Legenda Thailand Dukung Indonesia sebagai Tuan Rumah Perdana FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Teeratep Winothai menilai Indonesia paling layak menggelar turnamen debut FIFA ASEAN Cup 2026 karena infrastruktur dan dukungan suporter.
- Thailand disebut juga memiliki kapasitas, tetapi atmosfer pendukung Indonesia dianggap sulit ditandingi.
- PSSI masih menanti surat resmi FIFA untuk memastikan format dan jadwal, sementara peluang Indonesia menjadi tuan rumah semakin terbuka.

Legenda sepak bola Thailand, Teeratep Winothai, menyatakan bahwa Indonesia adalah kandidat terkuat untuk menjadi tuan rumah edisi perdana Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026. Penilaian itu disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan Bola.com pada Rabu (23/9/2026), menyusul keputusan FIFA yang menunjuk Indonesia sebagai penyelenggara turnamen baru untuk kawasan Asia Tenggara.
Menurut pria yang akrab disapa Leesaw tersebut, Indonesia memiliki kombinasi ideal antara stadion berstandar internasional, fasilitas latihan yang memadai, dan basis penggemar yang besar. "Memang harus Indonesia yang menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026," ujarnya. Ia menambahkan bahwa gairah suporter Indonesia, terutama saat membela tim nasional, menjadi faktor pembeda yang sulit disamai negara lain di ASEAN.
Meski demikian, Leesaw tidak menutup peluang Thailand untuk menjadi tuan rumah pada edisi berikutnya. Menurutnya, Thailand juga memiliki banyak stadion bagus dan layak menggelar pertandingan level internasional. "Ya gairah fans di Indonesia benar-benar luar biasa, mungkin di edisi selanjutnya Thailand bisa menjadi tuan rumah," harapnya.
Pernyataan Leesaw ini memperkuat posisi Indonesia di mata publik sepak bola regional. Meskipun PSSI belum menerima surat resmi dari FIFA, dukungan dari legenda negara tetangga menjadi sinyal positif bahwa Indonesia dianggap siap secara infrastruktur dan atmosfer pertandingan. Turnamen ini juga berpotensi meningkatkan profil sepak bola Indonesia di kancah internasional, sekaligus menjadi ajang pembuktian kemampuan penyelenggaraan event besar.
"Gairah fans di Indonesia benar-benar luar biasa, mungkin di edisi selanjutnya Thailand bisa menjadi tuan rumah."
โ Teeratep Winothai, legenda Timnas Thailand
Bagi Indonesia, menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar prestise. Ada dampak ekonomi yang signifikan, mulai dari lonjakan kunjungan wisatawan, belanja konsumen, hingga peluang sponsor dan hak siar. Pemerintah dan PSSI perlu memastikan kesiapan stadion di berbagai kota, transportasi, serta akomodasi agar event ini memberikan warisan positif bagi sepak bola nasional. Selain itu, keberhasilan sebagai tuan rumah dapat memperkuat posisi Indonesia dalam pencalonan event internasional lainnya di masa depan.
Di sisi lain, Thailand tetap menjadi pesaing kuat untuk edisi-edisi berikutnya. Dengan pengalaman menjadi tuan rumah Piala AFF beberapa kali, Thailand memiliki rekam jejak yang mumpuni. Namun, faktor antusiasme suporter sering kali menjadi penentu daya tarik sebuah turnamen. Indonesia, dengan populasi besar dan budaya sepak bola yang mengakar, memiliki keunggulan alami dalam hal ini.
Ke depan, perhatian tertuju pada langkah PSSI menindaklanjuti keputusan FIFA. Apakah Indonesia mampu memenuhi ekspektasi sebagai tuan rumah perdana, dan akankah turnamen ini menjadi katalis kebangkitan sepak bola Asia Tenggara? Waktu yang akan menjawab, tetapi dukungan dari figur seperti Leesaw menjadi modal awal yang berharga.



