Turtle Beach Rematch: Kontroler Switch 2 Paling Menggemaskan dengan Stik Anti-Drift
Baca dalam 60 detik
- Turtle Beach meluncurkan Rematch Wireless Controller untuk Switch 2 dengan desain menggemaskan dan teknologi TMR anti-drift.
- Kontroler ini menawarkan baterai tahan 40 jam, tombol yang dapat diprogram, dan harga mulai $65.
- Kehadiran Rematch menambah persaingan di pasar aksesori Switch 2, meski tanpa haptic feedback dan fitur bangunkan konsol.

Turtle Beach resmi merilis Rematch Wireless Controller untuk Nintendo Switch 2, sebuah gamepad yang tidak hanya mengandalkan performa tetapi juga tampilan visual yang menggemaskan. Dengan harga $65 (sering diskon menjadi $50), kontroler ini menawarkan kombinasi fitur canggih dan desain yang menyenangkan, menjadikannya pilihan menarik bagi penggemar game kasual maupun hardcore.
Rematch hadir dengan beberapa keunggulan teknis yang jarang ditemukan pada kontroler pihak ketiga. Menggunakan teknologi TMR (Tunnel Magnetoresistance) pada stik analog, kontroler ini diklaim bebas dari masalah drift yang sering dikeluhkan para pemain. Bahkan, Nintendo Switch 2 Pro Controller resmi pun tidak memiliki fitur ini. Selain itu, Rematch dilengkapi dengan tombol tambahan di bagian belakang yang dapat dipetakan sesuai kebutuhan, serta tombol khusus untuk GameChat.
Daya tahan baterai menjadi salah satu nilai jual utama. Rematch mampu bertahan hingga 40 jam dalam penggunaan normal, atau sekitar 12 jam jika efek RGB dinyalakan. Kontroler ini juga memiliki jangkauan nirkabel hingga 30 kaki, memberikan kebebasan bergerak saat bermain. Bobotnya yang ringan, hanya 0,79 pon, membuatnya nyaman digenggam dalam waktu lama, terutama bagi pengguna dengan tangan kecil.
Dari sisi desain, Rematch menawarkan berbagai edisi bertema karakter Nintendo yang resmi dilisensikan. Mulai dari Rosalina dengan efek pencahayaan pelangi, KK Slider dari Animal Crossing, Mario Kart World, hingga edisi hitam minimalis. Setiap model memiliki keunikan sendiri, seperti lampu RGB yang menghiasi wajah kontroler. Namun, tidak semua model dilengkapi RGB; edisi Super Mario Jump dan Charcoal Black hadir tanpa efek cahaya.
"Kontroler ini adalah sepotong kegembiraan genggam yang kita semua butuhkan saat ini," tulis reviewer dalam ulasannya, menggambarkan pengalaman menggunakan edisi Rosalina.
Meski demikian, Rematch bukan tanpa kekurangan. Kontroler ini tidak dilengkapi haptic feedback dan tidak dapat membangunkan konsol Switch 2 dari mode tidur. Beberapa pengguna mungkin menganggap suara 'hollow' saat tombol ditekan sebagai indikasi kualitas yang kurang premium. Namun, bagi yang mengutamakan kenyamanan dan estetika, kekurangan ini bisa diabaikan.
Pasar aksesori Switch 2 di Indonesia sendiri masih didominasi oleh produk resmi Nintendo dan beberapa merek pihak ketiga seperti Hori dan 8BitDo. Kehadiran Rematch dapat menjadi alternatif menarik, terutama bagi penggemar berat karakter Nintendo yang ingin tampil beda. Dengan harga yang kompetitif, kontroler ini berpotensi menarik minat gamer Indonesia, meskipun harus bersaing dengan produk yang lebih murah dari Tiongkok.
Ke depan, Turtle Beach diperkirakan akan terus memperluas lini Rematch dengan edisi khusus lainnya, seperti versi Fortnite yang sudah ada. Pertanyaannya, akankah fitur seperti haptic feedback dan kemampuan membangunkan konsol ditambahkan pada iterasi berikutnya? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi untuk saat ini, Rematch telah membuktikan bahwa kontroler gaming bisa menjadi barang yang menyenangkan untuk dimiliki.



