Arsenal Gagal Amankan Vini Jr, Barcola Jadi Target Utama Perombakan Lini Sayap
Baca dalam 60 detik
- Arsenal kehilangan Vinicius Junior yang memilih bertahan di Real Madrid, memaksa klub mencari alternatif untuk memperkuat sayap kiri.
- Bradley Barcola dari PSG muncul sebagai kandidat utama, namun banderol £145 juta menjadi tantangan negosiasi yang berat.
- Kegagalan mendatangkan bintang besar bisa memengaruhi daya saing Arsenal di Premier League dan Liga Champions musim depan.

Arsenal nyaris mengamankan salah satu transfer terbesar dalam sejarah Premier League, namun ambisi tersebut pupus setelah Vinicius Junior memilih bertahan di Real Madrid. Kegagalan ini memaksa The Gunners kembali ke papan gambar, dengan fokus kini tertuju pada Bradley Barcola sebagai solusi untuk memperkuat lini sayap kiri yang menjadi prioritas utama musim panas ini.
Sejak awal bursa transfer, kebutuhan Arsenal akan penyerang sayap kiri kelas dunia sudah menjadi rahasia umum. Gabriel Martinelli, yang direkrut dengan biaya hanya £6 juta, telah menjadi pelayan setia bagi Mikel Arteta dengan 278 penampilan dan 62 gol. Namun, setelah musim 2022/23 yang impresif dengan 15 gol di liga, performanya cenderung stagnan. Musim lalu, ia hanya mencetak satu gol di Premier League, meski tampil gemilang di kompetisi piala dengan sepuluh gol di Liga Champions, FA Cup, dan Piala Liga.
Kepergian Leandro Trossard ke Besiktas semakin memperparah situasi. Sebagai respons, Arsenal mendatangkan Christos Tzolis dari Club Brugge. Pemain asal Yunani itu sempat mencuri perhatian di pramusim dengan mencetak gol ke gawang Girona dan assist melawan Real Betis serta Borussia Dortmund. Namun, catatan buruknya di Norwich City—hanya tiga gol dalam 30 penampilan—menimbulkan keraguan apakah ia mampu bersaing di level tertinggi. Tzolis mungkin terlihat sebagai pembelian cerdas, tetapi ia belum memenuhi ekspektasi sebagai pemain elite yang dibutuhkan Arteta.
Arsenal sejatinya sudah berupaya maksimal. Selain Vinicius Junior, mereka juga sempat mengincar Morgan Rogers, yang akhirnya bergabung dengan Chelsea senilai £117 juta. Opsi lain seperti Iliman Ndiaye dari Everton juga dipertimbangkan, namun dinilai tidak memberikan peningkatan signifikan. Di tengah keterbatasan pilihan, nama Bradley Barcola mencuat sebagai kandidat ideal. Winger Prancis berusia 23 tahun itu digambarkan oleh pengamat Como, Ben Mattinson, sebagai salah satu sayap kiri terbaik di Eropa. Statistiknya musim lalu cukup meyakinkan: 21 gol dan 18 assist di semua kompetisi, plus penampilan apik di Piala Dunia dengan tiga gol dan rata-rata 1,6 dribel sukses per laga.
Namun, harga menjadi batu sandungan. PSG, yang baru saja menjuarai Liga Champions, mematok banderol £145 juta. Liverpool dikabarkan telah melakukan pembicaraan, tetapi belum mencapai kesepakatan. BBC Sport melaporkan bahwa Arsenal kini telah menjajaki opsi untuk memboyong Barcola ke Emirates Stadium. Jika berhasil, kehadirannya akan menjadi peningkatan signifikan dibandingkan Martinelli dan Tzolis, memberikan dimensi baru dalam serangan Arsenal.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika bursa transfer ini menarik untuk disimak. Arsenal, yang memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, sedang berusaha membangun skuad yang mampu bersaing di papan atas. Kegagalan mendatangkan pemain bintang bisa berdampak pada performa tim dan daya tarik kompetisi. Namun, jika Barcola berhasil direkrut, hal itu bisa menjadi sinyal ambisi klub untuk kembali berjaya.
Pertanyaannya kini, mampukah Arsenal memenangkan perlombaan melawan Liverpool dan memenuhi tuntutan PSG? Atau akankah mereka mencari alternatif lain yang lebih realistis? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah kebijakan transfer klub dan kesiapan mereka menghadapi musim 2025/26 yang penuh tantangan.



