Awan Setho Raharjo, Kiper Lokal yang Bertahan di Tengah Banjir Pemain Asing BRI Super League
Baca dalam 60 detik
- Awan Setho Raharjo tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar Bhayangkara FC meski regulasi 11 pemain asing mengancam eksistensi pemain lokal.
- Penampilan impresifnya dalam tiga laga tanpa kekalahan mengantar The Guardians mengoleksi lima poin dan menempati posisi kedelapan klasemen sementara.
- Manajemen Bhayangkara FC menargetkan finis di tiga besar musim ini, dan konsistensi Awan menjadi kunci pencapaian tersebut.

Kiper Bhayangkara FC, Awan Setho Raharjo, membuktikan bahwa pemain lokal masih bisa bersaing di BRI Super League 2026/2027. Di tengah kebijakan yang mengizinkan hingga 11 pemain asing per tim, kiper berusia 29 tahun itu tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang The Guardians.
Regulasi tersebut membuat peluang pemain lokal untuk tampil sebagai starter semakin menipis. Seperti musim sebelumnya, BRI Super League musim ini masih didominasi oleh pemain asing. Kondisi ini menempatkan Awan Setho sebagai salah satu dari sedikit pemain lokal yang mampu menembus starting XI secara reguler.
Penampilan Awan Setho dalam tiga pertandingan awal musim ini tergolong impresif. Ia membantu Bhayangkara FC meraih hasil imbang 1-1 melawan Persebaya Surabaya di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, lalu menahan imbang Dewa United 2-2 di kandang lawan. Puncaknya, ia menjaga gawang tetap bersih saat The Guardians mengalahkan Isenmulang FC 2-0, yang menjadi kemenangan pertama tim musim ini.
Manajemen Bhayangkara FC memberikan apresiasi tinggi melalui media sosial resmi klub. "3 pertandingan, 270 menit bermain!" tulis klub, menegaskan kepercayaan mereka pada kiper kelahiran Semarang tersebut.
Perjalanan Awan Setho bersama Bhayangkara FC bukanlah kisah instan. Bergabung sejak 2017, ia awalnya hanya menjadi kiper pilihan ketiga di bawah Wahyu Tri Nugroho dan Rully Desrian. Namun, kerja kerasnya membuahkan hasil: ia perlahan naik ke posisi utama, bahkan sempat dipanggil ke Timnas Indonesia U-23 dan senior. Kini, ia fokus penuh membela The Guardians.
"Awan Setho Raharjo tak sekadar Spiderman tumpuan di palagan, tetapi juga living legend," demikian pujian dari manajemen Bhayangkara FC.
Keberadaan Awan Setho menjadi oase di tengah derasnya arus pemain asing di sepak bola Indonesia. Regulasi yang membebaskan tim diperkuat banyak pemain impor memang meningkatkan kualitas kompetisi, tetapi di sisi lain mengancam menit bermain pemain lokal. Dalam konteks ini, penjaga gawang menjadi posisi yang paling terpukul karena biasanya tim memilih kiper asing berpengalaman. Maka, performa konsisten Awan Setho tidak hanya penting bagi klub, tetapi juga menjadi simbol perlawanan pemain lokal.
Bagi Indonesia, kisah Awan Setho memberikan harapan bahwa pembinaan pemain muda tetap relevan. Jika lebih banyak pemain lokal mampu menunjukkan kualitas seperti dia, ketergantungan pada pemain asing bisa dikurangi secara bertahap. Hal ini juga berdampak pada Timnas Indonesia, yang membutuhkan stok kiper berkualitas untuk kompetisi internasional.
Ke depan, tantangan Awan Setho semakin berat. Bhayangkara FC menargetkan finis di tiga besar, dan konsistensinya akan diuji sepanjang musim. Apakah ia mampu mempertahankan performa gemilang dan membawa The Guardians ke papan atas? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Awan Setho Raharjo telah membuktikan bahwa pemain lokal masih punya tempat di panggung utama sepak bola Indonesia.



