Sinner Mundur dari Cincinnati Open, Fokus Pulih demi US Open
Baca dalam 60 detik
- Petenis nomor satu dunia asal Italia, Jannik Sinner, memutuskan mundur dari turnamen Masters 1000 Cincinnati Open pekan ini akibat cedera lutut kanan.
- Keputusan ini diambil setelah konsultasi dengan tim medis, dengan harapan bisa tampil maksimal di ajang Grand Slam terakhir tahun ini, US Open, yang dimulai akhir Agustus.
- Absennya Sinner dan juga Carlos Alcaraz membuat persaingan di Cincinnati Open semakin terbuka, sekaligus menjadi sinyal risiko cedera yang dihadapi para petenis papan atas.

Jannik Sinner, petenis nomor satu dunia asal Italia, memutuskan untuk menarik diri dari turnamen Cincinnati Open yang berlangsung pekan ini. Keputusan ini diambil setelah cedera lutut kanan yang dialaminya belum pulih sepenuhnya, meski ia optimistis bisa tampil di US Open yang akan digelar akhir bulan ini.
Petenis berusia 24 tahun itu terakhir kali bertanding saat menjuarai Wimbledon untuk kedua kalinya pada Juli lalu, mengalahkan Alexander Zverev di final. Sejak itu, ia belum pernah turun ke lapangan. Dalam pernyataannya, Sinner mengaku kecewa harus melewatkan turnamen Masters 1000 ini, tetapi ia menegaskan fokusnya kini tertuju pada persiapan menuju New York.
"Setelah berkonsultasi dengan dokter dan tim saya, saya harus mengumumkan bahwa saya perlu mundur dari turnamen Masters 1000 di Cincinnati," ujar Sinner. "Lutut kanan saya terus mengganggu, dan meskipun kami sudah bekerja keras dengan tim medis, saya harus menerima bahwa saya belum siap untuk bertanding."
Keputusan Sinner ini menjadi pukulan bagi penyelenggara Cincinnati Open yang juga kehilangan Carlos Alcaraz, petenis peringkat dua dunia asal Spanyol. Alcaraz, yang merupakan juara bertahan turnamen ini, masih belum pulih dari cedera pergelangan tangan yang dideritanya sejak April. Dengan absennya dua nama besar tersebut, persaingan di turnamen yang akan berlangsung pada 13โ23 Agustus ini diprediksi semakin terbuka.
Menariknya, pada final Cincinnati Open tahun lalu, Alcaraz unggul 5-0 atas Sinner sebelum petenis Italia itu mundur karena sakit. Kini, keduanya kembali harus menepi, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan fisik para petenis top di tengah padatnya kalender turnamen.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, kabar ini tentu mengurangi daya tarik Cincinnati Open yang biasanya menjadi ajang pemanasan menjelang US Open. Namun, ini juga menjadi pengingat bahwa cedera adalah bagian tak terpisahkan dari olahraga profesional. Para petenis top seperti Sinner dan Alcaraz harus pandai mengatur beban latihan dan jadwal pertandingan agar bisa tampil prima di turnamen Grand Slam.
Dengan absennya dua pemain unggulan, peluang petenis lain seperti Alexander Zverev atau Novak Djokovic untuk meraih gelar di Cincinnati semakin besar. Zverev, yang menjadi runner-up Wimbledon tahun ini, tentu ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah gelar Masters 1000-nya. Sementara Djokovic, yang sudah mengoleksi 24 gelar Grand Slam, tetap menjadi ancaman serius di setiap turnamen yang diikutinya.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Sinner benar-benar pulih tepat waktu untuk US Open? Jika belum, siapa yang akan menjadi favorit di Flushing Meadows? Jawabannya akan mulai terlihat dalam beberapa pekan ke depan, saat para petenis top bersaing di lapangan keras Amerika.



