Uldedaj Pertaruhkan Sabuk IBO di Tirana, Caparello Incar Gelar Dunia Dua Divisi
Baca dalam 60 detik
- Juergen Uldedaj akan mempertahankan gelar juara dunia IBO kelas cruiser melawan Blake Caparello di Tirana, Albania, 23 Oktober mendatang.
- Caparello, mantan juara IBO kelas light heavyweight, berambisi menjadi juara dunia dua divisi dengan mengalahkan Uldedaj di kandangnya.
- Promotor SES Boxing dan Blanko Sports menyebut laga ini sebagai event tinju internasional terbesar yang pernah digelar di Albania.

Juergen Uldedaj akhirnya membawa gelar juara dunia IBO kelas cruiser ke tanah kelahirannya, Albania. Pada 23 Oktober nanti, petinju berusia 30-an itu akan mempertahankan sabuknya melawan penantang tangguh asal Australia, Blake Caparello, di Feti Borova Olympic Park, Tirana. Laga ini dipromotori oleh SES Boxing/Blanko Sports bekerja sama dengan Crown Boxing International, dan menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Albania menjadi tuan rumah pertarungan gelar dunia tinju internasional.
Uldedaj, yang memiliki rekor 22-1-0, bukanlah petinju sembarangan. Ia memulai karier profesionalnya di Jerman pada 2015 dan telah mengoleksi berbagai gelar dari empat badan tinju utama dunia: WBO Youth, WBC Youth, WBA Continental, dan IBF International. Puncaknya terjadi Oktober 2025 ketika ia merebut sabuk IBO kelas cruiser di London, di depan 10.000 penonton di O2 Arena. Sejak itu, ia sukses mempertahankan gelar di Wembley Arena pada Mei lalu. Kini, setelah lebih dari satu dekade berkarier di luar negeri, Uldedaj pulang kampung dengan status juara dunia.
"Saya senang akhirnya bisa kembali ke Tirana untuk mempertahankan gelar dunia saya. Blake Caparello datang ke Albania untuk merebut sabuk saya, tapi dia salah mengambil keputusan. Saya juara โ ini waktunya saya, wilayah saya, dan gelar saya," ujar Uldedaj dalam pernyataan resminya.
Di sisi lain, Caparello bukan lawan yang bisa diremehkan. Petinju berjuluk "Il Capo" itu memiliki rekor 34-4-1 dan pernah menjadi juara dunia IBO kelas light heavyweight pada 2013. Ia juga pernah berbagi ring dengan nama-nama besar seperti Sergey Kovalev dan Andre Dirrell. Menariknya, Caparello pernah menghancurkan mimpi petinju Albania lainnya, Elvir Muriqi, pada 2014 di Amerika Serikat. Kini ia datang ke Tirana dengan misi serupa: menggagalkan ambisi Albania dan merebut gelar kedua di divisi berbeda.
"Juergen sudah pantas menyandang gelar juara dunia, selamat, Champ. Tapi dia belum pernah melawan petinju sekaliber saya. Saya sudah berhadapan dengan petinju kelas dunia dan pengalaman itu akan terlihat saat pertandingan. Saya memenangkan gelar IBO pertama saya pada Oktober 2013 dan 13 tahun kemudian saya akan merebut gelar IBO kedua saya. Saya sangat bahagia di gym, kami akan keluar sebagai pemenang pada 23 Oktober," tegas Caparello.
Promotor Caparello, Joe DeGuardia dari Star Boxing, menilai anak asuhnya siap menghadapi tekanan tampil di kandang lawan. "Blake adalah mantan juara dunia IBO light heavyweight, dan dia antusias mendapatkan kesempatan menjadi juara dunia dua divisi dengan menantang Juergen Uldedaj. Dia memahami arti penting bertandang ke Tirana untuk menghadapi juara bertahan di negaranya sendiri dan sepenuhnya berkomitmen memanfaatkan peluang ini," kata DeGuardia.
Sementara itu, CEO SES Boxing dan Blanko Sports Holding, Benedikt Poelchau, menyebut laga ini sebagai yang terbesar bagi Albania. "Ini adalah pertarungan internasional paling signifikan yang pernah digelar Albania dan pada 23 Oktober nanti mata dunia tinju akan tertuju ke Tirana. Setelah bertarung di panggung terbesar Eropa, selalu menjadi impian Juergen untuk membawa pertarungan gelar dunia kembali ke negaranya. Melawan Caparello, Juergen menghadapi bukan hanya nama terbesar dalam kariernya tetapi juga penantang tersulit dan paling berpengalaman," ujarnya.
Pendiri SES Boxing, Ulf Steinforth, menambahkan bahwa perjalanan Uldedaj dari debutan empat ronde menjadi petinju elit 12 ronde adalah sesuatu yang istimewa. "Kami membangun Juergen dari awal. Delapan tahun lalu, kami membawa pertarungan gelar WBO Youth-nya ke Tirana dan sekarang dia kembali untuk pertama kalinya sejak itu โ kali ini sebagai juara dunia IBO. Melihat perjalanannya adalah hal yang istimewa bagi saya. Juergen pantas mendapatkan momen ini," tutur Steinforth.
Bagi publik Indonesia, laga ini bisa menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana sebuah negara berkembang membangun ekosistem tinju profesional. Albania, negara kecil di Balkan dengan populasi sekitar 2,8 juta jiwa, mampu menarik perhatian dunia tinju internasional melalui investasi promotor swasta dan dukungan siaran televisi. Indonesia sendiri memiliki basis penggemar tinju yang besar, tetapi masih jarang menjadi tuan rumah pertarungan gelar dunia. Keberhasilan Albania menggelar event sekelas ini bisa menjadi contoh bahwa dengan manajemen promotor yang tepat, negara Asia Tenggara juga bisa menjadi tuan rumah laga internasional bergengsi.
Dari sisi bisnis, laga ini juga menunjukkan pergeseran lanskap tinju dunia. Jika dulu gelar dunia selalu identik dengan Las Vegas, London, atau New York, kini kota-kota seperti Tirana mulai dilirik. SES Boxing, yang telah mempromotori lebih dari 200 event selama 25 tahun, melihat potensi pasar baru di Eropa Timur. Hal ini membuka peluang bagi petinju dari negara non-tradisional untuk tampil di panggung dunia tanpa harus selalu bertarung di luar negeri.
Televisi DIGITALB dan Klan Kosova akan menyiarkan pertandingan ini ke seluruh Albania dan Kosovo. Mitra penyiaran internasional lainnya akan diumumkan menjelang hari pertandingan. Dengan segala persiapan yang ada, pertanyaan besarnya: akankah Uldedaj sukses mempertahankan gelar di hadapan pendukung sendiri, atau Caparello kembali menjadi mimpi buruk bagi tinju Albania seperti yang ia lakukan 12 tahun lalu?



