FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Tuan Rumah, Duel Lawan Singapura Jadi Ujian Awal
Baca dalam 60 detik
- FIFA ASEAN Cup 2026 edisi perdana memakai format dua divisi dan tanpa semifinal, dengan Indonesia sebagai tuan rumah Premier Division Grup A.
- Laga pembuka kontra Singapura pada 25 September 2026 di SUGBK menjadi penentu awal ambisi Indonesia merebut trofi sekaligus mendongkrak peringkat FIFA.
- Siaran langsung disediakan lima kanal, sementara hasil setiap pertandingan bakal memengaruhi posisi Indonesia di ranking dunia.

Timnas Indonesia akan mengawali perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menghadapi Singapura pada laga pertama Grup A Premier Division di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Partai ini menjadi sorotan karena menjadi penentu awal langkah Indonesia di turnamen yang pertama kali masuk kalender resmi FIFA tersebut.
FIFA ASEAN Cup 2026 hadir dengan format yang berbeda dari turnamen kawasan sebelumnya. Kompetisi ini diikuti 14 negara, terdiri dari 11 anggota AFF plus tiga tim undangan dari Asia, yakni Bangladesh, Pakistan, dan Hong Kong-China. Peserta dibagi ke dalam dua level: Premier Division sebagai kasta tertinggi dan Challenge Division sebagai kasta kedua.
Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Grup A Premier Division yang juga dihuni Bangladesh, Malaysia, dan Singapura. Seluruh pertandingan grup ini akan digelar di SUGBK. Sementara Grup B berisi Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina, dengan laga-laga digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Menariknya, tidak ada babak semifinal; juara Grup A dan juara Grup B langsung bertemu di final untuk memperebutkan trofi Premier Division.
Duel melawan Singapura selalu menyimpan tensi tersendiri. Dari 60 pertemuan, Indonesia mengantongi 30 kemenangan, 11 imbang, dan 19 kali kalah. Namun, laga terakhir pada 7 Agustus 2026 berakhir 1-1 di Piala AFF 2026, hasil yang membuat Singapura melaju ke semifinal sementara Indonesia harus angkat koper lebih cepat. Fakta itu menjadi pengingat bahwa dominasi atas Singapura tidak lagi bisa dianggap remeh.
"Kami harus memanfaatkan status tuan rumah sebaik mungkin. Laga pertama melawan Singapura akan menentukan momentum seluruh turnamen," ujar seorang pengamat sepak bola nasional, menanggapi undian grup.
Bagi Indonesia, turnamen ini bukan sekadar ajang gengsi regional. Karena masuk kalender resmi FIFA, setiap hasil pertandingan akan memengaruhi peringkat dunia. Kemenangan atas Singapura, misalnya, bisa memberikan tambahan poin berharga untuk memperbaiki posisi Indonesia di ranking FIFA yang selama ini menjadi indikator kekuatan sepak bola nasional.
Dari sisi penyiaran, FIFA ASEAN Cup 2026 dapat disaksikan melalui Indosiar, SCTV, Vidio, Moji, dan Nex Parabola. Kombinasi kanal televisi nasional dan platform digital ini memudahkan masyarakat mengikuti setiap pertandingan, termasuk laga-laga tim lain di grup yang sama.
Challenge Division digelar terpusat di Hong Kong-China. Grup A diisi Hong Kong-China, Laos, dan Brunei Darussalam, sedangkan Grup B terdiri dari Kamboja, Myanmar, dan Timor-Leste. Format dua divisi ini memungkinkan negara-negara dengan peringkat lebih rendah tetap bersaing di level yang sesuai, sekaligus memberi mereka peluang promosi di edisi berikutnya.
Dengan komposisi grup yang menantang, Indonesia dituntut konsisten sejak awal. Laga melawan Singapura akan menjadi ujian taktik dan mental, terutama karena Singapura datang dengan modal kepercayaan diri setelah mengalahkan Indonesia di Piala AFF 2026. Mampukah Indonesia memanfaatkan dukungan suporter di SUGBK untuk meraih poin penuh dan membuka jalan ke final?



