Liverpool Alihkan Incaran ke Iliman Ndiaye Usai Harga Barcola Selangit
Baca dalam 60 detik
- Liverpool beralih ke Iliman Ndiaye setelah harga Bradley Barcola yang fantastis, dengan Arsenal siap menyaingi.
- Ndiaye, yang tampil impresif di Everton, menjadi target realistis dengan nilai pasar sekitar ยฃ75 juta.
- Persaingan ketat dengan Manchester United dan potensi keengganan Everton menjual ke rival sekota menjadi tantangan utama.

Liverpool dilaporkan telah membuka pembicaraan langsung dengan perwakilan Iliman Ndiaye, bintang Everton, sebagai alternatif setelah upaya mendatangkan Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain menemui jalan buntu. Harga yang diminta PSG untuk pemain asal Prancis itu mencapai ยฃ145 juta, angka yang dinilai terlalu tinggi dan memaksa The Reds mencari opsi lain.
Keputusan ini muncul di tengah kabar bahwa Arsenal, juara Premier League musim lalu, siap bergerak untuk Barcola. Dengan begitu, Liverpool harus berpaling ke target yang lebih realistis. Ndiaye, yang bergabung dengan Everton pada musim panas 2024, telah mencatatkan 17 gol dan tiga assist dalam 71 penampilan. Angka itu cukup meyakinkan, terutama dengan gaya bermainnya yang agresif dan kemampuan dribelnya yang luar biasa.
Legenda Liverpool, Jamie Carragher, pernah memuji Ndiaye dengan menyebutnya sebagai pemain bintang. Dalam analisisnya, Carragher menyoroti kemampuan Ndiaye membawa bola sejauh 39 yard, yang merupakan jarak terjauh keenam di Premier League musim itu. Pujian tersebut menegaskan bahwa Ndiaye bukan sekadar pemain biasa, melainkan aset berharga yang bisa menjadi pembeda di lini depan.
Menurut laporan Caught Offside, Liverpool telah mengadakan pembicaraan dengan agen Ndiaye. Everton mematok harga ยฃ75 juta untuk pemain asal Senegal tersebut. Namun, ada kendala besar: Everton enggan menjual pemainnya ke rival sekota. Selain itu, Manchester United juga dikabarkan tertarik dan telah melakukan negosiasi, menambah ketat persaingan.
Seorang sumber dari Caught Offside menyatakan, "Everton menginginkan ยฃ75 juta, yang terlalu tinggi, tapi ini akan menarik untuk disimak karena pemainnya sangat ingin pindah. Dia menolak tawaran dari Arab Saudi karena ingin tetap bermain di level tertinggi. Saya ragu Everton akan menjual ke Liverpool, dan belum ada pembicaraan antar klub, tapi saya tidak akan terkejut jika harga yang diminta untuk mereka jauh lebih tinggi."
Ndiaye, yang berusia 26 tahun, dikenal sebagai pemain yang gemar menusuk pertahanan lawan. Musim lalu, ia mencatatkan rata-rata 2,4 dribel sukses per 90 menit, unggul 1,1 dibanding Jack Grealish yang berada di posisi kedua dalam metrik tersebut. Kemampuannya bermain di kedua sayap dan sebagai penyerang tengah membuatnya menjadi tambahan yang fleksibel untuk lini depan Liverpool.
Kebutuhan akan pemain serbabisa semakin mendesak karena Hugo Ekitike, yang dipinjam dari PSG, diperkirakan absen hingga 2027 akibat cedera ACL. Beban gol pun tertumpu pada Alexander Isak, yang mungkin perlu dirotasi mengingat jadwal padat, termasuk kompetisi Liga Champions musim depan. Kehadiran Ndiaye bisa menjadi solusi untuk menjaga kedalaman skuad.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik karena menunjukkan dinamika bursa transfer Eropa yang penuh intrik. Liverpool, yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia, tentu berharap dapat mendatangkan pemain berkualitas tanpa harus menguras kas klub. Namun, rivalitas antar klub Merseyside sering kali menjadi penghalang terbesar.
Pertanyaannya, apakah Liverpool mampu meyakinkan Everton untuk melepas Ndiaye? Atau akankah mereka harus mencari target lain? Dengan waktu bursa transfer yang terus berjalan, keputusan ini akan menentukan kekuatan skuad The Reds untuk musim depan.



