulham, menunjukkan naluri ofensifnya.
Kehadiran Mitchell akan memberikan dua dampak langsung. Pertama, ia bisa menjadi pelapis sekaligus pesaing sehat bagi Shaw, mengurangi beban bek sayap yang kerap cedera. Kedua, dengan bek kiri yang lebih agresif maju, Rashford atau Matheus Cunha tidak perlu bekerja sendirian di sektor kiri. Selama ini, Rashford sering terpaksa melebar untuk mencari bola karena minimnya dukungan overlap dari bek kiri. Dengan Mitchell, ia bisa lebih fokus menusuk ke kotak penalti dan memaksimalkan peluang.
Meski begitu, bukan berarti Rashford lepas dari kritik. Ia memang masih menciptakan banyak peluang (13 peluang tercipta, peringkat ketiga di liga) dan sentuhan di kotak lawan (33, peringkat kedua), tetapi penyelesaian akhirnya belum konsisten. Manajer Michael Carrick perlu menemukan formula yang tepat untuk memaksimalkan potensi Rashford, terutama dengan kembalinya Amad Diallo yang akan menggeser Bryan Mbeumo ke posisi nomor sembilan. Persaingan di sayap kiri antara Rashford dan Cunha akan semakin ketat, dan kehadiran Mitchell bisa menjadi pembeda.
"Rashford butuh sosok yang bisa diandalkan di belakangnya. Ketika Shaw bermain, Rashford tampil lebih bebas. Mitchell memiliki profil yang mirip, dan itu bisa menjadi keuntungan besar," ujar seorang pengamat taktis yang enggan disebutkan namanya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik untuk dicermati. Manchester United adalah salah satu klub dengan basis penggemar terbesar di Indonesia, dan setiap pergerakan mereka selalu menjadi perbincangan hangat. Jika Mitchell benar-benar datang, ini bisa menjadi sinyal bahwa United serius memperbaiki skuad setelah awal musim yang mengecewakan. Selain itu, keberhasilan Rashford kembali tajam akan menjadi tontonan menarik, mengingat ia adalah salah satu penyerang Inggris paling berbakat generasinya.
Dengan jendela transfer Januari yang tinggal beberapa bulan lagi, manajemen United harus bergerak cepat. Mitchell adalah peluang bagus: muda, berpengalaman di Premier League, dan harganya relatif terjangkau karena kontraknya segera berakhir. Jika kesepakatan tercapai, bukan tidak mungkin Rashford kembali menemukan performa terbaiknya dan membawa United bersaing di zona Eropa. Akankah INEOS mengambil langkah ini, atau justru membiarkan peluang emas itu lewat begitu saja?



