Chalobah Resmi ke Como: Reuni dengan Fabregas dan Proyek Ambisius Serie A
Baca dalam 60 detik
- Bek asal Inggris itu menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2031 setelah Inter Milan mundur dari persaingan karena harga mahal.
- Kedatangan Chalobah dipandang sebagai sinyal ambisi Como di bawah asuhan Cesc Fabregas, yang pernah menjadi mentornya di akademi Chelsea.
- Transfer ini juga menjadi sorotan bagi pengamat sepak bola Indonesia yang memantau perkembangan pemain di liga Eropa.

Como secara resmi mengumumkan kedatangan Trevoh Chalobah dari Chelsea dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai 30 juta euro plus bonus. Bek berusia 27 tahun itu langsung menandatangani kontrak hingga Juni 2031, menandai babak baru dalam kariernya setelah menempuh perjalanan panjang di akademi Stamford Bridge.
Proses negosiasi yang berlangsung berbulan-bulan sempat menemui jalan buntu ketika Como menarik diri karena adanya pakta non-agresi dengan Inter Milan. Namun, ketika Inter menilai banderol yang diminta Chelsea terlalu tinggi, mereka mundur dan membuka jalan bagi Como untuk menyelesaikan kesepakatan. Chalobah tiba di Italia pada Rabu untuk menjalani tes medis, dan pengumuman resmi baru keluar hari ini.
Bagi Como, perekrutan Chalobah bukan sekadar tambahan pemain, melainkan pernyataan ambisi. Klub yang tengah membangun proyek jangka panjang ini ingin bersaing di papan atas Serie A, dan kehadiran pemain yang pernah merasakan atmosfer Premier League serta membela timnas Inggris di Piala Dunia 2026 menjadi modal berharga. Pelatih Cesc Fabregas, yang pernah menjadi mentor Chalobah di akademi Chelsea, menyambut baik kepulangan rekan lamanya itu.
โSaya sangat senang dan bangga berada di Como. Ini proyek yang ambisius dan sedang naik daun, dan bekerja sama dengan manajer Cesc Fabregas lagi adalah hal yang istimewa. Saya tidak sabar untuk memberikan pengalaman saya kepada tim, merasakan atmosfer stadion yang luar biasa, dan terhubung dengan para penggemar. Saya akan memberikan segalanya setiap hari untuk membuat sejarah bersama,โ ujar Chalobah dalam wawancara dengan situs resmi klub.
Fabregas, yang mengenal Chalobah sejak lama, menilai pemain tersebut sebagai sosok penting yang mewakili level ambisi Como. โTrevoh adalah rekrutan penting bagi kami dan pemain yang mewakili tingkat ambisi yang kami miliki di klub ini. Dia telah berkompetisi dan menang di level tertinggi, tetapi dia juga lapar untuk memulai babak baru dan terus berkembang. Dia memberi kami kekuatan, kecepatan, dan kepribadian di lini pertahanan, serta kualitas teknis untuk membangun serangan dari belakang. Dia adalah pemimpin yang bisa meningkatkan level tim, dan saya sangat senang dia memilih Como,โ kata Fabregas.
Kepergian Chalobah dari Chelsea juga meninggalkan kesan mendalam. Klub London tersebut memberikan penghormatan perpisahan melalui media sosial dengan unggahan bertuliskan โTerima kasih, Trevโ disertai emoji biru. Chalobah menghabiskan sebagian besar kariernya di Chelsea, termasuk masa peminjaman yang sukses di berbagai klub sebelum menembus tim utama.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, transfer ini menarik untuk disimak karena menunjukkan tren klub-klub Eropa yang semakin agresif merekrut pemain berkualitas dari liga top. Como, yang baru promosi ke Serie A beberapa musim lalu, kini berani bersaing dengan klub-klub mapan seperti Inter Milan dalam perburuan pemain. Hal ini juga menjadi sinyal bahwa pasar transfer Eropa semakin kompetitif, dengan klub-klub kaya berani menggelontorkan dana besar untuk membangun skuad impian.
Kehadiran Chalobah di Como juga bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia yang bercita-cita berkarier di Eropa. Perjalanan Chalobah dari akademi hingga menjadi pemain timnas Inggris menunjukkan bahwa kerja keras dan konsistensi bisa membawa seseorang ke panggung terbesar. Namun, tantangan terbesar adalah adaptasi dengan budaya dan gaya bermain yang berbeda, sesuatu yang juga dihadapi oleh pemain-pemain Asia Tenggara yang mencoba peruntungan di liga Eropa.
Dengan kontrak panjang hingga 2031, Como jelas menjadikan Chalobah sebagai pilar jangka panjang. Pertanyaannya, apakah ia mampu memenuhi ekspektasi tinggi dan membawa Como meraih gelar bergengsi? Atau akankah ia menjadi batu loncatan untuk pindah ke klub yang lebih besar? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: Serie A musim ini akan semakin menarik dengan kehadiran Chalobah di lini belakang Como.



