Frosinone Sambut Dua Bintang Austria dengan Sachertorte: Strategi Cerdas di Serie A?
Baca dalam 60 detik
- Frosinone resmi mengamankan jasa Florian Grillitsch dan Romano Schmid, dua pemain timnas Austria yang baru tampil di Piala Dunia 2026.
- Grillitsch datang gratis dengan kontrak setahun, sementara Schmid ditebus dari Werder Bremen senilai โฌ8 juta dengan ikatan empat musim.
- Sambutan khas berupa kue Sachertorte menjadi simbol pendekatan personal klub dalam membangun ikatan pemain baru.

Frosinone Calcio, klub promosi Serie A musim ini, resmi memperkenalkan dua pemain timnas Austria, Florian Grillitsch dan Romano Schmid, pada Rabu (12/8/2026). Keduanya langsung disambut dengan kejutan manis berupa kue Sachertorte, hidangan penutup ikonik dari Wina, sebagai simbol keramahan klub Italia tersebut.
Grillitsch, gelandang bertahan berusia 30 tahun, tiba dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama Braga habis. Ia menandatangani kontrak berdurasi satu tahun dengan opsi perpanjangan hingga Juni 2028. Sementara itu, Schmid, gelandang serang berusia 26 tahun, ditebus dari Werder Bremen dengan biaya mencapai โฌ8 juta. Pemain yang telah membukukan 17 gol dalam 181 penampilan bersama Bremen itu dikontrak selama empat musim.
Kedatangan dua pemain ini menjadi sinyal ambisi Frosinone untuk tidak sekadar bertahan di Serie A. Dengan pengalaman internasional yang dimiliki, terutama setelah tampil di Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, kedua pemain diharapkan mampu memberi dimensi baru pada lini tengah Canarini. Grillitsch dikenal sebagai pengatur ritme permainan, sementara Schmid memiliki visi dan kemampuan mencetak gol dari lini kedua.
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah Frosinone ini menarik karena mereka berani berinvestasi pada pemain dengan profil Eropa, meski status klub masih baru kembali ke kasta tertinggi. Keputusan merekrut pemain berusia di atas 26 tahun bisa menjadi strategi jangka pendek untuk mengamankan poin, namun juga berisiko jika performa menurun. Namun, dengan opsi perpanjangan kontrak yang fleksibel, klub memberikan ruang evaluasi.
Dari perspektif Indonesia, transfer ini menjadi pengingat bahwa pasar pemain Eropa tetap dinamis. Bagi para penggemar Serie A di tanah air, kehadiran Grillitsch dan Schmid akan menambah daya tarik laga Frosinone, yang sebelumnya jarang menjadi sorotan. Selain itu, kebiasaan klub Eropa menyambut pemain baru dengan sentuhan personal seperti Sachertorte bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub Indonesia untuk membangun kedekatan dengan rekrutan anyar, meski dengan cara yang lebih sederhana.
"Kami ingin pemain merasa seperti di rumah sendiri sejak hari pertama. Sachertorte adalah cara kami menghormati budaya mereka," ujar seorang perwakilan klub, menggambarkan pendekatan humanis Frosinone.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah duet Austria ini mampu langsung beradaptasi dengan kerasnya persaingan Serie A. Dengan jadwal padat dan tekanan dari tribun, konsistensi menjadi kunci. Jika keduanya tampil gemilang, Frosinone bisa menjadi kejutan musim ini. Namun, jika gagal, klub harus segera mencari solusi di bursa transfer Januari. Satu hal yang pasti, sambutan manis itu hanyalah awal dari ujian sesungguhnya di lapangan hijau.



