Iraola Akui Liverpool Belum Siap Tempur: Kedalaman Skuad Jadi PR Besar Jelang Premier League
Baca dalam 60 detik
- Liverpool kembali kehilangan keunggulan dua gol dalam laga uji coba, kali ini saat takluk 2-4 dari Monaco di Anfield.
- Andoni Iraola mengakui timnya belum mampu menjaga intensitas permainan selama 90 menit, terutama setelah rotasi pemain.
- Dengan laga pembuka Premier League melawan Newcastle kurang dari dua pekan lagi, Liverpool masih mencari pendamping Virgil van Dijk di lini belakang.

Laga perdananya di hadapan publik Anfield belum berakhir manis. Liverpool, yang sempat unggul dua gol atas Monaco dalam pertandingan uji coba, akhirnya menyerah 2-4. Kekalahan ini menjadi yang kedua beruntun setelah sebelumnya dibekap Leeds, sekaligus mempertegas pekerjaan rumah besar yang menanti Andoni Iraola: membangun kedalaman skuad yang mampu menjaga ritme permainan hingga peluit panjang.
Di hadapan stadion yang penuh sesak, para pendukung berharap melihat awal era baru yang menjanjikan. Namun, harapan itu memudar seiring berjalannya waktu. Iraola, yang baru beberapa pekan memegang kendali tim, tidak menampik adanya persoalan fundamental. "Kami bermain baik di babak pertama, terutama 30 menit awal. Namun, setelah melakukan sejumlah pergantian, para pemain mulai kelelahan dan tidak mampu mempertahankan level yang sama. Ini pekerjaan rumah yang harus segera kami bereskan," ujarnya kepada LFC TV.
Catatan pramusim Liverpool memang timpang: dua kemenangan di awal, dua kekalahan di akhir. Yang lebih mengkhawatirkan, dalam dua laga terakhir tim asuhan Iraola selalu kehilangan keunggulan dua gol. Fenomena ini bukan sekadar soal fisik, melainkan juga indikasi bahwa lapisan kedua skuad belum sepadan dengan starting eleven. Saat laga melawan Monaco, lini belakang bahkan harus diisi oleh Luke Chambers dan Wataru Endo, dua nama yang bukan bek tengah alami, setelah Virgil van Dijk ditarik keluar.
Van Dijk sendiri baru kembali bermain setelah libur panjang pasca-Piala Dunia, bersama Alisson dan Cody Gakpo. Ia berduet dengan remaja 18 tahun, Ifeanyi Ndukwe, yang tampil impresif namun dipastikan akan dipinjamkan musim ini karena masalah izin kerja. Situasi ini membuat pertanyaan besar: siapa yang akan menjadi pendamping tetap Van Dijk saat Liverpool membuka Premier League melawan Newcastle dua pekan lagi?
Manajemen Liverpool tampaknya sadar akan lubang tersebut. Ronald Araujo, bek Barcelona, dikabarkan telah menjalani tes medis pada Minggu lalu dan tinggal selangkah lagi bergabung dengan status pinjaman selama semusim plus opsi pembelian sekitar 47,2 juta pound sterling. Sementara itu, Jeremy Jacquet, rekrutan anyar dari Rennes, masih bergelut dengan cedera bahu dan lutut. Ia diharapkan bisa tampil saat Liverpool menjamu Como dalam laga uji coba terakhir, 16 Agustus mendatang.
Di tengah kekhawatiran akan lini belakang, ada secercah harapan dari lini serang. Alexander Isak dan Florian Wirtz, yang direkrut dengan total dana 225 juta poundsterling musim panas lalu, mulai menunjukkan sinergi. Isak mencetak gol pembuka dengan penyelesaian kaki kanan yang indah, sementara Wirtz tampil sebagai pemain terbaik di lapangan. Menariknya, gol kedua Liverpool sempat menjadi perdebatan kecilโkeduanya sama-sama mengklaim menyentuh bola terakhir. "Kami berdua menyentuh bola, tapi jujur saya tidak tahu siapa yang mencetak gol," kata Isak sambil tersenyum.
Isak juga memuji atmosfer yang dibangun Iraola. "Semangat tim sangat baik, semua bekerja keras. Kami akan memastikan siap menghadapi musim ini," ujarnya. Namun, optimisme itu harus dibayar dengan kerja nyata. Iraola sendiri dalam catatan program pertandingan menuliskan keinginannya memberikan tim yang bisa dibanggakan pendukung. Laga melawan Como akan menjadi ujian terakhir sebelum kompetisi resmi dimulai.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi Liverpool ini menarik untuk dicermati. Bagaimana pun, Premier League adalah liga dengan penggemar terbanyak di Tanah Air. Kegagalan Liverpool menjaga konsistensi bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya kedalaman skuad, sebuah masalah yang juga kerap dihadapi klub-klub Indonesia ketika kehilangan pemain kunci karena cedera atau akumulasi kartu. Apakah Iraola mampu meramu racikan yang tepat dalam waktu sesingkat itu? Atau justru Araujo dan pemain anyar lainnya akan menjadi penentu nasib Liverpool musim ini? Kita tunggu saja.



